Berita Terbaru
BAZNAS Lumajang Resmi Lantik 10 Relawan Baru BTB Hadapi Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang resmi melantik dan membekali 10 personil tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melalui kegiatan pelatihan kebencanaan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar sejak Sabtu hingga Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Aula PTPN XII Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.
Pembentukan dan pelatihan tim relawan BTB ini merupakan langkah strategis BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan personel di lapangan. Mengingat potensi ancaman bencana alam yang cukup tinggi di wilayah Lumajang, keberadaan tim yang tanggap dan terlatih menjadi krusial untuk meminimalkan dampak krisis kemanusiaan.
Hadir dalam acara ini diantaranya ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang Drs. H. M. Nur Sjahid, MA, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Ahmad Lukman Hakim, SE, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Suharyo, SH, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan Drs. H. Aminuddin, serta amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Lumajang.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menerima materi intensif yang difokuskan pada manajemen tanggap darurat, teknik asesmen cepat kebutuhan korban bencana, serta simulasi penanganan teknis di lokasi terdampak. Pelatihan ini dirancang agar para relawan memiliki ketahanan fisik, mental, dan keahlian teknis saat diterjunkan dalam kondisi darurat.
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua pemateri pakar yang merupakan Analis Kebencanaan Ahli Pertama dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, yaitu M. Birul Arif, S.N. dan Kustari Sumardi, SE. Kehadiran pemateri dari BPBD memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan bencana nasional khususnya di kabupaten Lumajang.
Dengan dilantiknya 10 personil baru relawan BTB ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang nomor 56/SK/BAZNAS.LMJ/VII/2026 tanggal 9 juli 2026, BAZNAS Kabupaten Lumajang berharap sinergi dan koordinasi dengan BPBD serta pemangku kepentingan terkait dapat terjalin semakin kuat. Diharapkan kehadiran tim relawan BTB dapat mempercepat respons kemanusiaan dan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Lumajang.
BERITA26/07/2026 | Humas
Mengangkat Martabat Ekonomi Rowokangkung: Jejak Kepedulian BAZNAS Lewat Program Lumajang Makmur
BAZNAS Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan Lumajang Makmur, bantuan modal usaha dan pendampingan ekonomi disalurkan kepada 21 warga penerima manfaat di kantor Kecamatan Rowokangkung, Rabu 22/07/2026.
Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan modal sekaligus napas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat agar mampu mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Sedangkan 21 pelaku UMKM berasal dari desa Kedungrejo, Dawuhan Wetan, Rowokangkung, Sidorejo, Sumbersari, Nogosari dan desa Sumberanyar yang setiap desa terpilih 3 orang dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang Nur Sjahid menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bantuan, tetapi juga pada upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.
"Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui bantuan modal bagi 21 warga di Rowokangkung ini, kami berharap dapat mengangkat martabat ekonomi keluarga penerima manfaat sehingga mereka kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki ataupun munfiq," ujarnya.
Para penerima manfaat yang terdiri dari pedagang kecil, pengrajin, dan pelaku usaha rumahan menyambut baik bantuan tersebut. Bantuan modal usaha ini dinilai sangat tepat sasaran dalam membantu keterbatasan modal yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha mereka di desa.
Disamping itu kegiatan ini juga dibekali sosialisasi bagi unit pengumpul zakat (UPZ) Desa oleh wakil ketua I bidang pengumpulan Ahmad Lukman Hakim sebagai amunisi bagi para pengurus di tingkat desa dalam optimalisasi ZIS serta informasi mekanisme kerjanya agar lebih maksimal.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat, program Lumajang Makmur diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Lumajang.
BERITA22/07/2026 | Humas
Dukung Ekonomi Umat, BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan UMKM Program Lumajang Makmur di Tekung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus bergerak masif dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan mendongkrak perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan "Lumajang Makmur", BAZNAS Lumajang secara resmi menyerahkan bantuan modal usaha kepada 24 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Kecamatan Tekung, Kamis 16/07/2026.
Bantuan ini diserahkan langsung kepada para penerima manfaat dengan harapan dapat menjadi stimulus segar bagi keberlangsungan usaha mikro di tingkat desa. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS untuk mengoptimalkan pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara produktif, ungkap Drs. Nur Sjahid, MA Ketua BAZNAS Lumajang
Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi berupa modal usaha, tetapi juga menitikberatkan pada proses pendampingan yang konsisten, karena di kecamatan tekung terdapat 8 desa, maka sementara penerima manfaat terbatas kuotanya setiap desa hanya untuk 3 orang pelaku usaha.
"Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diterima dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, para pelaku usaha ini nantinya akan dibina agar tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki berkah dalam bertransaksi secara Islami," ujarnya.
Pihak Kecamatan Tekung turut menyambut hangat dan mengapresiasi kolaborasi strategis ini. Kehadiran BAZNAS dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memetakan serta menyelesaikan persoalan ekonomi di tingkat bawah secara tepat sasaran.
Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Lumajang menargetkan adanya transformasi nyata pada diri para pelaku usaha. Diharapkan, dengan modal usaha dan pembinaan yang diberikan, para penerima manfaat (Mustahiq) kelak dapat mandiri secara ekonomi dan naik kelas menjadi orang yang gemar berbagi.
BERITA16/07/2026 | Humas
Sinergi Kepedulian: BAZNAS Lumajang dan Kodim 0821 Hadirkan Rumah Layak Huni di TMMD ke-129
Kolaborasi nyata demi kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan di bumi Lumajang. Menggandeng Kodim 0821 Lumajang dalam bingkai kemanunggalan, BAZNAS Kabupaten Lumajang secara resmi menyerahkan bantuan program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) kepada lima keluarga penerima manfaat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Rabu 15 Juli 2026.
Diantara 5 penerima manfaat program bantuan renovasi RUTILAHU yaitu Ibu Ety (54th) warga dusun Lembenah RT.02 RW.05 beliau seorang disabilitas dengan memiliki dua anak, Ibu Saninten Tuha (78) dan Ibu Sumana (36) adalah warga RT.03 RW.05, Ibu Sumina (54) RT.04 RW.05 dan Bapak Suyetno (48) warga RT.01 RW.05 keseluruhan warga desa Ledoktempuro kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang dengan menerima bantuan masing masing Rp. 7.500.000,-.
Hadir dalam penyerahan bantuan RUTILAHU antara lain Bupati Lumajang, Dandim 0821, Kapolres Lumajang, Camat Randuagung, Wakil ketua II Bidang Pendistribusian H. Suharyo dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM dan Amil BAZNAS Lumajang Arif Rohman Hakim, S.Pd.I, Kepala Desa Ledoktempuro, panitia TMMD ke 129 dan tokoh masyarakat desa.
Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu pilar penting dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-129. Program sinergis ini tidak sekadar memperbaiki dinding dan atap yang rapuh, melainkan membangun kembali harapan baru bagi warga yang membutuhkan.
Sentuhan Hangat di Ledoktempuro
Desa Ledoktempuro seketika diliputi haru dan syukur saat tim gabungan dari BAZNAS dan personil Kodim 0821 meninjau langsung hunian para mustahik. Kelima penerima manfaat kini bisa tersenyum lega, melepaskan kekhawatiran dari dinginnya malam dan ancaman kebocoran di kala hujan deras melanda.
Bagi BAZNAS Lumajang, kolaborasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikemas dalam program produktif dan berdaya sasaran makro. Sementara bagi Kodim 0821, keterlibatan aktif ini mempertegas peran TNI yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.
"Kerja sama ini membuktikan bahwa ketika lembaga amil zakat dan TNI bergerak bersama, akselerasi pengentasan kemiskinan dan penyediaan infrastruktur dasar bagi warga prasejahtera dapat diwujudkan dengan lebih cepat, kokoh, dan tepat sasaran."
Membangun Masa Depan yang Lebih Sehat
Hunian yang layak adalah hulu dari keluarga yang sehat dan tangguh. Melalui renovasi RTLH ini, diharapkan tidak hanya aspek estetika bangunan yang berubah, melainkan juga kualitas kesehatan, produktivitas, hingga indeks kebahagiaan para penerima manfaat ikut terdongkrak naik.
Sinergi apik antara BAZNAS Lumajang dan Kodim 0821 di ajang TMMD ke-129 ini menjadi potret nyata bahwa gotong royong adalah kunci utama dalam membangun daerah dari pinggiran. Semoga langkah mulia ini terus konsisten menular ke wilayah-wilayah lain demi terwujudnya Lumajang yang sejahtera dan penuh berkah.
BERITA15/07/2026 | Humas
420 Senyuman di Bulan Muharram: Bukti BAZNAS Lumajang Cinta Anak Yatim Dhuafa
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pendopo Aryawiraraja Kabupaten Lumajang. Sebanyak 420 anak yatim dan dhuafa dari berbagai penjuru wilayah se-Kabupaten Lumajang berkumpul bersama dalam acara Santunan Anak Yatim dan Dhuafa menyambut bulan suci Muharram 1448 Hijriyah yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang.
Acara yang mengusung semangat kepedulian ini dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma. Turut hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Lumajang, perwakilan Kementerian Haji, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang, serta jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat ini menjadi simbol kuat sinergi dan komitmen bersama dalam memuliakan serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam sambutannya, pihak BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan di bulan Muharram, melainkan wujud nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat Lumajang yang dikelola secara amanah untuk membasuh air mata dan mengukir harapan baru bagi masa depan anak-anak yatim dhuafa.
Suasana kian menyentuh saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Sorot mata bahagia dan senyuman tulus terpancar dari wajah 420 anak yatim saat menerima perhatian dan pelukan kasih sayang langsung dari Bupati, Wakil Bupati, dan para undangan yang hadir. Momentum ini seolah menegaskan bahwa mereka tidak sendiri; ada hangatnya keluarga besar Kabupaten Lumajang yang selalu siap mendekap dan mendukung mimpi-mimpi mereka.
Melalui momentum berkah Muharram 1448 H ini, BAZNAS Lumajang berharap aksi nyata ini dapat mengetuk lebih banyak hati para muzzaki untuk terus saling berbagi, sehingga tidak ada lagi anak yatim dan dhuafa di Lumajang yang merasa kehilangan harapan.
Acara santunan anak yatim diakhiri dengan launching majalah BAZNAS edisi perdana bulan juli 2026 dan gerakan Lumajang Bersedekah yang diawali penyerahan sedekah secara pribadi oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang diikuti jajaran FORKOPIMDA, Kepala Dinas dan Camat yang hadir.
BERITA09/07/2026 | Fuad
Sambangi Lansia Bersaudara, Bupati dan Wabup Lumajang Antar Langsung Bantuan
Tuka : Saya Semalem Gak Bisa Tidur, karena Bunda Mau Hadir
Disela sela kesibukannya, Bupati Indah Amperawati dan Wabub Yudha Aji Kusuma, kembali menyempatkan nyambangi warganya. Kali ini giliran tiga Lansia kakak beradik warga RT03/28 kelurahan Tompokersan.
Ketiga Lansia Kakak beradik itu adalah,Tuka (75), Karima(70) dan Rasmi(65) yang mengaku sangat senang dan gak bisa tidur ketika Bupati dan wakil Bupati mau hadir menjenguknya.
"Semalem saya Sampek gak bisa tidur, karena dikabari disambangi Bupati," kata Tuka kepada Bunda Indah yang saat itu mengajaknya dialog.
Bunda Indah dan Mas Wabub hadir langsung ke rumah sewa ketiga Lansia Kakak beradik tersebut, Senin (6/7/2026) pukul 10.00 wib. Beberapa Kelapa OPD, Camat dan Lurah setempat juga juga terlihat menyertainya dengan bersepeda motor.
Sekedar diketahui, ketiga Lansia Kaka beradik itu tinggal di rumah sewa ukuran kecil dengan pekerjaan seadanya . " Kadang ngasak ke sawah, dan jual telur ayam kampung peliharaanya." Telornya tidak banyak . Kadang ada 8, kadang 10 butir," terang Tuka saat ditanya.
Melihat keterbatasan ekonomi warganya itu, Bundah Indah langsung menawarkan fasilitas pemerintah yang sudah tersedianya. Yakni, ditawarkan fasilitas asrama Jumpo. " Mau ya kalau dipindah kesana," kata Bunda berharap.
Saat ditanya Ketiga Lansia itu tetap menjawab tidak mau pindah. Bahkan, untuk meyakinkan mereka , Bunda Indah menerangkan detail fasilitas asrama jumpo. " Di sana itu enak. Kasurnya empuk, makanya terjamin dan rumahnya juga bagus dan tidak nyewa. Mau ya...," harap Bunda Indah lagi. Namun pada pendirian semula, ketiganya tidak mau pindah." Kalau begitu , tolong kebutuhan mereka dipenuhi. Dipasangkan air PDAM juga," tegas Bunda.
Sementara sisi lain, ada gayung bersambut dari BAZNAS Lumajang. Ternyata ke tiga lansia kakak beradik tersebut telah menjadi Mustahik rutin selama dua tahun lebih. " Jadi ketiganya merupakan dhuafa yang kita santuni tiap bulan," kata Fauzi Amil BAZNAS Kabupaten Lumajang.
BERITA06/07/2026 | Lukman Hakim
3 Mundur, 1 Tumbang! Heboh dan Haru Khitanan Massal di Kantor Kecamatan Senduro
Riuh rendah suara anak-anak mewarnai Aula Kantor Kecamatan Senduro. Ada yang menatap langit-langit dengan tegang, ada yang menggenggam erat tangan ibunya, dan tak sedikit pula yang sudah sesenggukan bahkan sebelum jarum suntik menyentuh kulit. Hari itu, BAZNAS Kabupaten Lumajang menggelar agenda khitanan massal pamungkas mereka. Namun, siapa sangka, magnet perhatian justru bukan datang dari para peserta, melainkan dari seorang kakak perempuan yang setianya luar biasa.
Ketika Nyali Ambyar Sebelum 'Perang'
Khitanan massal selalu punya cerita unik tersendiri. Dari 20 anak yang semula terdaftar dalam data panitia, atmosfer ketegangan di lokasi rupanya sukses menciutkan nyali sebagian peserta. Alhasil, tiga anak memilih "mundur teratur" alias batal dikhitan karena didera rasa takut yang amat sangat.
"Ada yang menangis, ada yang tenang. Namanya juga anak-anak," ujar dr. Mala, Kepala Puskesmas Senduro yang mengawal langsung jalannya prosesi medis sejak awal.
Menurut dr. Mala, durasi khitan tiap anak memang tidak bisa disamaratakan. Semua bergantung pada tingkat ketenangan si bocah. "Kalau tidak rewel, prosesnya bisa sangat cepat," imbuhnya sembari tersenyum.
Pingsan Demi Sang Adik
Di tengah riuhnya jerit tangis dan tawa di dalam ruangan, sebuah insiden mengejutkan sekaligus menggelitik terjadi. Hafiza, seorang remaja putri berusia 17 tahun asal Dusun Gempol, Desa Pandansari, tiba-tiba ambruk.
Siang itu, Hafiza berniat menjadi kakak yang suportif. Ia berdiri tegap di samping adiknya, Ahmad Maulana (6), yang sedang bersiap dikhitan. Namun, begitu prosesi medis dimulai, wajah Hafiza mendadak pias. Tubuhnya lemas, dan dalam hitungan detik, ia langsung roboh ke lantai.
"Mungkin dia terlalu sayang dan gak tega melihat adiknya disunat. Tiba-tiba saja tubuhnya lemas lalu pingsan," kenang dr. Mala menceritakan momen dramatis tersebut.
Sontak saja, perhatian tim medis dan pengunjung yang awalnya tertuju pada anak-anak yang dikhitan, langsung terpecah. Gadis remaja itu segera digotong oleh petugas menuju kursi ruang tamu. Berkat kesigapan tim medis yang memberikan pertolongan pertama berupa pijatan di tangan dan kaki, Hafiza akhirnya siuman beberapa menit kemudian, tersenyum malu mendapati dirinya justru menjadi pusat perhatian.
Dua Jam yang Sukses dan Lancar
Meski sempat diwarnai drama pingsan dan mundurnya beberapa peserta, aksi sosial yang digawangi BAZNAS ini terbilang sangat sukses. Proses khitan bagi 17 anak tersisa terbilang kilat, hanya memakan waktu sekitar dua jam saja—dimulai pukul 08.00 WIB dan rampung tepat pukul 10.00 WIB.
Kecamatan Senduro sendiri menjadi destinasi penutup dari rangkaian panjang program khitanan massal BAZNAS di 10 Kecamatan diantaranya Sumbersuko, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, Gucialit, Padang, Randuagung dan Kedungjajang.
"Selama dua hari ini kami bergantian memantau pelaksanaan khitan di tiap kecamatan dan puskesmas. Hari ini adalah hari terakhir. Dan Alhamdulillah, semua berjalan lancar," tutur Imron Baidowi, Amil BAZNAS Lumajang dengan nada lega.
Khitanan massal di lereng Senduro hari itu mungkin telah usai, namun kisah tentang tiga anak yang mundur karena takut, serta seorang kakak yang tumbang karena cinta, akan terus menjadi buah bibir yang menghangatkan hati masyarakat Pandansari.
BERITA27/06/2026 | Lukman Hakim
Kisah Puluhan Pelaku Usaha Mikro Siap Menjadi UPZ
Suasana hangat menyelimuti Teras Cafe Nusantara di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT) Lumajang, Selasa (22/6/2026). Sore itu, kepulan asap kopi berpadu dengan obrolan penuh semangat dari puluhan pelaku usaha ekonomi mikro. Mereka yang sehari-hari bergelut dengan peluh di jalanan—mulai dari penjual kopi gendong yang biasa mangkal di seputaran Alun-Alun, pedagang di Jalan Abu Bakar, kawasan sirip Imam Suja'i dan Sultan Agung, hingga para penjual mainan anak-anak—berkumpul dengan satu tekad: naik kelas dalam urusan berbagi.
Di bawah bendera Paguyuban UMKM Teras Nusantara, sekitar 40 pelaku usaha mikro ini sengaja mengundang pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang. Agendanya bukan untuk meminta bantuan modal, melainkan sebaliknya: mereka ingin bersosialisasi dan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara resmi. sebuah langkah nyata untuk mengubah posisi, dari penerima manfaat menjadi pemberi keberkahan.
"Kami sadar, bila sesuatu dilakukan secara bergotong royong, semuanya akan berjalan dengan baik," ujar Guntur, Koordinator Paguyuban UMKM Teras Nusantara dengan nada optimis.
Sinergi Tanpa Ribet
Keputusan para pedagang kecil ini untuk bergotong-royong lewat jalur Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) bukanlah tanpa alasan. Guntur kemudian berkisah tentang pengalaman pribadinya yang menyentuh hati. Suatu ketika, ia dihadapkan pada kesulitan saat mencoba menolong seorang warga yang membutuhkan biaya pengobatan darurat. Dalam kondisi buntu, ia mencoba "sambat" (mengadu) ke BAZNAS Lumajang.
"Waktu itu saya menolong orang berobat. Saya langsung bersinergi dengan BAZNAS, dan ternyata prosesnya sama sekali tidak ribet. Langsung dibantu," kenang Guntur singkat namun sarat emosi.
Pengalaman nyata itulah yang menghapus keraguan di hati para anggota paguyuban. Ketika BAZNAS menyarankan pembentukan UPZ sebagai perpanjangan tangan dalam menghimpun dana sosial keagamaan, para pelaku usaha mikro ini langsung menyambutnya dengan tangan terbuka. "Kami sangat siap untuk bersedekah atau berinfaq dengan menyisihkan sebagian keuntungan hasil berdagang kami," tegas Guntur.
Legalitas untuk Usaha Kecil
Langkah progresif dari para pedagang kecil ini mendapat apresiasi tinggi dari BAZNAS Lumajang. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, SE., menjelaskan bahwa pembentukan UPZ di tingkat UMKM merupakan strategi penting dalam optimalisasi pengumpulan dana ZIS. Lebih dari itu, langkah ini memberikan payung hukum bagi gerakan sosial di akar rumput.
"Pembentukan UPZ untuk usaha kecil ini bertujuan membantu para pelaku usaha agar bisa mengelola dana zakat, infak, dan sedekah mereka secara legal di bawah naungan resmi BAZNAS," papar pria yang akrab disapa Lukman ini.
Namun, untuk mengesahkan gerakan ini, ada beberapa syarat administratif yang harus dipenuhi oleh Paguyuban Teras Nusantara. Mulai dari mengajukan surat permohonan resmi, menyusun struktur kepengurusan (yang terdiri dari Penasihat, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara), hingga mencantumkan estimasi skala potensi ZIS serta jumlah anggota. "Jika semua syarat itu sudah terkonfirmasi dan valid, maka SK UPZ akan segera kami terbitkan," tambahnya.
Magnet Akademis
Gerakan unik di mana para pedagang kecil berinisiatif mendirikan lembaga filantropi ini ternyata menarik perhatian dunia akademis. Siang itu, selain dihadiri oleh tiga pimpinan BAZNAS Lumajang, acara sosialisasi juga dihadiri oleh dua orang utusan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Gama Lumajang.
Kehadiran para akademisi ini bukan tanpa tujuan. Mereka datang untuk mengamati langsung sebuah fenomena sosial-ekonomi yang menarik: bagaimana sebuah lembaga besar seperti BAZNAS mampu membangun sinergi yang begitu cair dan menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat mikro.
Dari secangkir kopi gendong dan mainan anak-anak di sudut Alun-Alun, para pelaku usaha mikro di Lumajang ini sedang menulis cerita baru. Mereka membuktikan bahwa kemiskinan atau keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk menjadi pahlawan bagi sesama. Melalui UPZ Teras Nusantara, mereka siap membuktikan bahwa tangan di atas, selamanya jauh lebih baik.
BERITA22/06/2026 | Lukman Hakim
Antusias Warga Ikuti Skrining Telinga, Wakil Bupati Jadi Sasaran Selfi
Kegiatan bakti sosial skrining dan bersih-bersih telinga yang digelar BAZNAS Lumajang bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung (PERHATI) dan Himpunan Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Komda Lumajang di kantor BAZNAS Lumajang Jl. Slamet Riyadi No. 42A Gg. H. Atok, Sabtu 20/6/2026, berlangsung meriah, dari ratusan peserta yang mendaftar secara online, masih terdapat warga yang mendaftar secara dadakan.
Antusias warga ini terlihat saat mereka tidak ingin beranjak untuk mengikuti seluruh rangkain proses acara, mulai dari edukasi soal perawatan telinga, bersih - bersih telinga dan skrining pendengaran.
"Kami tidak mau beranjak, acaranya asyik dan menyenangkan," kata Fatoni salah satu peserta. Sisi lain, kehadiran Wakil Bupati Lumajang, Yudha Aji Kusuma menjadi daya tarik sendiri bagi peserta.
Kehadiran Wabub bukan hanya sekedar simbul perhatian pemerintah, tetapi tidak sedikit peserta yang mengajaknya Selfi. "Pak Wabub orangnya cool, sopan dan ganteng," terang Ida salah satu peserta wanita yang gak sungkan mengajak Wabub Yudha untuk berselfi.
Sekedar diketahui, Wabub Yudha Aji Kusuma hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung program BAZNAS Lumajang terkait kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Lumajang.
"Sebenarnya Bupati juga mau hadir, tetapi beliau ada zoom dengan kementerian. Acaranya juga mendadak," terang Wabub.
Wabub Yudha hadir di acara bersih bersih telinga ini menggunakan motor vespa, didampingi dengan beberapa ajudan yang juga menggunakan motor. Ditanya kenapa pakek motor vespa sendiri beliau menjawab" Saat ini Lumajang sedang efisiensi anggaran, Pejabat harus memberikan contoh," tegasnya
Sementara itu, Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. M. Nur Sjahid M.A menyampaikan bahwa acara ini terselenggara dan berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh tim panitia yang telah mempersiapkan acara."Saya bangga acaranya berjalan lancar dan baik," pungkasnya.
BERITA20/06/2026 | Lukman Hakim
Air Mata Syukur Seorang Ibu: Senyum Baru Adi di Atas Kursi Roda
Hamidah : "Allah Sogih Nak (Allah kaya)"
Kadang, ucapan syukur tak harus menunggu rejeki yang banyak bagi sebagian orang. Hamidah (60) , warga desa Tekung kecamatan Tekung Lumajang, berkali kali menyebut nama Allah ketika dibantu sebuah kursi roda untuk anaknya Adi Suprapto (26) yang menderita disabilitas.
" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar. Allah Sogih Nak ( Allah kaya)," serunya kepada anaknya yang saat itu diangkat untuk didudukan dikursi roda baru pemberian Baznas Luamajang.
Adi, panggilan akrab anak wanita berlogat madura itu, anaknya menderita disabilitas sejak lahir. Keadaan Adi, selain mengandalkan kursi roda karena tidak bisa berjalan, juga ada gangguan mental yang dideritanya.
"Sejak lahir sudah kayak begini keadaan Adi, Pak,"kata Hamidah, sambil mengusap air liur yang hampir setiap saat menetes dari bibir anaknya.
Awalnya, Adi yang sedang tiduran di atas kasur kamarnya kemudian diangkat dengan dibantu staf BAZNAS untuk didudukan di atas kursi roda baru. Disampingnya terlihat, kursi roda usang dengan bantalan kursi kain sarung bekas.Dan terlihat pula lilitan tali karet ban bekas mobil. "Ini dililit karet ban bekas, karena sudah patah", kata Hamidah lugas.
Hamidah tak henti hentinya mengucap syukur. Dihadapan petugas Baznas , Hamidah mengaku sangat berterima kasih karena anaknya diberi kursi roda baru. "Ternyata masih banyak orang yang neser( kasihan) sama Adi. Allahu akbar", katanya sambil terus terusan mengucap kata kebesaran Allah.
Wakil Ketua II bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H.Suharyo, mengatakan, pemberian kursi roda ini hanya sebagian kecil yang didistribusikan BAZNAS Lumajang kepada pihak yang membutuhkan. "Pendistribusian kursi roda ini bagian kecil dari Program Lumajang sehat", katanya saat penyerahan kursi roda di rumah Adi Suprapto desa tekung, 15/06/2026.
Diterangkan Suharyo, di BAZNAS Lumajang ada lima program yang saat ini sedang trend dan diminati oleh para penerima manfaat. Yakni, ada Lumajang sehat, cerdas, makmur, peduli dan Lumajang Taqwa. semua program itu menduduki trend yang sangat signifikan. "Artinya banyak warga yang membutuhkannya", jelasnya.*
BERITA15/06/2026 | Lukman Hakim
Hewan Qurban Di Lumajang mencapai Rp. 48,2 Milyar
Geliat Syiar Qurban di Lumajang, menembus batas nominal, mengetuk berkah
Kepedulian masyarakat di kabupaten Lumajang dalam menunaikan syariat agama kembali menorehkan cerita membanggakan. Di tengah bayang-bayang fluktuasi ekonomi dan lonjakan nilai tukar dolar yang sempat menyentuh angka Rp. 18.000,- semangat berkorban warga Bumi Semeru ini justru tak mengendur sedikit pun. Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi geliat dan ketahanan ekonomi masyarakat setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, tercatat sebanyak 9.571 ekor hewan kurban berhasil disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah lalu.
"Data klasifikasi yang kami terima menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat, yakni terdiri dari 4.444 ekor domba, 3.631 ekor kambing, dan 1.496 ekor sapi," ungkap Imtihanah, salah satu amil kabid pengumpulan BAZNAS Kabupaten Lumajang.
Nilai Perputaran Ekonomi yang Fantastis
Tidak sekadar angka statistik, jika dikonversikan ke dalam jumlah rupiah, nominal kurban di Lumajang pada musim tersebut terbilang sangat masif.
"Jika dirupiahkan secara keseluruhan, angkanya bisa mencapai Rp. 48,2 Miliar," tegas wanita berhijab yang akrab disapa mbak Hana ini.
Lonjakan nilai ini juga dipicu oleh sedikit kenaikan harga jual hewan ternak di pasaran menjelang Idul Adha. Untuk rata-rata hewan kurban yang memenuhi syarat dan layak sembelih, harga domba berada di kisaran Rp. 2.500.000 per ekor, kambing Rp. 2.000.000 per ekor, sedangkan untuk sapi menyentuh angka Rp. 20.000.000 per ekor.
Tingginya angka partisipasi kurban ini menjadi bukti nyata bahwa bagi masyarakat Lumajang, ibadah dan kepedulian sosial adalah prioritas yang bergerak selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
BERITA11/06/2026 | Lukman Hakim
Menjaring Jiwa Kemanusiaan: 18 Calon Relawan BTB Ikuti Seleksi Wawancara di BAZNAS Lumajang
Setelah periode tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lumajang berakhir bulan april 2026 lalu, maka rekrutmen calon relawan BTB kabupaten Lumajang telah melalui tahapan seleksi administrasi mulai pendaftaran tanggal 2-9 Juni 2026, dilanjutkan tes wawancara 11 Juni 2026 dan akan diumumkan hasil tes wawancara seleksi calon relawan BTB kabupaten Lumajang pada hari jum'at 12 Juni 2026.
Langkah kaki penuh kemantapan berderap menuju Kantor BAZNAS Kabupaten Lumajang. Hari ini, suasana kantor terasa berbeda dari biasanya. Ada energi muda yang meluap, sarat akan semangat pengabdian dan solidaritas sosial. Sebanyak 18 pemuda-pemudi terpilih berkumpul untuk mengikuti tahapan krusial: tes wawancara calon relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), kamis, 11 Juni 2026.
Bukan sekadar formalitas di atas kertas, seleksi wawancara ini merupakan jembatan untuk menguji ketangguhan mental, komitmen, serta kesiapan fisik para calon garda terdepan kemanusiaan. Mengingat geografis Kabupaten Lumajang yang akrab dengan potensi bencana alam, kehadiran relawan yang cakap dan berintegritas menjadi sebuah kebutuhan mutlak.
Menggali Komitmen di Ruang Penguji
Satu per satu peserta dipanggil memasuki ruang wawancara. Di hadapan para penguji dari jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Lumajang, para calon relawan ini dicecar dengan berbagai pertanyaan strategis. Mulai dari motivasi personal, pemahaman dasar manajemen bencana, hingga simulasi psikologis saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
"Kami tidak hanya mencari mereka yang sekadar mau bergerak, tetapi yang memiliki ketahanan mental dan ketulusan hati yang siap diuji dalam kondisi paling ekstrem sekalipun," ujar salah satu tim penguji di sela-sela kegiatan.
Ketegangan yang sempat menyelimuti ruangan perlahan mencair, berganti dengan paparan visi-visi kemanusiaan yang luar biasa dari para peserta. Ragam latar belakang peserta—mulai dari mahasiswa, aktivis organisasi, hingga pemuda lokal—memperkaya warna kesiapan BTB Lumajang ke depan.
Menuju Garis Depan Kemanusiaan
Setelah melewati tahapan wawancara intensif ini, para peserta yang lolos nantinya akan dibekali dengan berbagai pelatihan khusus (diklat) kebencanaan, mulai dari teknik evakuasi, pertolongan pertama, hingga manajemen logistik dan trauma healing.
Melalui proses seleksi yang ketat ini, BAZNAS Kabupaten Lumajang berharap 18 calon relawan ini dapat bertransformasi menjadi personel BTB yang responsif, profesional, dan berjiwa santun. Ketika bencana memanggil, mereka adalah senyum pertama yang hadir untuk meringankan beban sesama.
BERITA11/06/2026 | Humas
Nestapa di Bawah Gunung Penawungan: Perjuangan Buruh Serabutan Besarkan 3 Anak di Rumah Tak Layak
Program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan hunian layak masih menjadi tantangan nyata di pelosok Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil survei lapangan terbaru mengenai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Curah Windu RT.08 RW.03 Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, ditemukan kondisi salah satu warga yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan segera, Selasa (08/06/2026).
Adalah Nursiman Ali Rahman (36), seorang ayah yang harus berjuang menghidupi tiga anaknya yang masih kecil di tengah keterbatasan ekonomi yang menghimpit.
Bertahan di Rumah Bambu yang Rapuh
Tim surveyor diantaranya wakil ketua I dan wakil ketua II BAZNAS Lumajang, kepala amil pelaksana dan tim Program Lumajang Peduli yang mendatangi lokasi menyampaikan bahwa kondisi kediaman keluarga kecil ini jauh dari kata layak dan sehat. Rumah yang mereka tinggali hanya beralaskan tanah liat yang kering dan berdebu saat kemarau, namun berubah menjadi lembap dan becek ketika musim hujan tiba.
Dinding rumah mereka terbuat dari anyaman bambu (gedek) dipenuhi lubang di berbagai sudut. Saat malam hari, angin kencang khas kawasan perbukitan Ranuyoso langsung menembus ke dalam rumah, memaksa ketiga anak Pak Ali tidur dengan mendekap rasa dingin.
Perjuangan Yatim Sejak Balita
Kehidupan keras seolah sudah akrab bagi Pak Ali. Berdasarkan profil yang dihimpun, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini sudah pernah berstatus sebagai anak Piatu sejak dirinya masih berusia 2 tahun, lalu diasuh oleh kakek neneknya. Kehilangan figur ibu sejak balita membuatnya tumbuh mandiri tanpa sempat merasakan fasilitas pendidikan dan ekonomi yang mumpuni.
Kini, sejarah keprihatinan itu seolah membayangi anak-anaknya, Sejak berpisah dengan ayah sepeninggal ibunya, Pak Ali harus berperan lebih keras bagi ketiga buah hatinya.
"Kalau hujan, bagian belakang bocor semua. Saya cuma bisa memeluk anak-anak di sudut yang agak kering supaya tidak kedinginan. Mau memperbaiki rumah, jangankan buat beli semen, untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah anak saja saya harus cari utangan kalau tidak ada yang menyuruh kerja," ungkap Pak Ali dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai tim survei.
Menanti Uluran Tangan dan Respon Cepat
Hasil survei RTLH ini menegaskan perlunya intervensi cepat dari pihak-pihak terkait. Jarak Desa Penawungan yang berada di wilayah utara Lumajang tidak boleh menjadi hambatan bagi hadirnya keadilan sosial.
Kondisi Pak Ali telah masuk ke dalam daftar prioritas usulan bantuan program renovasi rumah, baik melalui program pemerintah daerah maupun lembaga filantropi eksternal. Diharapkan ada sinergi cepat dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, Desa Penawungan serta lembaga sosial seperti BAZNAS Lumajang untuk segera menyalurkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
Sebab, bantuan untuk Pak Ali bukan sekadar tentang membangun dinding kokoh atau menyemen lantai yang rapuh, melainkan tentang mengembalikan hak anak piatu tersebut untuk tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat.
BERITA08/06/2026 | Humas
Komitmen Tanpa Henti: Catatan Filantropi April 2026 BAZNAS Kabupaten Lumajang
Kesenjangan sosial seolah menjadi potret abadi dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. Namun, bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang, realita ini bukanlah alasan untuk berdiam diri. Melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS), lembaga ini terus bergerak menebar manfaat sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap sesama.
Capaian Kuartal Pertama
Berdasarkan rilis data terbaru untuk periode Januari hingga April 2026, BAZNAS Lumajang mencatat telah menyalurkan bantuan kepada 4.367 Mustahik. Ida Santi Yuliana, S.AK., Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Lumajang, mengonfirmasi angka tersebut merupakan akumulasi pendistribusian hingga bulan April tahun ini.
"Hingga semester ini, sudah ada 4.367 penerima manfaat yang merasakan dampak dari dana ZIS yang dikelola BAZNAS," ungkapnya penuh optimis.
Lima Pilar Program Unggulan
Penyaluran bantuan tersebut tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui lima program strategis yang menyasar berbagai sektor kebutuhan masyarakat:
Lumajang Peduli: Menjadi pilar terbesar dengan jangkauan 3.618 penerima manfaat.
Lumajang Taqwa: Menyentuh 287 penerima manfaat di sektor keagamaan.
Lumajang Cerdas: Memberikan akses pendidikan bagi 280 jiwa.
Lumajang Makmur: Mendorong kemandirian ekonomi bagi 111 orang.
Lumajang Sehat: Membantu layanan kesehatan bagi 71 penerima manfaat.
Target besar pun telah dicanangkan. Dalam satu tahun anggaran, BAZNAS Lumajang memproyeksikan mampu menjangkau hingga 10.000 Mustahik.
Lebih dari Sekadar Bantuan Finansial
Namun, BAZNAS Lumajang tidak ingin berhenti pada angka-angka statistik. Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian, Suharyo AP, menegaskan bahwa aspek pembinaan dan pendampingan menjadi kunci utama dalam setiap program.
Fokus utama pendampingan saat ini diarahkan pada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BAZNAS Lumajang memberikan edukasi mengenai tata cara berdagang yang benar dan sesuai syariat (halal).
"Kami tidak hanya mendistribusikan anggaran, juga ingin membekali mereka dengan kemandirian. Harapan besarnya adalah transformasi status; dari mereka yang semula menerima (Mustahik), kelak bisa menjadi pemberi (Munfiq atau Muzaki)," pungkas Suharyo optimis.
BERITA26/05/2026 | Lukman Hakim
Senyum Baru untuk Rumah Sahrul: Tangis Haru Sang Tulang Punggung Muda
Di usianya yang masih sangat muda, Sahrul Hidayatullah harus melipat gandakan kekuatannya. Perpisahan kedua orang tuanya memaksa Sahrul berdiri tegak menjadi kepala keluarga sekaligus tulang punggung utama. Bukan perkara mudah, ia harus berjuang keringat demi menghidupi dan memastikan dua adiknya yang masih usia sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan demi masa depan mereka.
Beban berat itu kini sedikit terangkat. BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir menyalurkan program Bantuan Renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) sebesar Rp. 15.000.000,- untuk Sahrul dan adik-adiknya di Dusun Uranggantung RT.90 RW.13 Desa Jarit, Kecamatan Candipuro.
Rumah yang dulunya retak dan rapuh, kini berganti menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak. Bantuan ini bukan sekadar tentang dinding yang kokoh atau atap yang teduh, melainkan tentang ruang harapan baru bagi tiga bersaudara ini untuk terus merajut impian.
"Terima kasih kepada para mudzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Lumajang. Bantuan Anda telah menghadirkan senyum dan menyalakan kembali harapan di rumah Sahrul."
Mari terus bentangkan kebaikan dan peduli sesama bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang.
BERITA25/05/2026 | Humas
Sinergi Tiga Pilar: Upaya Lumajang Mengangkat Martabat Ekonomi Ummat
Masalah kesenjangan sosial dan ekonomi masih menjadi tantangan besar yang menuntut solusi nyata. Berangkat dari amanat UUD 1945 dan nilai luhur agama untuk menyejahterakan masyarakat, Kabupaten Lumajang kini mengambil langkah konkret. Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag), BAZNAS, dan 11 Lembaga Amil Zakat (LAZ) setempat, sebuah gerakan strategis untuk penguatan ekonomi ummat resmi dicanangkan.
Satu Visi untuk Kesejahteraan
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh khidmat pada Jumat (22/5/2026), Sri Wanti, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, menegaskan pentingnya kesatuan langkah. Menurutnya, ego sektoral harus ditepikan demi satu tujuan mulia: pengentasan kemiskinan.
"Kemenag, BAZNAS, dan LAZ harus memiliki tekad yang sama. Mari kita bersinergi, khususnya di Lumajang, untuk mengangkat harkat ekonomi ummat," ujar Sri Wanti.
Kemenag sendiri telah menggulirkan program Pemberdayaan Ekonomi Ummat (PEU) yang dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat bawah secara berkelanjutan.
Transformasi: Dari Mustahik Menjadi Muzaki
Gayung bersambut, BAZNAS Lumajang menyatakan bahwa sinergi ini selaras dengan peta jalan (roadmap) lembaga mereka. Saat ini, BAZNAS tengah gencar melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa se kabupaten.
Salah satu target ambisius dari program ini adalah aspek transformasi spiritual dan ekonomi. BAZNAS berkomitmen untuk tidak sekadar memberi bantuan konsumtif, tetapi juga membina para Mustahik (penerima bantuan) agar kelak mampu mandiri secara finansial.
"Target kita adalah mengubah profil mereka. Dari Mustahik menjadi Munfiq (pemberi infak), dan pada akhirnya naik kelas menjadi Muzaki (orang yang berzakat)," ungkap salah satu wakil ketua BAZNAS Lumajang dengan optimisme tinggi.
Langkah Lanjutan
Kesepahaman ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Kemenag, BAZNAS, dan seluruh LAZ di Lumajang telah sepakat untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi ke dalam aksi nyata di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam memadukan potensi zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan tepat sasaran.
Dengan semangat kebersamaan ini, harapan untuk melihat masyarakat Lumajang yang lebih sejahtera dan mandiri bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang kian dekat untuk dicapai.
BERITA22/05/2026 | Lukman Hakim
Sinergi Zakat dan Pemberdayaan: Jalan Terang UMKM Lewat UPZ Desa
Belum genap sebulan dilantik, nakhoda baru BAZNAS Lumajang periode 2026-2031 langsung tancap gas. Lewat pembentukan UPZ Desa dan penguatan modal UMKM, mereka membawa misi besar: mengubah tangan di bawah menjadi tangan di atas.
Udara pagi di Kecamatan Sumbersuko, Rabu (20/5/2026), terasa berbeda. Di antara deretan wajah para pelaku usaha mikro, terselip harapan baru. Hari itu bukan sekadar seremoni sosialisasi, melainkan babak awal dari gerakan masif BAZNAS Lumajang dalam mendesentralisasi kebaikan hingga ke tingkat desa.
Ujung Tombak di Tingkat Desa
Menyadari bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersebar di gang-gang desa, BAZNAS Lumajang resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Inisiatif ini adalah "jemput bola" agar pengelolaan dana umat lebih dekat, transparan, dan tepat sasaran.
"UPZ Desa adalah ujung tombak kami. Dengan struktur yang jelas—ketua, sekretaris, dan bendahara di tiap desa—kami ingin memastikan amanah umat terkelola dengan profesional sejak dari akarnya," ungkap Ketua BAZNAS Lumajang, Nursahid, dengan nada optimis.
Bukan Sekadar Modal, Tapi Pendampingan Ritual
Ada yang berbeda dalam penyaluran bantuan modal kali ini. Sebanyak 8 desa di Sumbersuko menjadi pilot project, di mana masing-masing UMKM terpilih menerima suntikan modal sebesar Rp2 juta. Namun, Nursahid menegaskan bahwa bantuan ini bukanlah titik akhir.
"Kami tidak ingin melepas mereka begitu saja setelah menerima dana. Kami akan dampingi, kami bina, dan kami ajari cara berdagang yang benar serta Islami," tegasnya.
Visi besar BAZNAS kali ini adalah transformasi spiritual dan ekonomi. Melalui kaleng BAZNAS yang disediakan di tiap lapak, para pelaku usaha diajak untuk konsisten bersedekah, meski hanya Rp 1.000,- atau Rp 2.000,- dari sisa keuntungan mereka. Targetnya jelas: mengubah status mereka dari Mustahiq (penerima) menjadi Munfiq (pemberi sedekah).
Sinergi Menuju Kesejahteraan
Langkah cepat BAZNAS ini mendapat apresiasi hangat dari Camat Sumbersuko, Hj. Luluk Azizah, M.Kes. Baginya, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat adalah oase yang membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
"Hari ini saya benar-benar merasakan indahnya kolaborasi. BAZNAS tidak hanya membantu kesejahteraan warga kami secara materi, tapi juga memberikan edukasi bermakna tentang indahnya berbagi," ujar Luluk.
Senada dengan sang Camat, Sekcam Sumbersuko, Hafid Fuad, berjanji akan mengawal serius pembentukan UPZ ini hingga ke meja para Kepala Desa. Hasilnya pun nyata; di penghujung acara, Fitri Andriyani, staf BAZNAS Lumajang, mengonfirmasi bahwa 8 kepengurusan UPZ desa dan koordinator paguyuban UMKM di Sumbersuko telah resmi terbentuk.
BERITA20/05/2026 | Lukman Hakim
Terkatung-katung di Jalur Rantau: Kisah Tiga Pemuda Jabar yang Dibantu BAZNAS Lumajang
Niat hati merajut asa di Pulau Dewata, apa daya nasib justru membawa duka di tanah Jawa. Itulah yang dialami oleh Trisno (38) asal Bogor, serta dua rekannya, Somad (39) dan Sarjono (39) asal Bandung. Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, ketiga pemuda ini justru terlantar tanpa sisa harta di wilayah Kabupaten Lumajang.
Janji Manis yang Berujung Pahit
Kisah ini bermula dari janji manis seseorang yang menawarkan pekerjaan sebagai penjaga kebun di Bali. Tergiur dengan prospek tersebut, mereka pun berangkat membawa modal seadanya. Namun, perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk saat mereka tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
"Belum sempat menyeberang ke Bali, kami justru ditinggal begitu saja," keluh Trisno saat ditemui di kantor BAZNAS Lumajang, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya ditinggal, mereka juga mengaku diperas selama perjalanan dengan dalih ongkos kendaraan yang tidak masuk akal. Trisno sendiri harus merogoh kocek hingga Rp500 ribu. Akibatnya, uang saku yang seharusnya menjadi bekal awal di Bali ludes tak bersisa.
Lima Hari Berteman Masjid
Tanpa uang sepeser pun, ketiga pria ini terpaksa berjalan dan menumpang dari satu masjid ke masjid lainnya untuk sekadar beristirahat. Selama lima hari di Lumajang, masjid menjadi satu-satunya tempat berlindung mereka.
Titik terang muncul saat seorang Takmir masjid di Lumajang menyarankan mereka untuk meminta bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang.
"Alhamdulillah, pihak BAZNAS menyambut kami dengan baik. Kami sangat berterima kasih karena akhirnya bisa pulang ke Jawa Barat," ungkap Trisno penuh syukur.
Penyaluran yang Selektif dan Terukur
Menanggapi laporan tersebut, BAZNAS Lumajang bergerak cepat memberikan bantuan berupa ongkos kepulangan. Namun, pihak BAZNAS menegaskan bahwa prosedur tetap dijalankan secara ketat guna menghindari penyalahgunaan bantuan.
Imron Baidowi, salah satu staf BAZNAS Lumajang, menjelaskan bahwa bantuan diberikan setelah para mustahik (penerima bantuan) melampirkan surat keterangan dari kepolisian setempat.
"Kami harus tetap hati-hati karena sering terjadi modus serupa. Apalagi mereka bukan warga asli Lumajang, jadi verifikasi dari pihak berwajib sangat penting sebagai dasar penyaluran bantuan," terang Imron.
Kini, Trisno dan kawan-kawan bisa bernapas lega. Meski pulang dengan tangan hampa, setidaknya mereka bisa kembali ke pelukan keluarga di Jawa Barat berkat kepedulian para muzakki melalui BAZNAS Lumajang.
BERITA19/05/2026 | Lukman Hakim
Dicoret PKH, Sambat BAZNAS
Di sebuah sudut Dusun Sukorame, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, hidup seorang wanita tangguh bernama Siti Nur Aminah. Di usianya yang menginjak 53 tahun, Siti—begitu ia akrab disapa—harus menjalani hari-harinya dengan perjuangan ekstra. Sejak namanya dicoret dari daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), beban hidup yang dipikulnya terasa kian menghimpit.
Banting Tulang demi Sesuap Nasi
Kehilangan bantuan sosial pemerintah bukanlah perkara mudah bagi Siti. Ia terpaksa memutar otak dan membanting tulang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memotong pisang, menggoreng kripik, hingga pergi ke sawah untuk ngasak (mengais sisa panenan padi atau palawijo) dilakukan seorang diri.
"Semua saya kerjakan sendiri. Potong pisang sendiri, goreng sendiri, sampai ngasak pun sendiri," ungkap Siti dengan nada tegar saat ditemui tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) BAZNAS Lumajang, Rabu (13/5).
Perjuangan Siti makin berat lantaran kondisi fisiknya yang tak lagi bugar. Penyakit vertigo seringkali kambuh di saat ia tengah bekerja di depan wajan panas. Agar produksi kripiknya tidak terhenti, Siti terpaksa bergantung pada obat-obatan setiap hari demi meredam rasa sakitnya.
Hadirnya BAZNAS sebagai Juru Selamat
Melihat kondisi Siti yang pantang menyerah meski dalam keterbatasan, BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir membawa angin segar melalui program Lumajang Makmur. Siti pun terpilih sebagai penerima bantuan modal usaha sebesar Rp. 2.000.000,-
Senyum haru terpancar dari wajah Siti saat menerima kunjungan tim di rumah mungilnya. Baginya, bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan nyawa baru bagi usaha kripik pisangnya yang sempat tersendat.
"Alhamdulillah, untung ada BAZNAS hadir. Saya sangat terbantu," tuturnya penuh syukur.
Tak Sekadar Modal
BAZNAS tidak melepaskan Siti begitu saja. Selain bantuan uang tunai, lembaga ini berkomitmen untuk memberikan:
Pendampingan Usaha: Memastikan modal digunakan secara efektif.
Pembinaan: Memberikan arahan agar usaha kripik Siti bisa berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kisah Siti Nur Aminah adalah potret nyata bahwa di tengah sulitnya akses bantuan formal, solidaritas melalui dana zakat, infak, dan shodaqoh mampu menjadi jembatan bagi kaum dhuafa untuk kembali mandiri dan berdaya.
BERITA13/05/2026 | Lukman Hakim
Aksi Heroik Wahyu: Si Mungil Penakluk Tiang Bendera yang Curi Perhatian Bunda Indah
Semangat patriotisme tidak mengenal usia maupun ukuran tubuh. Hal inilah yang dibuktikan oleh Wahyu, siswa kelas 2 SDN Blukon kecamatan Lumajang, Lumajang. Sosok mungil ini mendadak viral setelah aksi beraninya memanjat tiang bendera setinggi 10 meter demi menyambung tali yang putus saat upacara Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026 lalu.
Keberanian Wahyu rupanya sampai ke telinga pemerintah daerah. Pada Selasa (12/5/2026) siang, suasana SDN Blukon yang terletak di ujung timur Kecamatan Lumajang berubah riuh. Bupati Lumajang, Bunda Indah, bersama Wakil Bupati Yudha Ajikusuma (Mas Wabup), secara khusus menyambangi sekolah tersebut dalam rangkaian kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu).
Momen Spontan yang Mengharukan
Pertemuan antara orang nomor satu di Lumajang dengan sang pahlawan cilik terjadi secara spontan. Di tengah kerumunan siswa, Bunda Indah langsung mengenali sosok Wahyu.
"Oh, ini toh yang memanjat tiang bendera. Kecil, mungil, tapi sangat pemberani," ujar Bunda Indah sembari memeluk hangat dan mengelus kepala Wahyu dengan penuh bangga.
Tak hanya pemberani, Wahyu juga menunjukkan sisi jenakanya. Saat Bunda Indah dan Mas Wabup hendak berpamitan, Wahyu bersama rekan-rekannya menahan mereka untuk membacakan pantun. Dengan logat Madura yang kental, Wahyu melontarkan pantun yang mengundang tawa sekaligus pujian: “Ubur-ubur ikan lele, Bunda Indah radin Sarah Lee (cantik sekali).”
Banjir Berkah di SDN Blukon
Kunjungan ini juga bertepatan dengan momen istimewa, yakni ulang tahun Bunda Indah yang ke-60. Kepala Sekolah SDN Blukon, Bu Hamidah, mengungkapkan bahwa para siswa telah menyiapkan kejutan berupa lantunan shalawat, pembacaan puisi, hingga ucapan selamat ulang tahun yang meriah.
Selain apresiasi moral, kunjungan ini membawa berbagai bantuan nyata bagi warga sekolah tersebut berupa:
Sepatu Baru: Sebanyak 12 murid terpilih mendapatkan sepatu baru yang dipasangkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.
Rehabilitasi Musholla: Melalui program Baznas Kabupaten Lumajang, SDN Blukon menerima bantuan dana sebesar Rp. 5.000.000,- untuk perbaikan fasilitas ibadah.
"Berkat kunjungan Bunda, sekolah kami benar-benar mendapat berkah," ungkap Pak Ibad, guru PAI SDN Blukon, menutup suasana penuh kegembiraan tersebut.
Sementara itu, Hamidah Rakhmawati, S.Pd.SD menyampaikan syukur dan terima kasih atas bantuan BAZNAS Lumajang membantu rehab Musholla SDN Blukon yang terlihat atap dan dinding yang sudah rapuh dan retak, agar pembelajaran kerohanian anak didik kami menjadi lebih mudah dan lancar, ungkap kepala SDN Blukon.
BERITA12/05/2026 | Lukman Hakim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.
Lihat Daftar Rekening →