WhatsApp Icon
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil

Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026.

Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama.

“Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya.

Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar.

“Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya.

Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya.

Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS .

“Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah.

“Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya.

Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi.

“Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat  mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang

10/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang

Dandim Anton: “Siap Kolaborasi Demi Masyarakat Lumajang Sejahtera”

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus melakukan berbagai gebrakan untuk meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang.

Salah satunya melalui rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0821 Lumajang. Untuk membahas hal tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS Lumajang melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Selasa (8/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dandim 0821 Lumajang menerima langsung lima pimpinan BAZNAS Lumajang. Mereka terdiri dari Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nursjahid, MA Wakil Ketua I Ahmad Lukman Hakim, S.E., Wakil Ketua II H. Suharyo, A.P., Wakil Ketua III Drs. H. Aminudi, dan Wakil Ketua IV Arif Rohman Hakim, S.Pd.I.

Ketua BAZNAS Lumajang, H. Nursahid, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima program unggulan BAZNAS yang selama ini berjalan di tengah masyarakat. Kelima program tersebut meliputi Lumajang Peduli, Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Taqwa, dan Lumajang Sehat.

“Lima program BAZNAS ini sudah populer di tengah masyarakat. Semua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nursahid.

Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyambut baik kedatangan pimpinan BAZNAS Lumajang. Ia menyatakan siap menindaklanjuti berbagai hal yang telah disampaikan, termasuk rencana kolaborasi melalui pembentukan UPZ di lingkungan Kodim.

“Kami sangat respect dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan BAZNAS. Kami siap menindaklanjutinya,” kata Anton.

Menurut Anton, berbagai program yang disampaikan BAZNAS memiliki kesamaan dengan sejumlah program yang selama ini rutin dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0821 Lumajang.

“Program-program BAZNAS ada kemiripan dengan apa yang selama ini kami kerjakan. Karena itu, saya kira sangat memungkinkan untuk dilakukan kolaborasi,” jelasnya.

Anton juga menilai BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

“Kalau bisa kerja sama seperti ini, kok tidak dari dulu dilakukan,” selorohnya.

Audiensi berlangsung sekitar satu jam dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara pimpinan BAZNAS Lumajang dan jajaran Kodim 0821 Lumajang.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat penghimpunan dan pengelolaan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Lumajang.

08/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang

Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang akan diwarnai dengan kegiatan “Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM”. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menghidupkan semangat religius, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM lokal.

Acara yang rencananya akan digelar Ahad (20/9/ 2026) tersebut akan diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur, yakni Pemerintah, BAZNAS, HIPMI, KADIN, G’Kraf, dan HKTI.

Sejumlah tokoh penting diperkirakan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031 KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh PP Putri Tebuireng Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Lumajang Indah Amperawati.

 

Sementara itu, lantunan sholawat dalam kegiatan utama akan dipandu oleh Majelis MRM yang diasuh oleh Gus Khoir.

Gebyar UMKM Digelar H-1

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Gebyar UMKM yang digelar satu hari sebelum acara Lumajang Bersholawat.

Para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopindag) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk unggulan UMKM lokal Lumajang akan ditampilkan sehingga masyarakat dapat mengenal sekaligus membeli produk-produk lokal.

Ketua Panitia Lumajang Bersholawat,  Bagus Azizi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas.

“Lebih spesial, acara ini bertujuan mengagungkan sholawat demi kedamaian dan kesejahteraan Bumi Arya Wiraraja, Lumajang tercinta,” tegas Azizi.

Gerakan Lumajang Bersedekah

Selain sholawat dan Gebyar UMKM, panitia juga akan menyisipkan gerakan sosial bertajuk “Gerakan Lumajang Bersedekah” di tengah rangkaian acara.

Menurut Azizi, gerakan tersebut akan mengajak seluruh undangan dan masyarakat yang hadir untuk secara simbolis menyisihkan sebagian rezekinya melalui sedekah yang nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Lumajang.

“Kami akan mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama secara simbolis menyisihkan uangnya untuk bersedekah demi kepentingan masyarakat Lumajang. Nah, di sini BAZNAS yang menjadi wadahnya,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, dunia usaha, komunitas, dan pelaku UMKM, Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM diharapkan menjadi momentum yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.

08/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS

Menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi komitmen utama BAZNAS. Melalui Satuan Audit Internal (SAI), audit berkala terus dilakukan guna memastikan seluruh rantai pentasyarufan berjalan sesuai aturan, baik secara administratif maupun realisasi di lapangan.

Dalam rapat evaluasi yang dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS dan tim auditor internal, SAI menyampaikan sejumlah catatan penting yang memerlukan pembenahan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi penyempurnaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta evaluasi ketepatan sasaran pada program pendistribusian hewan kurban.

“Ini yang menjadi temuan kami dan harus segera diperbaiki,” tegas Perwakilan SAI, Umi Suswati Risnaeni, MM.

Selain urusan administratif dan distribusi bantuan, SAI menggarisbawahi pentingnya penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa serta optimalisasi program Kaleng UMKM ZIS. Menurut Umi, pendekatan yang lebih aktif dan proaktif sangat dibutuhkan agar potensi ZIS di tingkat akar rumput dapat tergarap maksimal.

“Keberadaan UPZ dan kaleng ZIS perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Kalau perlu, ada sentuhan langsung dan jemput bola,” jelasnya.

Sektor lain yang tak kalah krusial adalah revisi Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya pada bidang program pemberian bantuan. Penyempurnaan SOP dinilai menjadi fondasi utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) yang terarah dan terukur.

“SOP diperbaiki, insyaallah RKAT-nya akan baik,” tambah Umi.

Melalui evaluasi berkala ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus membenahi sistem tata kelola internal demi meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memastikan manfaat dana ZIS benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.

08/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City

Kantor perwakilan Bank Indonesia cabang Jember menyelenggarakan Dulur Sekarkijang X Road To Fesyar Samara 2026 kabupaten Lumajang dengan kegiatan Seminar Nasional bersama Anggota DPR RI komisi XI, Bupati Lumajang, Dinas Lingkungan Hidup, BAZNAS Lumajang, CEO Digital Perbankan dan Duta Putri Indonesia Jawa Timur di pendopo Aryawiraraja pada sabtu-minggu, 5-6 September 2026.

Dulur Sekarkijang adalah program Digitalisasi Untuk Karesidenan Besuki dan Lumajang merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah eks Karesidenan Besuki (yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kabupaten Lumajang.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Dulur Sekarkijang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat, nah BAZNAS kabupaten Lumajang berkesempatan menjadi salah satu narasumber evant ini dengan tema Digitalisasi Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dalam perspektif sosial dan kemanusiaan.

Kepala Bank Indonesia cabang Jember M. Iqbal Reza Nugaraha memaparkan bahwa trend di Jawa Timur pertumbuhan ekonominya sedikit melambat namun pertumbuhan di kabupaten Lumajang masih berpotensi lebih tinggi. Sebab ada sektor pertanian sebagai pondasi perekonomian daerah dengan transformasi digital yang salah satu indikasinya adalah pemanfaatan QRIS (metode pembayaran digital), jumlah penggunaan saat ini di sekarkijang mencapai volume 7.7138 user, indeks TTPD yang diatas wajar, termasuk pada tahun 2026 data wakaf tercatat sebesar 30 Trilyun, maka program yang dinisiasi Bank Indonesia perwakilan Jember menggagas percepatan smart city dan green city sebagai kegiatan bersama stakeholder terkait. Semoga seminar Sekarkijang ini menjadi kolaborasi dan aksi bersama.

Sementara itu Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyambut baik event rutin ini yang memiliki dampak bagi warga Lumajang beliau juga menyampaikan berterimakasih kepada BI cabang Jember telah membuat acara luar bisa khususnya untuk UMKM  di Lumajang, berdampk positif dimana pertumbuhan ékonomi mencapai 5,89 pada triwulan I, dan dirasakan masyarkat secara riil. 

Sedangkan H. Amin Ak., MM anggota komisi XI DPR RI : menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dalam menggagas kegiatan seminar merajut Sekar Kijang oleh Kepala perwakilan BI Jember. Sebab sebagai penghubung para tani di seluruh indonesia beliau memikirkan paradigma lama parapenghasil komoditas, rantai pasok sangat panjang dan merugikan petani, sehingga perlu kita ubah menjadi lebih modern ada transformasi dari arus digital menjadi ekonomi hijau yang dibarengi ekonomi syariah. Sektor ekonomi Indonesia berada di profesi 90% di UMKM.

Aksi nyata petani Lumajang memutus marai rantai pasok tengkulak, ada pisang Kirana, tumpak sewu, teras Semeru. Komisi XI memastikan literasi dan inklusi keuangan digital menjangkau daerah pelosok serta selalu merangkul masyarakat kecil. sebagai salah satu contoh kabupaten Lumajang memiliki lebih dari 40.000 hektar tutupan hutan dengan potensi perdagangan karbon 10-20 Milyar per tahun. 

Sedangkan Putri Indonésia Jawa timur 2026 Rayuan Nurrizqina Haq sebagai seorang fresh graduated bidang ilmu komunikasi, memiliki perspektif tersendiri sebagai generasi muda dalam membawa pesan positif dalam digitalilasi. Gagasan Digitalisasi smart city, misalnya retribusi parkir dan lokasi pariwisata masih menggunakan transaksi berbentuk uang kertas yang dapat mempengaruhi economic green city berkelanjutan, maka penggunaan paperless, akan lebih memudahkan masyarakat dan mempercepat antrian loket menuju lokasi wisata serta mengedukasi literasi uang digital secara masih terstruktur.. 

Dalam akhir diskusi seminar nasional ketua BAZNAS Lumajang menghimbau pada seluruh warga Lumajang dukung dan bangun UMKM dengan investasi zakat, infaq dan sedekah melalui BAZNAS kabupaten Lumajang bisa melalui QRIS maupun transfer via BSI dan Bank Jatim Syariah sebagai wujud implementasi pengembangan perekonomian yang berkelanjutan.

05/09/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026. Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama. “Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya. Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar. “Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya. Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. “Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya. Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS . “Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah. “Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya. Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi. “Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya. Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang
BERITA10/09/2026 | Lukman Hakim
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
Dandim Anton: “Siap Kolaborasi Demi Masyarakat Lumajang Sejahtera” Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus melakukan berbagai gebrakan untuk meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang. Salah satunya melalui rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0821 Lumajang. Untuk membahas hal tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS Lumajang melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Selasa (8/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Dandim 0821 Lumajang menerima langsung lima pimpinan BAZNAS Lumajang. Mereka terdiri dari Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nursjahid, MA Wakil Ketua I Ahmad Lukman Hakim, S.E., Wakil Ketua II H. Suharyo, A.P., Wakil Ketua III Drs. H. Aminudi, dan Wakil Ketua IV Arif Rohman Hakim, S.Pd.I. Ketua BAZNAS Lumajang, H. Nursahid, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima program unggulan BAZNAS yang selama ini berjalan di tengah masyarakat. Kelima program tersebut meliputi Lumajang Peduli, Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Taqwa, dan Lumajang Sehat. “Lima program BAZNAS ini sudah populer di tengah masyarakat. Semua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nursahid. Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyambut baik kedatangan pimpinan BAZNAS Lumajang. Ia menyatakan siap menindaklanjuti berbagai hal yang telah disampaikan, termasuk rencana kolaborasi melalui pembentukan UPZ di lingkungan Kodim. “Kami sangat respect dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan BAZNAS. Kami siap menindaklanjutinya,” kata Anton. Menurut Anton, berbagai program yang disampaikan BAZNAS memiliki kesamaan dengan sejumlah program yang selama ini rutin dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0821 Lumajang. “Program-program BAZNAS ada kemiripan dengan apa yang selama ini kami kerjakan. Karena itu, saya kira sangat memungkinkan untuk dilakukan kolaborasi,” jelasnya. Anton juga menilai BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. “Kalau bisa kerja sama seperti ini, kok tidak dari dulu dilakukan,” selorohnya. Audiensi berlangsung sekitar satu jam dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara pimpinan BAZNAS Lumajang dan jajaran Kodim 0821 Lumajang. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat penghimpunan dan pengelolaan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Lumajang.
BERITA08/09/2026 | Lukman Hakim
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang akan diwarnai dengan kegiatan “Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM”. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menghidupkan semangat religius, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM lokal. Acara yang rencananya akan digelar Ahad (20/9/ 2026) tersebut akan diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur, yakni Pemerintah, BAZNAS, HIPMI, KADIN, G’Kraf, dan HKTI. Sejumlah tokoh penting diperkirakan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031 KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh PP Putri Tebuireng Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Lumajang Indah Amperawati. Sementara itu, lantunan sholawat dalam kegiatan utama akan dipandu oleh Majelis MRM yang diasuh oleh Gus Khoir. Gebyar UMKM Digelar H-1 Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Gebyar UMKM yang digelar satu hari sebelum acara Lumajang Bersholawat. Para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopindag) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk unggulan UMKM lokal Lumajang akan ditampilkan sehingga masyarakat dapat mengenal sekaligus membeli produk-produk lokal. Ketua Panitia Lumajang Bersholawat, Bagus Azizi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas. “Lebih spesial, acara ini bertujuan mengagungkan sholawat demi kedamaian dan kesejahteraan Bumi Arya Wiraraja, Lumajang tercinta,” tegas Azizi. Gerakan Lumajang Bersedekah Selain sholawat dan Gebyar UMKM, panitia juga akan menyisipkan gerakan sosial bertajuk “Gerakan Lumajang Bersedekah” di tengah rangkaian acara. Menurut Azizi, gerakan tersebut akan mengajak seluruh undangan dan masyarakat yang hadir untuk secara simbolis menyisihkan sebagian rezekinya melalui sedekah yang nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Lumajang. “Kami akan mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama secara simbolis menyisihkan uangnya untuk bersedekah demi kepentingan masyarakat Lumajang. Nah, di sini BAZNAS yang menjadi wadahnya,” imbuhnya. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, dunia usaha, komunitas, dan pelaku UMKM, Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM diharapkan menjadi momentum yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.
BERITA08/09/2026 | Lukman Hakim
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi komitmen utama BAZNAS. Melalui Satuan Audit Internal (SAI), audit berkala terus dilakukan guna memastikan seluruh rantai pentasyarufan berjalan sesuai aturan, baik secara administratif maupun realisasi di lapangan. Dalam rapat evaluasi yang dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS dan tim auditor internal, SAI menyampaikan sejumlah catatan penting yang memerlukan pembenahan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi penyempurnaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta evaluasi ketepatan sasaran pada program pendistribusian hewan kurban. “Ini yang menjadi temuan kami dan harus segera diperbaiki,” tegas Perwakilan SAI, Umi Suswati Risnaeni, MM. Selain urusan administratif dan distribusi bantuan, SAI menggarisbawahi pentingnya penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa serta optimalisasi program Kaleng UMKM ZIS. Menurut Umi, pendekatan yang lebih aktif dan proaktif sangat dibutuhkan agar potensi ZIS di tingkat akar rumput dapat tergarap maksimal. “Keberadaan UPZ dan kaleng ZIS perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Kalau perlu, ada sentuhan langsung dan jemput bola,” jelasnya. Sektor lain yang tak kalah krusial adalah revisi Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya pada bidang program pemberian bantuan. Penyempurnaan SOP dinilai menjadi fondasi utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) yang terarah dan terukur. “SOP diperbaiki, insyaallah RKAT-nya akan baik,” tambah Umi. Melalui evaluasi berkala ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus membenahi sistem tata kelola internal demi meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memastikan manfaat dana ZIS benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
BERITA08/09/2026 | Lukman Hakim
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City
Kantor perwakilan Bank Indonesia cabang Jember menyelenggarakan Dulur Sekarkijang X Road To Fesyar Samara 2026 kabupaten Lumajang dengan kegiatan Seminar Nasional bersama Anggota DPR RI komisi XI, Bupati Lumajang, Dinas Lingkungan Hidup, BAZNAS Lumajang, CEO Digital Perbankan dan Duta Putri Indonesia Jawa Timur di pendopo Aryawiraraja pada sabtu-minggu, 5-6 September 2026. Dulur Sekarkijang adalah program Digitalisasi Untuk Karesidenan Besuki dan Lumajang merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah eks Karesidenan Besuki (yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kabupaten Lumajang. Melalui kolaborasi lintas sektor, Dulur Sekarkijang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat, nah BAZNAS kabupaten Lumajang berkesempatan menjadi salah satu narasumber evant ini dengan tema Digitalisasi Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dalam perspektif sosial dan kemanusiaan. Kepala Bank Indonesia cabang Jember M. Iqbal Reza Nugaraha memaparkan bahwa trend di Jawa Timur pertumbuhan ekonominya sedikit melambat namun pertumbuhan di kabupaten Lumajang masih berpotensi lebih tinggi. Sebab ada sektor pertanian sebagai pondasi perekonomian daerah dengan transformasi digital yang salah satu indikasinya adalah pemanfaatan QRIS (metode pembayaran digital), jumlah penggunaan saat ini di sekarkijang mencapai volume 7.7138 user, indeks TTPD yang diatas wajar, termasuk pada tahun 2026 data wakaf tercatat sebesar 30 Trilyun, maka program yang dinisiasi Bank Indonesia perwakilan Jember menggagas percepatan smart city dan green city sebagai kegiatan bersama stakeholder terkait. Semoga seminar Sekarkijang ini menjadi kolaborasi dan aksi bersama. Sementara itu Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyambut baik event rutin ini yang memiliki dampak bagi warga Lumajang beliau juga menyampaikan berterimakasih kepada BI cabang Jember telah membuat acara luar bisa khususnya untuk UMKM di Lumajang, berdampk positif dimana pertumbuhan ékonomi mencapai 5,89 pada triwulan I, dan dirasakan masyarkat secara riil. Sedangkan H. Amin Ak., MM anggota komisi XI DPR RI : menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dalam menggagas kegiatan seminar merajut Sekar Kijang oleh Kepala perwakilan BI Jember. Sebab sebagai penghubung para tani di seluruh indonesia beliau memikirkan paradigma lama parapenghasil komoditas, rantai pasok sangat panjang dan merugikan petani, sehingga perlu kita ubah menjadi lebih modern ada transformasi dari arus digital menjadi ekonomi hijau yang dibarengi ekonomi syariah. Sektor ekonomi Indonesia berada di profesi 90% di UMKM. Aksi nyata petani Lumajang memutus marai rantai pasok tengkulak, ada pisang Kirana, tumpak sewu, teras Semeru. Komisi XI memastikan literasi dan inklusi keuangan digital menjangkau daerah pelosok serta selalu merangkul masyarakat kecil. sebagai salah satu contoh kabupaten Lumajang memiliki lebih dari 40.000 hektar tutupan hutan dengan potensi perdagangan karbon 10-20 Milyar per tahun. Sedangkan Putri Indonésia Jawa timur 2026 Rayuan Nurrizqina Haq sebagai seorang fresh graduated bidang ilmu komunikasi, memiliki perspektif tersendiri sebagai generasi muda dalam membawa pesan positif dalam digitalilasi. Gagasan Digitalisasi smart city, misalnya retribusi parkir dan lokasi pariwisata masih menggunakan transaksi berbentuk uang kertas yang dapat mempengaruhi economic green city berkelanjutan, maka penggunaan paperless, akan lebih memudahkan masyarakat dan mempercepat antrian loket menuju lokasi wisata serta mengedukasi literasi uang digital secara masih terstruktur.. Dalam akhir diskusi seminar nasional ketua BAZNAS Lumajang menghimbau pada seluruh warga Lumajang dukung dan bangun UMKM dengan investasi zakat, infaq dan sedekah melalui BAZNAS kabupaten Lumajang bisa melalui QRIS maupun transfer via BSI dan Bank Jatim Syariah sebagai wujud implementasi pengembangan perekonomian yang berkelanjutan.
BERITA05/09/2026 | Humas
Pertama Di Lumajang, Disnaker Latih Warga Disabilitas Siap Kerja
Pertama Di Lumajang, Disnaker Latih Warga Disabilitas Siap Kerja
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur, Disnaker Kabupaten Lumajang, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan program pelatihan kompetensi khusus dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. Program pelatihan inklusif berbasis digitalisasi pemasaran (digital marketing) dan penyuntingan video (video editing) ini dibuka di Gedung PKK Kabupaten Lumajang pada Rabu (2/9/2026). Sebanyak 16 peserta difabel mengikuti program pioneer yang menjadi pelatihan kompetensi disabilitas pertama di Kabupaten Lumajang. Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, S.E., M.M.I., menyatakan bahwa program ini bertujuan membekali kelompok disabilitas dengan keahlian praktis agar mampu bersaing di sektor formal maupun mandiri di sektor informal. "Pelatihan ini tidak hanya sebatas memberikan pembekalan keahlian, tetapi juga berfokus pada kesiapan penempatan kerja para peserta," ujar Budi Raharjo dalam sambutannya. Ia turut mengapresiasi respons cepat Disnaker Kabupaten Lumajang dalam menginisiasi kolaborasi dan inovasi pengelolaan anggaran program tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat undang-undang untuk menyamaratakan kesejahteraan seluruh warga negara. "Hal terpenting pasca pelatihan adalah kepastian adanya perusahaan yang dapat menyerap para tenaga kerja terlatih ini, sehingga tidak timbul kebingungan mengenai penempatan kerja mereka," tegas Agus. Agus juga mengharapkan perluasan cakupan program pelatihan di masa mendatang untuk berbagai sektor keahlian lainnya, termasuk peningkatan kompetensi teknis bagi para pekerja konstruksi lokal. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kemnaker RI dan BAZNAS RI. Pihaknya mengimbau pelaku industri dan perusahaan di Kabupaten Lumajang untuk dapat membuka kesempatan kerja serta menyerap tenaga kerja disabilitas yang telah dibekali keterampilan tersebut.
BERITA02/09/2026 | Lukman Hakim
Sinergi Kuatkan Pengelolaan Zakat, Pimpinan BAZNAS Lumajang Audiensi dengan Kapolres Baru
Sinergi Kuatkan Pengelolaan Zakat, Pimpinan BAZNAS Lumajang Audiensi dengan Kapolres Baru
Jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang melangsungkan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Kapolres Lumajang yang baru dilantik pada awal bulan agustus 2026 lalu, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., pada Selasa (1/9/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut digelar di ruang lobby Mapolres Lumajang. Kehadiran 5 Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang periode 2026-2031 - Ketua BAZNAS Lumajang: Drs. H.M. Nur Sjahid, M.A. - Waka I BAZNAS Lumajang: Ahmad Lukman Hakim, S.E. - Waka II BAZNAS Lumajang: H. Suharyo, S.H. - Waka III BAZNAS Lumajang: Drs. Aminuddin - Waka IV BAZNAS Lumajang: Arif Rohman Hakim, S.Pd.I diterima langsung oleh AKBP Riki Yariandi. Audiensi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi intar lembaga, serta menyelaraskan berbagai program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) demi kemaslahatan masyarakat Lumajang. Dalam kesempatan tersebut, pihak BAZNAS menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan AKBP Riki Yariandi sebagai Kapolres Lumajang yang baru. Selain itu, dipaparkan pula berbagai capaian program unggulan BAZNAS Lumajang—seperti Lumajang Makmur, Lumajang Cerdas, Lumajang Sehat, Lumajang Taqwa, Lumajang Peduli hingga pendampingan bencana—yang selama ini berjalan beriringan dengan jajaran kepolisian, ungkap Drs. H. M. Nur Sjahid, MA. Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran aktif BAZNAS dalam membantu kesejahteraan sosial warga. Pihaknya menyatakan kesiapan Polres Lumajang untuk terus mendukung kelancaran program-program kebaikan BAZNAS, khususnya dalam menjaga transparansi, keamanan, dan ketertiban penyaluran bantuan di wilayah hukum Kabupaten Lumajang, ungkap mantan Kapolres Pekalongan. Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap kolaborasi antara Polres Lumajang dan BAZNAS dapat semakin solid dalam membangun Lumajang yang lebih sejahtera dan kondusif.
BERITA01/09/2026 | Humas
Perkuat Ekonomi Usaha Mikro, BAZNAS Resmikan UPZ Desa di Kecamatan Sukodono
Perkuat Ekonomi Usaha Mikro, BAZNAS Resmikan UPZ Desa di Kecamatan Sukodono
BAZNAS Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan Lumajang Makmur, bantuan modal usaha dan pendampingan ekonomi disalurkan kepada 30 warga penerima manfaat di kantor Kecamatan Sukodono, Kamis 27/08/2026. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan modal sekaligus napas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat agar mampu mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Sedangkan 28 pelaku UMKM yang hadir hari ini berasal dari desa Bondoyudo, Karangsari, Dawuhan Lor, Kebonagung, Klanting, Kutorenon, Selokbesuki, Selokgondang, Sumberejo, dan Uranggantung yang setiap desa terpilih 3 orang dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang H. Suharyo, SH menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bantuan, tetapi juga pada upaya penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan. "Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui bantuan modal bagi 30 warga di Sukodono ini, kami berharap dapat mengangkat martabat ekonomi keluarga penerima manfaat sehingga mereka kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki ataupun munfiq," ujarnya. Senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Sukodono H. Joko Sambang, S.Pd., MM bahwa kegiatan distribusi bantuan UMKM untuk warga yang berdomisili di kecamatan Sukodono sangat bermanfaat dan membuat senyum merekah bagi pelaku usaha kecil warga kami, sebab stimulus yang diberikan melalui BAZNAS Lumajang termasuk bagian dari pemberdayaan ekonomi yang sangat ditungu warga kami, mudah-mudahan kedepannya menjadikan stimulus ini bagian dari edukasi pemberdayaan ekonomi yang akan menjadi indikasi perjalanan mandiri sekaligus menjadi penerima manfaat yang dapat menunaikan infaqnya bagi kemaslahatan warga lain yang belum dapat bantuan seperti program ini, pungkasnya. Para penerima manfaat yang terdiri dari pedagang kecil, pengrajin, dan pelaku usaha rumahan menyambut antusias bantuan tersebut. Bantuan modal usaha ini dinilai sangat tepat dalam membantu keterbatasan modal yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha mereka di desa. Disamping itu kegiatan ini juga dibekali sosialisasi bagi unit pengumpul zakat (UPZ) Desa oleh wakil ketua I bidang pengumpulan Ahmad Lukman Hakim, SE sebagai amunisi bagi para pengurus di tingkat desa dalam optimalisasi ZIS serta informasi mekanisme kerjanya agar lebih maksimal. Melalui sinergi yang terus dibangun antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program Lumajang Makmur diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Lumajang.
BERITA27/08/2026 | Humas
BAZNAS Lumajang Salurkan Beasiswa, Bantuan UMKM, Renovasi Rumah, dan Sepatu Sekolah di Yosowilangun
BAZNAS Lumajang Salurkan Beasiswa, Bantuan UMKM, Renovasi Rumah, dan Sepatu Sekolah di Yosowilangun
BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Yosowilangun pada Rabu (26/08/2026). Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Peduli hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah. Wakil Ketua BAZNAS kabupaten Lumajang Ahmad Lukman Hakim, SE menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di ujung timur wilayah kabupaten Lumajang Rincian Bantuan yang Disalurkan Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 2 orang mahasiswa/i atas nama Dini Nur Hafifah (Universitas Negeri Malang) dan Samsul Arifin (STIT Muhammadiyah Lumajang) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 3.000.000,- . Bantuan Modal UMKM: Diberikan kepada 1 orang pelaku usaha mikro usaha bambu atas nama Moch. Khoiri warga Yosowilangun Lor senilai Rp. 2.000.000,- untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga. Bantuan Renovasi Rumah Terbakar: Diberikan kepada 1 kepala keluarga penerima manfaat atas nama Kasmanu warga dusun kebonan desa Krai Yosowilangun senilai Rp. 8.000.000,- yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hasyim Asy'ari Yosowilangun Kidul. Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.
BERITA27/08/2026 | Humas
Audit Internal BAZNAS Lumajang Jumpa Penerima Manfaat
Audit Internal BAZNAS Lumajang Jumpa Penerima Manfaat
Satuan Audit Internal (SAI) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus memperkuat pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh program pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran serta memenuhi standar akuntabilitas pelaporan keuangan pada rabu, 19/08/2026. Tim Audit Internal BAZNAS yang melakukan monitoring dan evaluasi diantaranya Umi Suswati Isnaini, SE., M.M dan kepala bagian perencanaan keuangan dan pelaporan (amil pelaksana) Ida Santi Yuliana, S.Ak secara berkala turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan program pendistribusian. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, tim berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat guna memverifikasi kesesuaian penyaluran bantuan dengan data serta prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Adapun 6 penerima manfaat yang secara random dilakukan monev yaitu : Ponpes Apita Nurussalam menerima bantuan infrastruktur pendidikan (pembangunan ruang kelas) di dusun uranggantung desa jarit Candipuro, H. Budiono pengembangan usaha penjahit warga dusun recobantheng desa kedungmoro Kunir, Susiati bantuan RUTILAHU warga dusun Sarirejo desa Kebonsari Sumbersuko, Noer Hasbiyah bantuan RUTILAHU warga RT.08 RW.01 kelurahan Jogoyudan Lumajang, TPQ Al Karomah bantuan infrastruktur pendidikan Jl. Musi Gang Aslar Desa sumberejo Sukodono, dan Lutfi Rosyid bantuan usaha ternak puyuh warga dusun krajan gang makam desa Blukon lUmajang. Memastikan Ketepatan Sasaran dan Kepatuhan SAI Pengawasan ketat oleh Satuan Audit Internal ini berfokus pada dua hal utama: Ketepatan Sasaran Penyaluran: Memastikan bantuan diterima oleh mustahik yang berhak dan sesuai dengan kriteria keutamaan program BAZNAS. Kepatuhan Pelaporan sesuai SAI: Mengawal seluruh proses penatausahaan dan pelaporan keuangan agar selaras dengan Standar Audit Internal (SAI) BAZNAS, sehingga akuntabel dan transparan. Langkah ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Lumajang dalam menjaga kepercayaan muzakki dan masyarakat. Dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan terpuji, setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lumajang.
BERITA20/08/2026 | Humas
Senyum Kemerdekaan: 8 Siswa Jatiroto Terima Bantuan Sepeda dari BAZNAS Lumajang
Senyum Kemerdekaan: 8 Siswa Jatiroto Terima Bantuan Sepeda dari BAZNAS Lumajang
Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan melalui program Lumajang Cerdas. Bantuan berupa unit sepeda tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Kecamatan Jatiroto kepada 8 siswa SMAN dan SMKN Jatiroto yang terindikasi rentan putus sekolah, Senin 17/08/2026. Penyerahan bantuan ini yang senilai Rp. 15.100.000,- (lima belas juta seratus ribu rupiah) menjadi momen istimewa di tengah kemeriahan peringatan hari kemerdekaan. Program ini bertujuan untuk meringankan beban transportasi siswa menuju sekolah sekaligus memacu semangat belajar para generasi muda agar dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa terkendala masalah akses mobilitas khususnya bagi siswa-siswi yang terindikasi rentan putus sekolah dan yang putus sekolah. Turut menyaksikan dalam penyerahan bantuan sepeda BAZNAS Lumajang, Camat Jatiroto, Kapolsek dan Koramil Jatiroto serta 6 kepala desa se kecamatan Jatiroto, pengurus MWC Nahdlotul Ulama, pimpinan cabang Muhammadiyah dan beberapa toko masyarkat di kecamatan Jatiroto. Pihak BAZNAS Lumajang menyampaikan bahwa bantuan sepeda ini difokuskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang jarak rumah ke sekolah cukup jauh. Melalui semangat kemerdekaan, BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan demi masa depan anak-anak di Kabupaten Lumajang, ungkap Drs. H. Aminuddin wakil ketua III BAZNAS kabupaten Lumajang. Suasana haru turut menyelimuti acara saat salah satu orang tua siswa penerima bantuan mengungkapkan rasa syukurnya. Di tengah kondisi perekonomian yang serba terbatas, ia sempat merasa cemas dan patah semangat memikirkan kelanjutan pendidikan anaknya. Namun, dengan adanya bantuan sepeda ini, senyum dan optimismenya kembali membuncah. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menyalakan kembali semangat para orang tua untuk terus berjuang dan mendampingi anak-anak mereka menuntut ilmu hingga lulus. Para siswa penerima bantuan beserta pihak sekolah dan Pemerintah Kecamatan Jatiroto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian BAZNAS Lumajang. Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu kelancaran akses sekolah harian, tetapi juga memotivasi para siswa untuk meraih prestasi yang lebih baik.
BERITA17/08/2026 | Humas
UPZ Lokakarya Candipuro Adakan Pelatihan Ternak Puyuh
UPZ Lokakarya Candipuro Adakan Pelatihan Ternak Puyuh
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Lokakarya Candipuro menunjukkan komitmen nyatanya dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), UPZ Lokakarya menggelar pelatihan Budidaya Ternak Puyuh Petelur yang berlangsung hangat dan penuh semangat di Markas Besar 'Bolo e Guse' Candipuro, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga tukang bangunan—ini menjadi wadah belajar sekaligus pemantik motivasi untuk menciptakan peluang usaha baru berbasis pemberdayaan lokal. Ketua Penyelenggara, Rido'i, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan dan pemfasilitasan yang diberikan oleh BAZNAS. Menurutnya, materi yang disajikan oleh narasumber tidak sekadar memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membuka cakrawala wirausaha bagi para peserta. "Kami sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini. Banyak ilmu praktis yang kami dapatkan tentang tata cara beternak puyuh petelur yang baik. Lebih dari itu, materi yang disampaikan benar-benar menggugah semangat kami untuk mulai berwirausaha, meskipun harus diawali dari skala kecil," ujar Rido'i. Dalam sesi pelatihan, terungkap bahwa budidaya puyuh petelur memiliki potensi ekonomi bernilai tambah (triple bottom line) yang sangat menjanjikan: Jasa Pembuatan Kandang: Memanfaatkan keahlian anggota yang berlatar belakang pertukangan untuk memproduksi kandang mandiri hingga siap dipasarkan. Penjualan Telur Puyuh: Hasil produksi harian yang memiliki pasar luas dan dapat langsung diserap oleh pasar lokal. Pemanfaatan Limbah Kotoran: Diolah menjadi pupuk organik berkualitas untuk mendukung sektor pertanian anggota. Sementara itu, Ketua Yayasan Lokakarya, Arif Rahman Hakim (Gus Arif), menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremoni akademis. Pihaknya berkomitmen mengawal hasil pelatihan hingga tahap implementasi kerja nyata. "Hasil pelatihan ini tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar teori semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Tujuan utama kami adalah membantu anggota komunitas 'Bolo e Guse' dan masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan, sehingga kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan keluarga benar-benar terwujud," tegas Gus Arif. Melalui langkah konkret ini, UPZ Lokakarya Candipuro bersama BAZNAS membuktikan bahwa zakat dan pemberdayaan berbasis komunitas mampu menjadi pilar utama dalam mencetak masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
BERITA15/08/2026 | Lukman Hakim
BAZNAS Lumajang Perkuat Ekonomi Warga Tempeh: Salurkan Bantuan Modal UMKM Sekaligus Optimalkan UPZ Desa
BAZNAS Lumajang Perkuat Ekonomi Warga Tempeh: Salurkan Bantuan Modal UMKM Sekaligus Optimalkan UPZ Desa
BAZNAS Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan Lumajang Makmur, bantuan modal usaha dan pendampingan ekonomi disalurkan kepada 38 warga penerima manfaat di kantor Kecamatan Tempeh, Selasa 11/08/2026. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan modal sekaligus napas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat agar mampu mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Sedangkan 38 pelaku UMKM berasal dari desa Besuk, Tempeh Lor, Tempeh Kidul, Tempeh Tengah, Lempeni, Pulo, Kaliwungu, Sumberjati, Jatisari, Jokarto, Pandanwangi dan Pandanarum kecuali desa Gesang tidak terlihat hadir yang setiap desa terpilih 3 orang dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-. Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang Nur Sjahid menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bantuan, tetapi juga pada upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. "Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui bantuan modal bagi 38 warga di kecamatan Tempeh, kami berharap dapat mengembangkan ekonomi keluarga penerima manfaat sehingga mereka kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki ataupun munfiq," ujarnya. Para penerima manfaat yang terdiri dari pedagang kecil, peracangan, dan pelaku usaha rumahan menyambut baik bantuan tersebut. Bantuan modal usaha ini dinilai sangat tepat sasaran dalam membantu keterbatasan modal yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha mereka di desa. Disamping itu kegiatan ini juga dibekali sosialisasi bagi unit pengumpul zakat (UPZ) Desa oleh wakil ketua I bidang pengumpulan Ahmad Lukman Hakim sebagai amunisi bagi para pengurus di tingkat desa dalam optimalisasi ZIS serta informasi mekanisme kerjanya agar lebih maksimal. Melalui sinergi yang terus dibangun antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat, program Lumajang Makmur diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Lumajang.
BERITA11/08/2026 | Humas
Dilantik Gubernur Jatim, BAZNAS Jatim Periode 2026–2031 Siap Akselerasi Potensi Zakat Jawa Timur
Dilantik Gubernur Jatim, BAZNAS Jatim Periode 2026–2031 Siap Akselerasi Potensi Zakat Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur secara resmi melantik jajaran Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Periode 2026–2031. Acara prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu (9/8/2026). Lima pimpinan yang dilantik, HM. Ghofirin sebagai Ketua BAZNAS Jatim, H. Imam Hambali sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Afif Amrullah Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Amiroh, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan serta Assoc Prof. M. Syarif Hidayatullah Wakil Ketua IV Bidang Administrasi. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru kepengurusan BAZNAS Jawa Timur dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna mendukung akselerasi pembangunan serta pengentasan kemiskinan di wilayah Jawa Timur. Turut hadir dalam acara ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur, pimpinan BAZNAS Republik Indonesia bidang organisasi, kelembagaan dan pembinaan daerah wilayah Jawa Timur Hj. Saidah Sakwan, MA jajaran Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta para pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ/LAZNAS) se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BAZNAS dalam membantu program-program pemerintah daerah, khususnya dalam aspek kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Gubernur berharap pimpinan yang baru dilantik dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. "BAZNAS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah. Dengan kepengurusan periode 2026–2031 yang baru dilantik ini, kita harapkan tata kelola zakat di Jawa Timur semakin profesional, transparan, serta mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat," ujar Gubernur Jatim. Bahkan dalam catatan Badan Pusat Statistik Indonesia pada semester I tahun 2026 menyebutkan Provinsi Jawa Timur termasuk memiliki trend pertumbuhan ekonomi tertinggi se pulau Jawa, hingga memasuki semester kedua bulan agustus tahun 2026 masih tetap menempati posisi tertinggi pada capaian pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Jawa Timur periode 2026–2031 menyatakan kesiapannya untuk langsung bergerak cepat menyusun langkah strategis. Fokus utama ke depan meliputi peningkatan penghimpunan dana ZIS, digitalisasi layanan zakat, serta penguatan program pemberdayaan berbasis komunitas di seluruh daerah Jawa Timur. Arah baru tata kelola zakat di Jawa Timur resmi dimulai. Di bawah pimpinan HM Ghofirin, BAZNAS Jatim siap memasuki babak anyar pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang tak sekadar konsumtif, tetapi berdampak jangka panjang dan inklusif. Kunci utama perubahan ini terletak pada Nawa Pradana—sebuah formula sembilan prioritas strategis yang menyinergikan visi BAZNAS RI dan Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Ini adalah landasan kami bergerak. Kami ingin memastikan setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang terkelola mampu menjadi penggerak ekonomi serta menjawab kebutuhan nyata masyarakat Jatim," ujar Ghofirin. Sembilan pilar prioritas BAZNAS Jatim meliputi: BAZNAS Jatim Peduli BAZNAS Jatim Cerdas BAZNAS Jatim Sehat BAZNAS Jatim Sejahtera BAZNAS Jatim Lestari BAZNAS Jatim Tangguh BAZNAS Jatim Amanah BAZNAS Jatim Inklusif BAZNAS Jatim Sinergi Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan serta foto bersama seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Jatim yang baru bersama Gubernur dan Forkopimda Jatim.
BERITA10/08/2026 | Humas
BAZNAS Lumajang Resmi Lantik 10 Relawan Baru BTB Hadapi Bencana
BAZNAS Lumajang Resmi Lantik 10 Relawan Baru BTB Hadapi Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang resmi melantik dan membekali 10 personil tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melalui kegiatan pelatihan kebencanaan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar sejak Sabtu hingga Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Aula PTPN XII Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Pembentukan dan pelatihan tim relawan BTB ini merupakan langkah strategis BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan personel di lapangan. Mengingat potensi ancaman bencana alam yang cukup tinggi di wilayah Lumajang, keberadaan tim yang tanggap dan terlatih menjadi krusial untuk meminimalkan dampak krisis kemanusiaan. Hadir dalam acara ini diantaranya ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang Drs. H. M. Nur Sjahid, MA, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Ahmad Lukman Hakim, SE, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Suharyo, SH, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan Drs. H. Aminuddin, serta amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Lumajang. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menerima materi intensif yang difokuskan pada manajemen tanggap darurat, teknik asesmen cepat kebutuhan korban bencana, serta simulasi penanganan teknis di lokasi terdampak. Pelatihan ini dirancang agar para relawan memiliki ketahanan fisik, mental, dan keahlian teknis saat diterjunkan dalam kondisi darurat. Kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua pemateri pakar yang merupakan Analis Kebencanaan Ahli Pertama dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, yaitu M. Birul Arif, S.N. dan Kustari Sumardi, SE. Kehadiran pemateri dari BPBD memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan bencana nasional khususnya di kabupaten Lumajang. Dengan dilantiknya 10 personil baru relawan BTB ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang nomor 56/SK/BAZNAS.LMJ/VII/2026 tanggal 9 juli 2026, BAZNAS Kabupaten Lumajang berharap sinergi dan koordinasi dengan BPBD serta pemangku kepentingan terkait dapat terjalin semakin kuat. Diharapkan kehadiran tim relawan BTB dapat mempercepat respons kemanusiaan dan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Lumajang.
BERITA26/07/2026 | Humas
Mengangkat Martabat Ekonomi Rowokangkung: Jejak Kepedulian BAZNAS Lewat Program Lumajang Makmur
Mengangkat Martabat Ekonomi Rowokangkung: Jejak Kepedulian BAZNAS Lewat Program Lumajang Makmur
BAZNAS Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan Lumajang Makmur, bantuan modal usaha dan pendampingan ekonomi disalurkan kepada 21 warga penerima manfaat di kantor Kecamatan Rowokangkung, Rabu 22/07/2026. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan modal sekaligus napas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat agar mampu mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Sedangkan 21 pelaku UMKM berasal dari desa Kedungrejo, Dawuhan Wetan, Rowokangkung, Sidorejo, Sumbersari, Nogosari dan desa Sumberanyar yang setiap desa terpilih 3 orang dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-. Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang Nur Sjahid menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bantuan, tetapi juga pada upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. "Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui bantuan modal bagi 21 warga di Rowokangkung ini, kami berharap dapat mengangkat martabat ekonomi keluarga penerima manfaat sehingga mereka kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki ataupun munfiq," ujarnya. Para penerima manfaat yang terdiri dari pedagang kecil, pengrajin, dan pelaku usaha rumahan menyambut baik bantuan tersebut. Bantuan modal usaha ini dinilai sangat tepat sasaran dalam membantu keterbatasan modal yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha mereka di desa. Disamping itu kegiatan ini juga dibekali sosialisasi bagi unit pengumpul zakat (UPZ) Desa oleh wakil ketua I bidang pengumpulan Ahmad Lukman Hakim sebagai amunisi bagi para pengurus di tingkat desa dalam optimalisasi ZIS serta informasi mekanisme kerjanya agar lebih maksimal. Melalui sinergi yang terus dibangun antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat, program Lumajang Makmur diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Lumajang.
BERITA22/07/2026 | Humas
Dukung Ekonomi Umat, BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan UMKM Program Lumajang Makmur di Tekung
Dukung Ekonomi Umat, BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan UMKM Program Lumajang Makmur di Tekung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus bergerak masif dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan mendongkrak perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan "Lumajang Makmur", BAZNAS Lumajang secara resmi menyerahkan bantuan modal usaha kepada 24 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Kecamatan Tekung, Kamis 16/07/2026. Bantuan ini diserahkan langsung kepada para penerima manfaat dengan harapan dapat menjadi stimulus segar bagi keberlangsungan usaha mikro di tingkat desa. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS untuk mengoptimalkan pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara produktif, ungkap Drs. Nur Sjahid, MA Ketua BAZNAS Lumajang Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi berupa modal usaha, tetapi juga menitikberatkan pada proses pendampingan yang konsisten, karena di kecamatan tekung terdapat 8 desa, maka sementara penerima manfaat terbatas kuotanya setiap desa hanya untuk 3 orang pelaku usaha. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diterima dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, para pelaku usaha ini nantinya akan dibina agar tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki berkah dalam bertransaksi secara Islami," ujarnya. Pihak Kecamatan Tekung turut menyambut hangat dan mengapresiasi kolaborasi strategis ini. Kehadiran BAZNAS dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memetakan serta menyelesaikan persoalan ekonomi di tingkat bawah secara tepat sasaran. Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Lumajang menargetkan adanya transformasi nyata pada diri para pelaku usaha. Diharapkan, dengan modal usaha dan pembinaan yang diberikan, para penerima manfaat (Mustahiq) kelak dapat mandiri secara ekonomi dan naik kelas menjadi orang yang gemar berbagi.
BERITA16/07/2026 | Humas
Sinergi Kepedulian: BAZNAS Lumajang dan Kodim 0821 Hadirkan Rumah Layak Huni di TMMD ke-129
Sinergi Kepedulian: BAZNAS Lumajang dan Kodim 0821 Hadirkan Rumah Layak Huni di TMMD ke-129
Kolaborasi nyata demi kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan di bumi Lumajang. Menggandeng Kodim 0821 Lumajang dalam bingkai kemanunggalan, BAZNAS Kabupaten Lumajang secara resmi menyerahkan bantuan program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) kepada lima keluarga penerima manfaat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Rabu 15 Juli 2026. Diantara 5 penerima manfaat program bantuan renovasi RUTILAHU yaitu Ibu Ety (54th) warga dusun Lembenah RT.02 RW.05 beliau seorang disabilitas dengan memiliki dua anak, Ibu Saninten Tuha (78) dan Ibu Sumana (36) adalah warga RT.03 RW.05, Ibu Sumina (54) RT.04 RW.05 dan Bapak Suyetno (48) warga RT.01 RW.05 keseluruhan warga desa Ledoktempuro kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang dengan menerima bantuan masing masing Rp. 7.500.000,-. Hadir dalam penyerahan bantuan RUTILAHU antara lain Bupati Lumajang, Dandim 0821, Kapolres Lumajang, Camat Randuagung, Wakil ketua II Bidang Pendistribusian H. Suharyo dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM dan Amil BAZNAS Lumajang Arif Rohman Hakim, S.Pd.I, Kepala Desa Ledoktempuro, panitia TMMD ke 129 dan tokoh masyarakat desa. Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu pilar penting dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-129. Program sinergis ini tidak sekadar memperbaiki dinding dan atap yang rapuh, melainkan membangun kembali harapan baru bagi warga yang membutuhkan. Sentuhan Hangat di Ledoktempuro Desa Ledoktempuro seketika diliputi haru dan syukur saat tim gabungan dari BAZNAS dan personil Kodim 0821 meninjau langsung hunian para mustahik. Kelima penerima manfaat kini bisa tersenyum lega, melepaskan kekhawatiran dari dinginnya malam dan ancaman kebocoran di kala hujan deras melanda. Bagi BAZNAS Lumajang, kolaborasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikemas dalam program produktif dan berdaya sasaran makro. Sementara bagi Kodim 0821, keterlibatan aktif ini mempertegas peran TNI yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. "Kerja sama ini membuktikan bahwa ketika lembaga amil zakat dan TNI bergerak bersama, akselerasi pengentasan kemiskinan dan penyediaan infrastruktur dasar bagi warga prasejahtera dapat diwujudkan dengan lebih cepat, kokoh, dan tepat sasaran." Membangun Masa Depan yang Lebih Sehat Hunian yang layak adalah hulu dari keluarga yang sehat dan tangguh. Melalui renovasi RTLH ini, diharapkan tidak hanya aspek estetika bangunan yang berubah, melainkan juga kualitas kesehatan, produktivitas, hingga indeks kebahagiaan para penerima manfaat ikut terdongkrak naik. Sinergi apik antara BAZNAS Lumajang dan Kodim 0821 di ajang TMMD ke-129 ini menjadi potret nyata bahwa gotong royong adalah kunci utama dalam membangun daerah dari pinggiran. Semoga langkah mulia ini terus konsisten menular ke wilayah-wilayah lain demi terwujudnya Lumajang yang sejahtera dan penuh berkah.
BERITA15/07/2026 | Humas
420 Senyuman di Bulan Muharram: Bukti BAZNAS Lumajang Cinta Anak Yatim Dhuafa
420 Senyuman di Bulan Muharram: Bukti BAZNAS Lumajang Cinta Anak Yatim Dhuafa
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pendopo Aryawiraraja Kabupaten Lumajang. Sebanyak 420 anak yatim dan dhuafa dari berbagai penjuru wilayah se-Kabupaten Lumajang berkumpul bersama dalam acara Santunan Anak Yatim dan Dhuafa menyambut bulan suci Muharram 1448 Hijriyah yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. Acara yang mengusung semangat kepedulian ini dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma. Turut hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Lumajang, perwakilan Kementerian Haji, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang, serta jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat ini menjadi simbol kuat sinergi dan komitmen bersama dalam memuliakan serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawab bersama. Dalam sambutannya, pihak BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan di bulan Muharram, melainkan wujud nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat Lumajang yang dikelola secara amanah untuk membasuh air mata dan mengukir harapan baru bagi masa depan anak-anak yatim dhuafa. Suasana kian menyentuh saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Sorot mata bahagia dan senyuman tulus terpancar dari wajah 420 anak yatim saat menerima perhatian dan pelukan kasih sayang langsung dari Bupati, Wakil Bupati, dan para undangan yang hadir. Momentum ini seolah menegaskan bahwa mereka tidak sendiri; ada hangatnya keluarga besar Kabupaten Lumajang yang selalu siap mendekap dan mendukung mimpi-mimpi mereka. Melalui momentum berkah Muharram 1448 H ini, BAZNAS Lumajang berharap aksi nyata ini dapat mengetuk lebih banyak hati para muzzaki untuk terus saling berbagi, sehingga tidak ada lagi anak yatim dan dhuafa di Lumajang yang merasa kehilangan harapan. Acara santunan anak yatim diakhiri dengan launching majalah BAZNAS edisi perdana bulan juli 2026 dan gerakan Lumajang Bersedekah yang diawali penyerahan sedekah secara pribadi oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang diikuti jajaran FORKOPIMDA, Kepala Dinas dan Camat yang hadir.
BERITA09/07/2026 | Fuad
Sambangi Lansia Bersaudara, Bupati dan Wabup Lumajang Antar Langsung Bantuan
Sambangi Lansia Bersaudara, Bupati dan Wabup Lumajang Antar Langsung Bantuan
Tuka : Saya Semalem Gak Bisa Tidur, karena Bunda Mau Hadir Disela sela kesibukannya, Bupati Indah Amperawati dan Wabub Yudha Aji Kusuma, kembali menyempatkan nyambangi warganya. Kali ini giliran tiga Lansia kakak beradik warga RT03/28 kelurahan Tompokersan. Ketiga Lansia Kakak beradik itu adalah,Tuka (75), Karima(70) dan Rasmi(65) yang mengaku sangat senang dan gak bisa tidur ketika Bupati dan wakil Bupati mau hadir menjenguknya. "Semalem saya Sampek gak bisa tidur, karena dikabari disambangi Bupati," kata Tuka kepada Bunda Indah yang saat itu mengajaknya dialog. Bunda Indah dan Mas Wabub hadir langsung ke rumah sewa ketiga Lansia Kakak beradik tersebut, Senin (6/7/2026) pukul 10.00 wib. Beberapa Kelapa OPD, Camat dan Lurah setempat juga juga terlihat menyertainya dengan bersepeda motor. Sekedar diketahui, ketiga Lansia Kaka beradik itu tinggal di rumah sewa ukuran kecil dengan pekerjaan seadanya . " Kadang ngasak ke sawah, dan jual telur ayam kampung peliharaanya." Telornya tidak banyak . Kadang ada 8, kadang 10 butir," terang Tuka saat ditanya. Melihat keterbatasan ekonomi warganya itu, Bundah Indah langsung menawarkan fasilitas pemerintah yang sudah tersedianya. Yakni, ditawarkan fasilitas asrama Jumpo. " Mau ya kalau dipindah kesana," kata Bunda berharap. Saat ditanya Ketiga Lansia itu tetap menjawab tidak mau pindah. Bahkan, untuk meyakinkan mereka , Bunda Indah menerangkan detail fasilitas asrama jumpo. " Di sana itu enak. Kasurnya empuk, makanya terjamin dan rumahnya juga bagus dan tidak nyewa. Mau ya...," harap Bunda Indah lagi. Namun pada pendirian semula, ketiganya tidak mau pindah." Kalau begitu , tolong kebutuhan mereka dipenuhi. Dipasangkan air PDAM juga," tegas Bunda. Sementara sisi lain, ada gayung bersambut dari BAZNAS Lumajang. Ternyata ke tiga lansia kakak beradik tersebut telah menjadi Mustahik rutin selama dua tahun lebih. " Jadi ketiganya merupakan dhuafa yang kita santuni tiap bulan," kata Fauzi Amil BAZNAS Kabupaten Lumajang.
BERITA06/07/2026 | Lukman Hakim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.

Lihat Daftar Rekening →