Program Zakat Community Development (ZCD) adalah proses jangka panjang dengan mengintegrasikan program-program untuk mengatasi masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi dan masalah sosial, dengan menggunakan dana Zakat Infak Shodaqoh, diharapkan ada perubahan yang sangat signifikan dengan adanya program ZCD, dengan partisipasi komunitas/masyarakat, dengan segala fasilitas dan teknologi yang diinovasikan pada suatu program.

 

Pendekatan Program

  • Komunitas : pendekatan kelompok masyarakat yang teroganisir memiliki kesamaan aktifitas.
  • Kewilayahan : pendekatan lokasi sebagai sasaran program dengan permasalahan secara geografis dan kependudukan.
  • Wilayah sasaran program meliputi masyarakat : perkotaan, pedesaan, dan pesisir.

Prinsip ZCD

  • Profit : memiliki nilai keuntungan material dan non material
  • Continue: program berlaku untuk jangka panjang dengan target kemandirian masyarakat.
  • Multipiler efek : program memiliki efek multiganda terhadap aspek kehidupan masyarakat dan saling keterkaitan.
  • Partisipasipatory : melibatkan secara langsung pada aktifitas kepada individu dan masyarakat dalam tahapan prose perencanaan sampai dengan pelaksnaan, sebagai pelaku (subyek) dan bukan sebagai obyek, dengan melibatkan pendamping.
  • Zakat Infak Shodaqoh : ZIS sebagai sumber dana stimulan untuk membantu masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat atas masalah-masalah yang dihadapi.

Tujuan Program

  • Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling).
  • Dalam komunitas ZCD dioptimalkan peran yang strategis dari masyarakat untuk menciptakan kemandirian inisiatif dan partisipasi lebih diutamakan dalam menghadapi situasi dan permaslahan yang ada.
  • Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering) meliputi langkah-langkah nyata yang menyangkut penyediaan berbagai peluang yang dapat membuat masyarakat menjadi semakin berdaya (networking). ZCD membuka peluang kemitraan dan usaha untuk mendukung proses Comunity Development.
  • Memberdayakan mengandung pula arti melindungi. Dalam proses pemberdayaan harus dicegah agar yang lemah tidak menjadi bertambah lemah, karena kurang berdaya dalam menghadapi yang kuat. Melindung harus dilihat sebagai  upaya untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, akibat eksploitasi oleh kelompok.
  • Mengoptimalkan peran ZIS yang dihimpun oleh lembaga amil di suatu wilayah sebagai salah satu jaring pengaman untuk mustahik, menjadi bagian pengembangan baitul maal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *