Berita Terbaru
Aplikasi HalloBAZ Hadirkan Kemudahan di BAZNAS Se Jawa Timur
Pengajuan bantuan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ke depan bakal semakin mudah. Melalui aplikasi HalloBAZ, masyarakat dapat mengajukan permohonan bantuan cukup melalui telepon genggam (HP), tanpa harus direpotkan dengan proses administrasi secara konvensional.
Aplikasi HalloBAZ yang sebentar lagi diluncurkan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan BAZNAS dalam satu platform digital. Mulai dari pengajuan bantuan, pemantauan status permohonan, penghitungan zakat, pembayaran zakat, hingga penerbitan sertifikat secara daring.
“Satu aplikasi, satu permohonan. Dari HP pemohon sampai berkas selesai. Notifikasi akan muncul, apakah proposal diterima atau tidak,” terang Afif Amrullah Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam acara pra-Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Harris Satelit, Surabaya.
Kehadiran HalloBAZ diharapkan mampu memangkas kerumitan proses pengajuan bantuan sekaligus memberikan kepastian informasi kepada masyarakat. Pemohon dapat memantau perkembangan permohonannya melalui notifikasi yang tersedia dalam aplikasi.
Tak hanya melayani pengajuan bantuan, HalloBAZ juga dilengkapi fitur kalkulator zakat untuk membantu masyarakat menghitung kewajiban zakatnya. Pembayaran zakat pun dirancang dapat dilakukan langsung melalui transfer ke rekening yang tersedia.
Menariknya, aplikasi ini juga menyediakan layanan penerbitan sertifikat secara daring. Dengan demikian, berbagai kebutuhan layanan zakat dapat diakses melalui satu pintu digital.
Digitalisasi Layanan, Perkuat Transparansi
Kehadiran HalloBAZ menjadi bagian dari upaya transformasi digital pelayanan BAZNAS. Masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan, sementara proses administrasi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan efisien.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, kemudahan mengajukan permohonan dari genggaman tentu menjadi angin segar. Mereka tidak hanya memperoleh akses layanan yang lebih praktis, tetapi juga dapat mengetahui perkembangan pengajuan tanpa harus terus-menerus datang atau menghubungi kantor BAZNAS." Intinya, aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah pelayanan di BAZNAS," timpal Gus Ghofirin Ketua. BAZNAS Jawa Timur.
Dengan satu aplikasi, berbagai layanan diharapkan terhubung dalam satu ekosistem digital yang memudahkan muzaki menunaikan zakat sekaligus membantu mustahik mengakses program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
HalloBAZ segera hadir. Layanan zakat makin dekat, pengajuan bantuan makin mudah, dan transparansi semakin terbuka." Hanya dari genggaman semua bisa teratasi," imbuh Gus Ghofirin lagi* Lukman Hakim *
Pengumpulan ZIS Tanpa UPZ Berpotensi Bermasalah Secara Hukum
Pra Rakorda (21/10/2026) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur mendorong penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk memastikan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berjalan tertib, terkoordinasi, dan sesuai ketentuan.
“Kalau mereka melakukan pengumpulan tanpa menjadi UPZ, bisa jadi kriminal nantinya,” terang Hambali, Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur.
Menurut Hambali, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam tata kelola pengumpulan ZIS. Melalui pembentukan UPZ, aktivitas pengumpulan dana umat dapat dilakukan secara terstruktur dan berada dalam koordinasi BAZNAS.
Ia menjelaskan, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat.
Karena itu, menurutnya, pengingatkan kewajiban zakat di lingkungan pemerintahan dapat dilakukan lebih tegas, terutama kepada aparatur sipil negara (ASN) yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat.
“Karena itu, bilamana ada kewajiban berzakat di lingkungan pemerintah, bisa sedikit memaksa untuk mengingatkan, misalnya zakat maupun infak di lingkungan plat merah,” ujarnya.
Hambali menegaskan, optimalisasi pengumpulan ZIS perlu dibarengi dengan upaya meningkatkan kesadaran aparatur pemerintah terhadap kewajiban berzakat. Menurutnya, pendekatan kepada ASN di lingkungan pemerintah berbeda dengan masyarakat umum.
“Sama-sama sebagai lembaga negara memang harus sedikit ada penekanan kepada PNS untuk mengingatkan kewajiban berzakat. Kecuali kepada masyarakat sipil, kita hanya bisa mengimbau,” katanya.
Melalui penguatan kelembagaan UPZ dan peningkatan kesadaran berzakat, BAZNAS Jatim berharap penghimpunan dana ZIS semakin optimal. Dengan demikian, potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara tertib serta disalurkan untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat.
Sekedar diketahui bahwa UPZ merupakan unit pengumpulan zakat, infaq , sedekah yang berinduk kepada BAZNAS sesuai UU 23 tahun 2011 dengan turunan PP 14 tahun 2014 dan sesuai peraturan BASNAZ.
BERITA21/10/2026 | Lukman Hakim
Marbot dan Muazin se-Jatim Bakal Dapat Jaminan Sosial, BAZNAS Siapkan Kolaborasi dengan DMI dan BPJS
Kabar baik bagi para marbot dan muazin masjid di Jawa Timur. Upaya memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para penjaga dan pelayan masjid mulai didorong melalui kolaborasi tiga lembaga, yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI), BPJS, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Ketua BAZNAS Jawa Timur, Gus Ghofirin, menyebut kolaborasi tersebut sebagai “segitiga emas” yang diharapkan mampu menghadirkan perlindungan sosial lebih layak bagi marbot dan muazin yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan umat.
“Ini kerja sama segitiga emas. Ada DMI, BPJS, dan BAZNAS,” ujar Gus Ghofirin pada acara pra Rakorda di Hotel Haris HR.Muhamad Jl.Bundaran Satelit Surabaya ( 20/10/2026)
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial sangat penting mengingat marbot dan muazin memiliki peran besar dalam kehidupan masjid dan masyarakat. Namun, ketika musibah datang secara tiba-tiba, termasuk meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan sering kali menghadapi persoalan ekonomi.
Ia mencontohkan, selama ini santunan yang diterima keluarga marbot atau muazin yang meninggal dunia terkadang hanya sekitar Rp1 juta. Nilai tersebut tentu sangat terbatas untuk membantu kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Sebaliknya, melalui kepesertaan program jaminan sosial BPJS, manfaat perlindungan yang diterima dapat jauh lebih besar, bergantung pada program, ketentuan kepesertaan, dan persyaratan yang berlaku.
“Banyak muazin atau marbot yang tiba-tiba meninggal. Paling banter santunannya Rp1 juta, itu sudah dianggap besar. Tetapi kalau ikut BPJS, seperti yang kita saksikan, santunannya bisa mencapai Rp42 juta,” ungkapnya.
Dana Zakat Berpeluang Mendukung Iuran Jaminan Sosial
Salah satu hal penting yang turut menjadi perhatian adalah kemungkinan pemanfaatan dana zakat untuk membantu pembayaran iuran jaminan sosial bagi kelompok yang memenuhi ketentuan syariah.
Menurut Gus Ghofirin, terdapat pandangan atau fatwa yang membolehkan pemanfaatan dana zakat untuk kebutuhan tersebut. Meski demikian, penerapannya perlu memperhatikan ketentuan fatwa yang dirujuk, kriteria penerima manfaat, serta regulasi pengelolaan zakat yang berlaku.
Dengan sinergi DMI, BPJS, dan BAZNAS, diharapkan pendataan marbot dan muazin dapat dilakukan lebih terstruktur, kepesertaan jaminan sosial dapat diperluas, dan pembiayaan iuran bagi mereka yang memenuhi kriteria dapat dicarikan solusi secara tepat.
Menghargai Pengabdian Pelayan Masjid
Marbot dan muazin merupakan bagian penting dari kehidupan masjid. Mereka menjaga kebersihan dan kesiapan sarana ibadah, merawat lingkungan masjid, serta mengumandangkan azan sebagai penanda waktu salat.
Pengabdian tersebut perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan sosial, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kolaborasi DMI, BPJS, dan BAZNAS diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pendataan, penetapan kriteria peserta, mekanisme pembayaran iuran, serta pengawasan dan evaluasi yang transparan.
Jika terealisasi dengan baik, program ini dapat menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pelayan masjid sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga mereka ketika menghadapi risiko sosial.
Perlindungan bagi marbot dan muazin bukan sekadar bantuan, melainkan penghargaan atas pengabdian mereka dalam melayani umat.
BERITA21/10/2026 | Lukman Hakim
Respons Cepat Kekeringan di Jatim, 1,2 Juta Liter Air Bersih BAZNAS Mulai Mengalir
Dampak musim kemarau dan fenomena cuaca El Nino kini sangat dirasakan oleh masyarakat di berbagai pelosok Jawa Timur. Sumber air yang mengering membuat banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian. Melihat perjuangan warga tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang hadir membawa kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan 1,2 juta liter air bersih.
Aksi kemanusiaan ini menjadi angin segar, salah satunya bagi warga di Kabupaten Lumajang. Di wilayah ini, tercatat ada 14 titik rawan kekeringan yang dijadwalkan menerima pasokan air bersih dari BAZNAS, antara lain di Desa Jenggrong dan Desa Meninjo (Kecamatan Ranuyoso), Desa Sawaran Lor (Kecamatan Klakah), hingga Desa Bedayu Talang (Kecamatan Senduro).
Koordinator Lapangan BAZNAS Lumajang, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa proses pendistribusian dilakukan secara intensif selama empat hari bersama tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kabupaten Lumajang, mulai Senin (5/10/2026) hingga Kamis (8/10/2026). Pada hari pertama saja, truk tangki air BAZNAS langsung bergerak menjangkau Dusun Bligir, Dusun Lumpang, Dusun Gemuling, dan Dusun Krajan di Desa Jenggrong.
"Bersama BPBD kami terus berkoordinasi agar bantuan ini tepat sasaran dan tidak tumpang tindih," tutur Fauzi.
Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Timur Bidang Pendistribusian, Afif Amrullah, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari komitmen bersama antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS di 25 Kabupaten/Kota yang terdampak kekeringan air bersih untuk merangkul masyarakat yang sedang kesulitan.
"Dampak cuaca El Nino membuat banyak daerah krisis air. Semoga bantuan 1,2 juta liter air bersih se Jawa Timur ini dapat menjadi solusi serta menghadirkan kesegaran dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang terdampak," pungkasnya.
Melalui sinergi dan uluran tangan ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga membawa pesan kepedulian bahwa masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit kekeringan air bersih.
BERITA05/10/2026 | Lukman Hakim
Berharap Sinergi Antar-BAZNAS Kabupaten dan Provinsi
Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sudah sepatutnya dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sebab, amanah tersebut bukan sekadar tuntutan dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Meski hasil audit eksternal BAZNAS Lumajang memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan secara umum mendapatkan penilaian baik dalam pengelolaan dana ZIS di Jawa Timur, ikhtiar untuk terus melakukan perbaikan tetap dilakukan.
Selasa (29/9/2026), lima pimpinan BAZNAS Lumajang bersilaturahmi ke BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kunjungan tersebut bertujuan ngasuh kaweruh atau menambah wawasan terkait pengelolaan ZIS agar semakin amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.
Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. Nursjahid, M.A., berharap adanya standar operasional prosedur (SOP) yang semakin baik sehingga pengelolaan ZIS di Lumajang dapat dilakukan secara optimal.
Kami sangat berharap pengelolaan ZIS di Lumajang akan terus menjadi lebih baik, harap Nursjahid.
Menurutnya, silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendapatkan masukan dan metode pengelolaan ZIS yang lebih baik, baik dalam hal pengumpulan maupun pentasharufan.
Karena itu, kami secara resmi bersilaturahmi ke BAZNAS Provinsi guna mendapatkan metode yang lebih baik tentang pengelolaan ZIS. Baik soal pengumpulan maupun terkait pentasyarufannya, imbuh pria yang kini berusia 74 tahun tersebut.
Kunjungan lima pimpinan BAZNAS Lumajang itu diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Muhammad Ghofirin, M.Pd bersama jajaran pimpinan lainnya.
Ghofirin menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam kepemimpinan yang baru mengalami sejumlah perubahan, termasuk penyempurnaan SOP kerja. Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah digitalisasi pengelolaan ZIS.
Kami berupaya mendigitalisasikan pengelolaan ZIS di sini. Saat ini kami masih membuat aplikasinya. Progresnya sekitar 80%, belum 100 %, ungkap Ghofirin.
Ia menegaskan, proses penyempurnaan sistem digital tersebut akan terus dipercepat. Setelah aplikasi dinyatakan siap, BAZNAS Provinsi Jawa Timur akan memperkenalkannya kepada BAZNAS di daerah.
Jika sudah sempurna 100 persen, maka akan kami launching ke daerah,” imbuhnya.
Ghofirin juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS daerah kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota harus diarahkan pada tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
Dalam pendistribusian ZIS, kata Ghofirin, aspek ketepatan sasaran dan manfaat harus menjadi perhatian utama agar dana umat benar-benar memberikan dampak bagi penerima manfaat.
Tepat sasaran, tepat manfaat, dan berdampak itu sangat perlu kita perhatikan dalam pendistribusian ZIS, pungkasnya.
BERITA30/09/2026 | Lukman Hakim
Berharap Sinergi Antar-BAZNAS Kabupaten dan Provinsi
Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sudah sepatutnya dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sebab, amanah tersebut bukan sekadar tuntutan dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Meski hasil audit eksternal BAZNAS Lumajang memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan secara umum mendapatkan penilaian baik dalam pengelolaan dana ZIS di Jawa Timur, ikhtiar untuk terus melakukan perbaikan tetap dilakukan.
Selasa (29/9/2026), lima pimpinan BAZNAS Lumajang bersilaturahmi ke BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kunjungan tersebut bertujuan ngasuh kaweruh atau menambah wawasan terkait pengelolaan ZIS agar semakin amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.
Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. Nursahid, M.A., berharap adanya standar operasional prosedur (SOP) yang semakin baik sehingga pengelolaan ZIS di Lumajang dapat dilakukan secara optimal.
“Kami sangat berharap pengelolaan ZIS di Lumajang akan terus menjadi lebih baik,” harap Nursahid.»
Menurutnya, silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendapatkan masukan dan metode pengelolaan ZIS yang lebih baik, baik dalam hal pengumpulan maupun pentasyarufan.
“Karena itu, kami secara resmi bersilaturahmi ke BAZNAS Provinsi guna mendapatkan metode yang lebih baik tentang pengelolaan ZIS. Baik soal pengumpulan maupun terkait pentasyarufannya,” imbuh pria yang kini berusia 74 tahun tersebut.»
Kunjungan lima pimpinan BAZNAS Lumajang itu diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Gus Ghofirin, bersama jajaran pimpinan lainnya.
Ghofirin menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam kepemimpinan yang baru mengalami sejumlah perubahan, termasuk penyempurnaan SOP kerja. Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah digitalisasi pengelolaan ZIS.
“Kami berupaya mendigitalisasikan pengelolaan ZIS di sini. Saat ini kami masih membuat aplikasinya. Progresnya sekitar 80%, belum 100 persen,” ungkap Ghofirin.»
Ia menegaskan, proses penyempurnaan sistem digital tersebut akan terus dipercepat. Setelah aplikasi dinyatakan siap, BAZNAS Provinsi Jawa Timur akan memperkenalkannya kepada BAZNAS di daerah.
“Jika sudah sempurna 100 persen, maka akan kami launching ke daerah,” imbuhnya.»
Ghofirin juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS daerah kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota harus diarahkan pada tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
Dalam pendistribusian ZIS, kata Ghofirin, aspek ketepatan sasaran dan manfaat harus menjadi perhatian utama agar dana umat benar-benar memberikan dampak bagi penerima manfaat.
“Tepat sasaran, tepat manfaat, dan berdampak itu sangat perlu kita perhatikan dalam pendistribusian ZIS,” pungkasnya.
BERITA30/09/2026 | Lukman Hakim
BAZNAS Lumajang, Gagas Gerakan Lumajang Bersedekah Demi Keberlangsungan Kesejahteraan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus berinovasi dalam memperkuat jejaring kebaikan di tengah masyarakat. Kali ini, BAZNAS berkolaborasi bersama Pemerintah, HIPMI, KADIN, G-KRAF's dan HKTI menggagas sebuah gerakan filantropi baru bertajuk "Lumajang Bersedekah".
Gagasan mulia ini secara resmi digelorakan langsung di tengah-tengah ribuan jamaah yang hadir dalam acara Lumajang Bersholawat di Stadion Semeru malam ini, Ahad 20/9/2026
Momentum religius ini sebagai titik awal memperkuat kepedulian sosial dan berbagi rezeki bagi sesama.
Gerakan ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga individu, agar bersama-sama membangun budaya berbagi yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: memperluas jangkauan kesejahteraan sosial dan mengentaskan berbagai persoalan kemiskinan di Kabupaten Lumajang.
"Gerakan 'Lumajang Bersedekah' bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi tentang bagaimana kita merajut kepedulian sosial secara kolektif. Ketika sedekah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka keberlangsungan kesejahteraan masyarakat Lumajang yang mandiri dan bermartabat akan lebih cepat terwujud," ujar A. Luqman Hakim di hadapan para jamaah di Stadion Semeru.
Fokus Utama Gerakan "Lumajang Bersedekah":
- Pemberdayaan Ekonomi Umat: Mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) melalui program modal usaha produktif dan pendampingan UMKM.
- Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Mempercepat penanganan kantong-kantong kemiskinan melalui bantuan tepat sasaran yang bersinergi dengan program pemerintah daerah.
- Akses Layanan Dasar: Mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang pendidikan (beasiswa dhuafa) dan kesehatan (bantuan berobat bagi warga kurang mampu).
- Penguatan Solidaritas Sosial: Membangun budaya gotong royong dan kepedulian antarsesama warga Lumajang melalui kampanye sedekah harian yang mudah dan inklusif.
Melalui peluncuran gagasan di tengah lautan jamaah sholawat ini, BAZNAS Lumajang mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, komunitas, serta dunia usaha untuk berpartisipasi aktif. Diharapkan, gerakan "Lumajang Bersedekah" dapat menjadi motor penggerak kebaikan yang membawa berkah dan kemajuan bagi seluruh warga Kabupaten Lumajang.
Diterangkan pribynag akatan Lukman ini, BAZNAS sendiri merupakan lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kesejahteraan umat." Senyum para Mustahik, adalah kebahagian bagi kita," tegas Pimpinan BAZNAS Lumajang bidang pengumpulan ini
BERITA20/09/2026 | Lukman Hakim
Bantu Solusi Kekeringan, BAZNAS Lumajang Distribusikan Air Bersih ke Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial di 2 Kecamatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan musim kemarau di dua kecamatan yaitu Senduro dan Ranuyoso. Penyaluran bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan vital di fasilitas publik dan keagamaan, seperti masjid, musholla, pondok pesantren, serta lembaga sosial masyarakat, 16-18/09/2026.
Langkah responsif ini diambil guna memastikan aktivitas peribadatan dan pendidikan keagamaan para santri serta warga sekitar tidak terganggu akibat krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan wujud kepedulian dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan para donatur melalui BAZNAS. Bantuan difokuskan ke sarana peribadatan dan lembaga pendidikan Islam agar kebutuhan untuk bersuci (wudhu), sanitasi santri, dan kegiatan ibadah harian tetap terpenuhi dengan baik.
"Musim kemarau berdampak langsung pada surutnya sumber-sumber air warga. Melalui program penanggulangan bencana dan kemanusiaan ini, kami memprioritaskan penampungan air di masjid, musholla, pondok pesantren, dan lembaga sosial agar sarana ibadah dan pembinaan umat tetap berjalan lancar," ujar Arif Rohman Hakim Komandan BTB dan Wakil Ketua IV BAZNAS Lumajang.
Sejumlah tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan armada truk tangki diterjunkan secara bertahap menuju titik-titik krisis air di dua kecamatan sasaran diantaranya kecamatan Senduro meliputi desa Bedayutalang 3 dusun dan kecamatan Ranuyoso 5 dusun . Kedatangan armada air bersih tersebut disambut antusias oleh para pengurus tempat ibadah, pengasuh pesantren, dan warga setempat yang sejak beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan suplai air.
Masyarakat dan para pengurus lembaga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepedulian BAZNAS Lumajang. Bantuan ini dinilai sangat meragankan beban operasional pesantren dan sarana ibadah di tengah kemarau panjang.
BAZNAS Lumajang berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kekeringan dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menyalurkan bantuan lanjutan bagi daerah-daerah lain yang masih membutuhkan.
BERITA16/09/2026 | Humas
BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Pembangunan Masjid di Sukodono
BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Sukodono pada Selasa (15/09/2026).
Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah.
Wakil Ketua BAZNAS kabupaten H. Suharyo AP, SH menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di kecamatan Sukodono kabupaten Lumajang
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 3 orang mahasiswa/i atas nama Hikmatur Rohmawati (STIT Miftahul Midad) senilai Rp. 1.950.000,-, Ratu Aulia Chelomita Putri senilai Rp. 3.500.000,- an Davita Eka Nur Elisia (Universitas Jember) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 1.900.000,- .
Bantuan Renovasi Masjid: Diberikan kepada pengurus Masjid Pondok Pesantren Manarul Qur'an Desa Kutorenon Sukodono sebesar Rp. 5.000.000,-.
Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ghozali Selokgondang.
Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.
BERITA15/09/2026 | Humas
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026.
Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama.
“Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya.
Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar.
“Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya.
Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
“Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya.
Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS .
“Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah.
“Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya.
Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi.
“Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya.
Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang
BERITA10/09/2026 | Lukman Hakim
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
Dandim Anton: “Siap Kolaborasi Demi Masyarakat Lumajang Sejahtera”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus melakukan berbagai gebrakan untuk meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang.
Salah satunya melalui rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0821 Lumajang. Untuk membahas hal tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS Lumajang melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dandim 0821 Lumajang menerima langsung lima pimpinan BAZNAS Lumajang. Mereka terdiri dari Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nursjahid, MA Wakil Ketua I Ahmad Lukman Hakim, S.E., Wakil Ketua II H. Suharyo, A.P., Wakil Ketua III Drs. H. Aminudi, dan Wakil Ketua IV Arif Rohman Hakim, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Lumajang, H. Nursahid, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima program unggulan BAZNAS yang selama ini berjalan di tengah masyarakat. Kelima program tersebut meliputi Lumajang Peduli, Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Taqwa, dan Lumajang Sehat.
“Lima program BAZNAS ini sudah populer di tengah masyarakat. Semua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nursahid.
Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyambut baik kedatangan pimpinan BAZNAS Lumajang. Ia menyatakan siap menindaklanjuti berbagai hal yang telah disampaikan, termasuk rencana kolaborasi melalui pembentukan UPZ di lingkungan Kodim.
“Kami sangat respect dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan BAZNAS. Kami siap menindaklanjutinya,” kata Anton.
Menurut Anton, berbagai program yang disampaikan BAZNAS memiliki kesamaan dengan sejumlah program yang selama ini rutin dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0821 Lumajang.
“Program-program BAZNAS ada kemiripan dengan apa yang selama ini kami kerjakan. Karena itu, saya kira sangat memungkinkan untuk dilakukan kolaborasi,” jelasnya.
Anton juga menilai BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
“Kalau bisa kerja sama seperti ini, kok tidak dari dulu dilakukan,” selorohnya.
Audiensi berlangsung sekitar satu jam dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara pimpinan BAZNAS Lumajang dan jajaran Kodim 0821 Lumajang.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat penghimpunan dan pengelolaan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Lumajang.
BERITA08/09/2026 | Lukman Hakim
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang akan diwarnai dengan kegiatan “Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM”. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menghidupkan semangat religius, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM lokal.
Acara yang rencananya akan digelar Ahad (20/9/ 2026) tersebut akan diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur, yakni Pemerintah, BAZNAS, HIPMI, KADIN, G’Kraf, dan HKTI.
Sejumlah tokoh penting diperkirakan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031 KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh PP Putri Tebuireng Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Sementara itu, lantunan sholawat dalam kegiatan utama akan dipandu oleh Majelis MRM yang diasuh oleh Gus Khoir.
Gebyar UMKM Digelar H-1
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Gebyar UMKM yang digelar satu hari sebelum acara Lumajang Bersholawat.
Para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopindag) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk unggulan UMKM lokal Lumajang akan ditampilkan sehingga masyarakat dapat mengenal sekaligus membeli produk-produk lokal.
Ketua Panitia Lumajang Bersholawat, Bagus Azizi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas.
“Lebih spesial, acara ini bertujuan mengagungkan sholawat demi kedamaian dan kesejahteraan Bumi Arya Wiraraja, Lumajang tercinta,” tegas Azizi.
Gerakan Lumajang Bersedekah
Selain sholawat dan Gebyar UMKM, panitia juga akan menyisipkan gerakan sosial bertajuk “Gerakan Lumajang Bersedekah” di tengah rangkaian acara.
Menurut Azizi, gerakan tersebut akan mengajak seluruh undangan dan masyarakat yang hadir untuk secara simbolis menyisihkan sebagian rezekinya melalui sedekah yang nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Lumajang.
“Kami akan mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama secara simbolis menyisihkan uangnya untuk bersedekah demi kepentingan masyarakat Lumajang. Nah, di sini BAZNAS yang menjadi wadahnya,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, dunia usaha, komunitas, dan pelaku UMKM, Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM diharapkan menjadi momentum yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.
BERITA08/09/2026 | Lukman Hakim
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi komitmen utama BAZNAS. Melalui Satuan Audit Internal (SAI), audit berkala terus dilakukan guna memastikan seluruh rantai pentasyarufan berjalan sesuai aturan, baik secara administratif maupun realisasi di lapangan.
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS dan tim auditor internal, SAI menyampaikan sejumlah catatan penting yang memerlukan pembenahan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi penyempurnaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta evaluasi ketepatan sasaran pada program pendistribusian hewan kurban.
“Ini yang menjadi temuan kami dan harus segera diperbaiki,” tegas Perwakilan SAI, Umi Suswati Risnaeni, MM.
Selain urusan administratif dan distribusi bantuan, SAI menggarisbawahi pentingnya penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa serta optimalisasi program Kaleng UMKM ZIS. Menurut Umi, pendekatan yang lebih aktif dan proaktif sangat dibutuhkan agar potensi ZIS di tingkat akar rumput dapat tergarap maksimal.
“Keberadaan UPZ dan kaleng ZIS perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Kalau perlu, ada sentuhan langsung dan jemput bola,” jelasnya.
Sektor lain yang tak kalah krusial adalah revisi Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya pada bidang program pemberian bantuan. Penyempurnaan SOP dinilai menjadi fondasi utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) yang terarah dan terukur.
“SOP diperbaiki, insyaallah RKAT-nya akan baik,” tambah Umi.
Melalui evaluasi berkala ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus membenahi sistem tata kelola internal demi meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memastikan manfaat dana ZIS benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
BERITA08/09/2026 | Lukman Hakim
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City
Kantor perwakilan Bank Indonesia cabang Jember menyelenggarakan Dulur Sekarkijang X Road To Fesyar Samara 2026 kabupaten Lumajang dengan kegiatan Seminar Nasional bersama Anggota DPR RI komisi XI, Bupati Lumajang, Dinas Lingkungan Hidup, BAZNAS Lumajang, CEO Digital Perbankan dan Duta Putri Indonesia Jawa Timur di pendopo Aryawiraraja pada sabtu-minggu, 5-6 September 2026.
Dulur Sekarkijang adalah program Digitalisasi Untuk Karesidenan Besuki dan Lumajang merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah eks Karesidenan Besuki (yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kabupaten Lumajang.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Dulur Sekarkijang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat, nah BAZNAS kabupaten Lumajang berkesempatan menjadi salah satu narasumber evant ini dengan tema Digitalisasi Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dalam perspektif sosial dan kemanusiaan.
Kepala Bank Indonesia cabang Jember M. Iqbal Reza Nugaraha memaparkan bahwa trend di Jawa Timur pertumbuhan ekonominya sedikit melambat namun pertumbuhan di kabupaten Lumajang masih berpotensi lebih tinggi. Sebab ada sektor pertanian sebagai pondasi perekonomian daerah dengan transformasi digital yang salah satu indikasinya adalah pemanfaatan QRIS (metode pembayaran digital), jumlah penggunaan saat ini di sekarkijang mencapai volume 7.7138 user, indeks TTPD yang diatas wajar, termasuk pada tahun 2026 data wakaf tercatat sebesar 30 Trilyun, maka program yang dinisiasi Bank Indonesia perwakilan Jember menggagas percepatan smart city dan green city sebagai kegiatan bersama stakeholder terkait. Semoga seminar Sekarkijang ini menjadi kolaborasi dan aksi bersama.
Sementara itu Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyambut baik event rutin ini yang memiliki dampak bagi warga Lumajang beliau juga menyampaikan berterimakasih kepada BI cabang Jember telah membuat acara luar bisa khususnya untuk UMKM di Lumajang, berdampk positif dimana pertumbuhan ékonomi mencapai 5,89 pada triwulan I, dan dirasakan masyarkat secara riil.
Sedangkan H. Amin Ak., MM anggota komisi XI DPR RI : menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dalam menggagas kegiatan seminar merajut Sekar Kijang oleh Kepala perwakilan BI Jember. Sebab sebagai penghubung para tani di seluruh indonesia beliau memikirkan paradigma lama parapenghasil komoditas, rantai pasok sangat panjang dan merugikan petani, sehingga perlu kita ubah menjadi lebih modern ada transformasi dari arus digital menjadi ekonomi hijau yang dibarengi ekonomi syariah. Sektor ekonomi Indonesia berada di profesi 90% di UMKM.
Aksi nyata petani Lumajang memutus marai rantai pasok tengkulak, ada pisang Kirana, tumpak sewu, teras Semeru. Komisi XI memastikan literasi dan inklusi keuangan digital menjangkau daerah pelosok serta selalu merangkul masyarakat kecil. sebagai salah satu contoh kabupaten Lumajang memiliki lebih dari 40.000 hektar tutupan hutan dengan potensi perdagangan karbon 10-20 Milyar per tahun.
Sedangkan Putri Indonésia Jawa timur 2026 Rayuan Nurrizqina Haq sebagai seorang fresh graduated bidang ilmu komunikasi, memiliki perspektif tersendiri sebagai generasi muda dalam membawa pesan positif dalam digitalilasi. Gagasan Digitalisasi smart city, misalnya retribusi parkir dan lokasi pariwisata masih menggunakan transaksi berbentuk uang kertas yang dapat mempengaruhi economic green city berkelanjutan, maka penggunaan paperless, akan lebih memudahkan masyarakat dan mempercepat antrian loket menuju lokasi wisata serta mengedukasi literasi uang digital secara masih terstruktur..
Dalam akhir diskusi seminar nasional ketua BAZNAS Lumajang menghimbau pada seluruh warga Lumajang dukung dan bangun UMKM dengan investasi zakat, infaq dan sedekah melalui BAZNAS kabupaten Lumajang bisa melalui QRIS maupun transfer via BSI dan Bank Jatim Syariah sebagai wujud implementasi pengembangan perekonomian yang berkelanjutan.
BERITA05/09/2026 | Humas
Pertama Di Lumajang, Disnaker Latih Warga Disabilitas Siap Kerja
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur, Disnaker Kabupaten Lumajang, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan program pelatihan kompetensi khusus dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.
Program pelatihan inklusif berbasis digitalisasi pemasaran (digital marketing) dan penyuntingan video (video editing) ini dibuka di Gedung PKK Kabupaten Lumajang pada Rabu (2/9/2026). Sebanyak 16 peserta difabel mengikuti program pioneer yang menjadi pelatihan kompetensi disabilitas pertama di Kabupaten Lumajang.
Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, S.E., M.M.I., menyatakan bahwa program ini bertujuan membekali kelompok disabilitas dengan keahlian praktis agar mampu bersaing di sektor formal maupun mandiri di sektor informal.
"Pelatihan ini tidak hanya sebatas memberikan pembekalan keahlian, tetapi juga berfokus pada kesiapan penempatan kerja para peserta," ujar Budi Raharjo dalam sambutannya. Ia turut mengapresiasi respons cepat Disnaker Kabupaten Lumajang dalam menginisiasi kolaborasi dan inovasi pengelolaan anggaran program tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat undang-undang untuk menyamaratakan kesejahteraan seluruh warga negara.
"Hal terpenting pasca pelatihan adalah kepastian adanya perusahaan yang dapat menyerap para tenaga kerja terlatih ini, sehingga tidak timbul kebingungan mengenai penempatan kerja mereka," tegas Agus.
Agus juga mengharapkan perluasan cakupan program pelatihan di masa mendatang untuk berbagai sektor keahlian lainnya, termasuk peningkatan kompetensi teknis bagi para pekerja konstruksi lokal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kemnaker RI dan BAZNAS RI. Pihaknya mengimbau pelaku industri dan perusahaan di Kabupaten Lumajang untuk dapat membuka kesempatan kerja serta menyerap tenaga kerja disabilitas yang telah dibekali keterampilan tersebut.
BERITA02/09/2026 | Lukman Hakim
Sinergi Kuatkan Pengelolaan Zakat, Pimpinan BAZNAS Lumajang Audiensi dengan Kapolres Baru
Jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang melangsungkan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Kapolres Lumajang yang baru dilantik pada awal bulan agustus 2026 lalu, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., pada Selasa (1/9/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut digelar di ruang lobby Mapolres Lumajang.
Kehadiran 5 Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang periode 2026-2031
- Ketua BAZNAS Lumajang: Drs. H.M. Nur Sjahid, M.A.
- Waka I BAZNAS Lumajang: Ahmad Lukman Hakim, S.E.
- Waka II BAZNAS Lumajang: H. Suharyo, S.H.
- Waka III BAZNAS Lumajang: Drs. Aminuddin
- Waka IV BAZNAS Lumajang: Arif Rohman Hakim, S.Pd.I
diterima langsung oleh AKBP Riki Yariandi. Audiensi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi intar lembaga, serta menyelaraskan berbagai program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) demi kemaslahatan masyarakat Lumajang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak BAZNAS menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan AKBP Riki Yariandi sebagai Kapolres Lumajang yang baru. Selain itu, dipaparkan pula berbagai capaian program unggulan BAZNAS Lumajang—seperti Lumajang Makmur, Lumajang Cerdas, Lumajang Sehat, Lumajang Taqwa, Lumajang Peduli hingga pendampingan bencana—yang selama ini berjalan beriringan dengan jajaran kepolisian, ungkap Drs. H. M. Nur Sjahid, MA.
Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran aktif BAZNAS dalam membantu kesejahteraan sosial warga. Pihaknya menyatakan kesiapan Polres Lumajang untuk terus mendukung kelancaran program-program kebaikan BAZNAS, khususnya dalam menjaga transparansi, keamanan, dan ketertiban penyaluran bantuan di wilayah hukum Kabupaten Lumajang, ungkap mantan Kapolres Pekalongan.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap kolaborasi antara Polres Lumajang dan BAZNAS dapat semakin solid dalam membangun Lumajang yang lebih sejahtera dan kondusif.
BERITA01/09/2026 | Humas
Perkuat Ekonomi Usaha Mikro, BAZNAS Resmikan UPZ Desa di Kecamatan Sukodono
BAZNAS Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan Lumajang Makmur, bantuan modal usaha dan pendampingan ekonomi disalurkan kepada 30 warga penerima manfaat di kantor Kecamatan Sukodono, Kamis 27/08/2026.
Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan modal sekaligus napas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat agar mampu mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Sedangkan 28 pelaku UMKM yang hadir hari ini berasal dari desa Bondoyudo, Karangsari, Dawuhan Lor, Kebonagung, Klanting, Kutorenon, Selokbesuki, Selokgondang, Sumberejo, dan Uranggantung yang setiap desa terpilih 3 orang dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang H. Suharyo, SH menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bantuan, tetapi juga pada upaya penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan.
"Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui bantuan modal bagi 30 warga di Sukodono ini, kami berharap dapat mengangkat martabat ekonomi keluarga penerima manfaat sehingga mereka kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki ataupun munfiq," ujarnya.
Senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Sukodono H. Joko Sambang, S.Pd., MM bahwa kegiatan distribusi bantuan UMKM untuk warga yang berdomisili di kecamatan Sukodono sangat bermanfaat dan membuat senyum merekah bagi pelaku usaha kecil warga kami, sebab stimulus yang diberikan melalui BAZNAS Lumajang termasuk bagian dari pemberdayaan ekonomi yang sangat ditungu warga kami, mudah-mudahan kedepannya menjadikan stimulus ini bagian dari edukasi pemberdayaan ekonomi yang akan menjadi indikasi perjalanan mandiri sekaligus menjadi penerima manfaat yang dapat menunaikan infaqnya bagi kemaslahatan warga lain yang belum dapat bantuan seperti program ini, pungkasnya.
Para penerima manfaat yang terdiri dari pedagang kecil, pengrajin, dan pelaku usaha rumahan menyambut antusias bantuan tersebut. Bantuan modal usaha ini dinilai sangat tepat dalam membantu keterbatasan modal yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha mereka di desa.
Disamping itu kegiatan ini juga dibekali sosialisasi bagi unit pengumpul zakat (UPZ) Desa oleh wakil ketua I bidang pengumpulan Ahmad Lukman Hakim, SE sebagai amunisi bagi para pengurus di tingkat desa dalam optimalisasi ZIS serta informasi mekanisme kerjanya agar lebih maksimal.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program Lumajang Makmur diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Lumajang.
BERITA27/08/2026 | Humas
BAZNAS Lumajang Salurkan Beasiswa, Bantuan UMKM, Renovasi Rumah, dan Sepatu Sekolah di Yosowilangun
BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Yosowilangun pada Rabu (26/08/2026).
Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Peduli hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah.
Wakil Ketua BAZNAS kabupaten Lumajang Ahmad Lukman Hakim, SE menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di ujung timur wilayah kabupaten Lumajang
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 2 orang mahasiswa/i atas nama Dini Nur Hafifah (Universitas Negeri Malang) dan Samsul Arifin (STIT Muhammadiyah Lumajang) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 3.000.000,- .
Bantuan Modal UMKM: Diberikan kepada 1 orang pelaku usaha mikro usaha bambu atas nama Moch. Khoiri warga Yosowilangun Lor senilai Rp. 2.000.000,- untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga.
Bantuan Renovasi Rumah Terbakar: Diberikan kepada 1 kepala keluarga penerima manfaat atas nama Kasmanu warga dusun kebonan desa Krai Yosowilangun senilai Rp. 8.000.000,- yang terdampak musibah kebakaran.
Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hasyim Asy'ari Yosowilangun Kidul.
Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.
BERITA27/08/2026 | Humas
Audit Internal BAZNAS Lumajang Jumpa Penerima Manfaat
Satuan Audit Internal (SAI) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus memperkuat pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh program pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran serta memenuhi standar akuntabilitas pelaporan keuangan pada rabu, 19/08/2026.
Tim Audit Internal BAZNAS yang melakukan monitoring dan evaluasi diantaranya Umi Suswati Isnaini, SE., M.M dan kepala bagian perencanaan keuangan dan pelaporan (amil pelaksana) Ida Santi Yuliana, S.Ak secara berkala turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan program pendistribusian. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, tim berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat guna memverifikasi kesesuaian penyaluran bantuan dengan data serta prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.
Adapun 6 penerima manfaat yang secara random dilakukan monev yaitu : Ponpes Apita Nurussalam menerima bantuan infrastruktur pendidikan (pembangunan ruang kelas) di dusun uranggantung desa jarit Candipuro, H. Budiono pengembangan usaha penjahit warga dusun recobantheng desa kedungmoro Kunir, Susiati bantuan RUTILAHU warga dusun Sarirejo desa Kebonsari Sumbersuko, Noer Hasbiyah bantuan RUTILAHU warga RT.08 RW.01 kelurahan Jogoyudan Lumajang, TPQ Al Karomah bantuan infrastruktur pendidikan Jl. Musi Gang Aslar Desa sumberejo Sukodono, dan Lutfi Rosyid bantuan usaha ternak puyuh warga dusun krajan gang makam desa Blukon lUmajang.
Memastikan Ketepatan Sasaran dan Kepatuhan SAI
Pengawasan ketat oleh Satuan Audit Internal ini berfokus pada dua hal utama:
Ketepatan Sasaran Penyaluran: Memastikan bantuan diterima oleh mustahik yang berhak dan sesuai dengan kriteria keutamaan program BAZNAS.
Kepatuhan Pelaporan sesuai SAI: Mengawal seluruh proses penatausahaan dan pelaporan keuangan agar selaras dengan Standar Audit Internal (SAI) BAZNAS, sehingga akuntabel dan transparan.
Langkah ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Lumajang dalam menjaga kepercayaan muzakki dan masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan terpuji, setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lumajang.
BERITA20/08/2026 | Humas
Senyum Kemerdekaan: 8 Siswa Jatiroto Terima Bantuan Sepeda dari BAZNAS Lumajang
Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan melalui program Lumajang Cerdas. Bantuan berupa unit sepeda tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Kecamatan Jatiroto kepada 8 siswa SMAN dan SMKN Jatiroto yang terindikasi rentan putus sekolah, Senin 17/08/2026.
Penyerahan bantuan ini yang senilai Rp. 15.100.000,- (lima belas juta seratus ribu rupiah) menjadi momen istimewa di tengah kemeriahan peringatan hari kemerdekaan. Program ini bertujuan untuk meringankan beban transportasi siswa menuju sekolah sekaligus memacu semangat belajar para generasi muda agar dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa terkendala masalah akses mobilitas khususnya bagi siswa-siswi yang terindikasi rentan putus sekolah dan yang putus sekolah.
Turut menyaksikan dalam penyerahan bantuan sepeda BAZNAS Lumajang, Camat Jatiroto, Kapolsek dan Koramil Jatiroto serta 6 kepala desa se kecamatan Jatiroto, pengurus MWC Nahdlotul Ulama, pimpinan cabang Muhammadiyah dan beberapa toko masyarkat di kecamatan Jatiroto.
Pihak BAZNAS Lumajang menyampaikan bahwa bantuan sepeda ini difokuskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang jarak rumah ke sekolah cukup jauh. Melalui semangat kemerdekaan, BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan demi masa depan anak-anak di Kabupaten Lumajang, ungkap Drs. H. Aminuddin wakil ketua III BAZNAS kabupaten Lumajang.
Suasana haru turut menyelimuti acara saat salah satu orang tua siswa penerima bantuan mengungkapkan rasa syukurnya. Di tengah kondisi perekonomian yang serba terbatas, ia sempat merasa cemas dan patah semangat memikirkan kelanjutan pendidikan anaknya. Namun, dengan adanya bantuan sepeda ini, senyum dan optimismenya kembali membuncah. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menyalakan kembali semangat para orang tua untuk terus berjuang dan mendampingi anak-anak mereka menuntut ilmu hingga lulus.
Para siswa penerima bantuan beserta pihak sekolah dan Pemerintah Kecamatan Jatiroto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian BAZNAS Lumajang. Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu kelancaran akses sekolah harian, tetapi juga memotivasi para siswa untuk meraih prestasi yang lebih baik.
BERITA17/08/2026 | Humas
UPZ Lokakarya Candipuro Adakan Pelatihan Ternak Puyuh
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Lokakarya Candipuro menunjukkan komitmen nyatanya dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), UPZ Lokakarya menggelar pelatihan Budidaya Ternak Puyuh Petelur yang berlangsung hangat dan penuh semangat di Markas Besar 'Bolo e Guse' Candipuro, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga tukang bangunan—ini menjadi wadah belajar sekaligus pemantik motivasi untuk menciptakan peluang usaha baru berbasis pemberdayaan lokal.
Ketua Penyelenggara, Rido'i, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan dan pemfasilitasan yang diberikan oleh BAZNAS. Menurutnya, materi yang disajikan oleh narasumber tidak sekadar memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membuka cakrawala wirausaha bagi para peserta.
"Kami sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini. Banyak ilmu praktis yang kami dapatkan tentang tata cara beternak puyuh petelur yang baik. Lebih dari itu, materi yang disampaikan benar-benar menggugah semangat kami untuk mulai berwirausaha, meskipun harus diawali dari skala kecil," ujar Rido'i.
Dalam sesi pelatihan, terungkap bahwa budidaya puyuh petelur memiliki potensi ekonomi bernilai tambah (triple bottom line) yang sangat menjanjikan:
Jasa Pembuatan Kandang: Memanfaatkan keahlian anggota yang berlatar belakang pertukangan untuk memproduksi kandang mandiri hingga siap dipasarkan.
Penjualan Telur Puyuh: Hasil produksi harian yang memiliki pasar luas dan dapat langsung diserap oleh pasar lokal.
Pemanfaatan Limbah Kotoran: Diolah menjadi pupuk organik berkualitas untuk mendukung sektor pertanian anggota.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lokakarya, Arif Rahman Hakim (Gus Arif), menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremoni akademis. Pihaknya berkomitmen mengawal hasil pelatihan hingga tahap implementasi kerja nyata.
"Hasil pelatihan ini tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar teori semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Tujuan utama kami adalah membantu anggota komunitas 'Bolo e Guse' dan masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan, sehingga kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan keluarga benar-benar terwujud," tegas Gus Arif.
Melalui langkah konkret ini, UPZ Lokakarya Candipuro bersama BAZNAS membuktikan bahwa zakat dan pemberdayaan berbasis komunitas mampu menjadi pilar utama dalam mencetak masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
BERITA15/08/2026 | Lukman Hakim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.
Lihat Daftar Rekening →