WhatsApp Icon

Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil

10/09/2026  |  Penulis: Lukman Hakim

Bagikan:URL telah tercopy
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil

Lumajang Makmur dan UPZ Desa

Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026.

Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama.

“Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya.

Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar.

“Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya.

Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya.

Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS .

“Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah.

“Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya.

Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi.

“Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat  mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.

Lihat Daftar Rekening →