Berita Terbaru
Komitmen Tanpa Henti: Catatan Filantropi April 2026 BAZNAS Kabupaten Lumajang
Kesenjangan sosial seolah menjadi potret abadi dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. Namun, bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang, realita ini bukanlah alasan untuk berdiam diri. Melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS), lembaga ini terus bergerak menebar manfaat sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap sesama.
Capaian Kuartal Pertama
Berdasarkan rilis data terbaru untuk periode Januari hingga April 2026, BAZNAS Lumajang mencatat telah menyalurkan bantuan kepada 4.367 Mustahik. Ida Santi Yuliana, S.AK., Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Lumajang, mengonfirmasi angka tersebut merupakan akumulasi pendistribusian hingga bulan April tahun ini.
"Hingga semester ini, sudah ada 4.367 penerima manfaat yang merasakan dampak dari dana ZIS yang dikelola BAZNAS," ungkapnya penuh optimis.
Lima Pilar Program Unggulan
Penyaluran bantuan tersebut tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui lima program strategis yang menyasar berbagai sektor kebutuhan masyarakat:
Lumajang Peduli: Menjadi pilar terbesar dengan jangkauan 3.618 penerima manfaat.
Lumajang Taqwa: Menyentuh 287 penerima manfaat di sektor keagamaan.
Lumajang Cerdas: Memberikan akses pendidikan bagi 280 jiwa.
Lumajang Makmur: Mendorong kemandirian ekonomi bagi 111 orang.
Lumajang Sehat: Membantu layanan kesehatan bagi 71 penerima manfaat.
Target besar pun telah dicanangkan. Dalam satu tahun anggaran, BAZNAS Lumajang memproyeksikan mampu menjangkau hingga 10.000 Mustahik.
Lebih dari Sekadar Bantuan Finansial
Namun, BAZNAS Lumajang tidak ingin berhenti pada angka-angka statistik. Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian, Suharyo AP, menegaskan bahwa aspek pembinaan dan pendampingan menjadi kunci utama dalam setiap program.
Fokus utama pendampingan saat ini diarahkan pada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BAZNAS Lumajang memberikan edukasi mengenai tata cara berdagang yang benar dan sesuai syariat (halal).
"Kami tidak hanya mendistribusikan anggaran, juga ingin membekali mereka dengan kemandirian. Harapan besarnya adalah transformasi status; dari mereka yang semula menerima (Mustahik), kelak bisa menjadi pemberi (Munfiq atau Muzaki)," pungkas Suharyo optimis.
BERITA26/05/2026 | Lukman Hakim
Senyum Baru untuk Rumah Sahrul: Tangis Haru Sang Tulang Punggung Muda
Di usianya yang masih sangat muda, Sahrul Hidayatullah harus melipat gandakan kekuatannya. Perpisahan kedua orang tuanya memaksa Sahrul berdiri tegak menjadi kepala keluarga sekaligus tulang punggung utama. Bukan perkara mudah, ia harus berjuang keringat demi menghidupi dan memastikan dua adiknya yang masih usia sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan demi masa depan mereka.
Beban berat itu kini sedikit terangkat. BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir menyalurkan program Bantuan Renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) sebesar Rp. 15.000.000,- untuk Sahrul dan adik-adiknya di Dusun Uranggantung RT.90 RW.13 Desa Jarit, Kecamatan Candipuro.
Rumah yang dulunya retak dan rapuh, kini berganti menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak. Bantuan ini bukan sekadar tentang dinding yang kokoh atau atap yang teduh, melainkan tentang ruang harapan baru bagi tiga bersaudara ini untuk terus merajut impian.
"Terima kasih kepada para mudzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Lumajang. Bantuan Anda telah menghadirkan senyum dan menyalakan kembali harapan di rumah Sahrul."
Mari terus bentangkan kebaikan dan peduli sesama bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang.
BERITA25/05/2026 | Humas
Sinergi Tiga Pilar: Upaya Lumajang Mengangkat Martabat Ekonomi Ummat
Masalah kesenjangan sosial dan ekonomi masih menjadi tantangan besar yang menuntut solusi nyata. Berangkat dari amanat UUD 1945 dan nilai luhur agama untuk menyejahterakan masyarakat, Kabupaten Lumajang kini mengambil langkah konkret. Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag), BAZNAS, dan 11 Lembaga Amil Zakat (LAZ) setempat, sebuah gerakan strategis untuk penguatan ekonomi ummat resmi dicanangkan.
Satu Visi untuk Kesejahteraan
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh khidmat pada Jumat (22/5/2026), Sri Wanti, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, menegaskan pentingnya kesatuan langkah. Menurutnya, ego sektoral harus ditepikan demi satu tujuan mulia: pengentasan kemiskinan.
"Kemenag, BAZNAS, dan LAZ harus memiliki tekad yang sama. Mari kita bersinergi, khususnya di Lumajang, untuk mengangkat harkat ekonomi ummat," ujar Sri Wanti.
Kemenag sendiri telah menggulirkan program Pemberdayaan Ekonomi Ummat (PEU) yang dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat bawah secara berkelanjutan.
Transformasi: Dari Mustahik Menjadi Muzaki
Gayung bersambut, BAZNAS Lumajang menyatakan bahwa sinergi ini selaras dengan peta jalan (roadmap) lembaga mereka. Saat ini, BAZNAS tengah gencar melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa se kabupaten.
Salah satu target ambisius dari program ini adalah aspek transformasi spiritual dan ekonomi. BAZNAS berkomitmen untuk tidak sekadar memberi bantuan konsumtif, tetapi juga membina para Mustahik (penerima bantuan) agar kelak mampu mandiri secara finansial.
"Target kita adalah mengubah profil mereka. Dari Mustahik menjadi Munfiq (pemberi infak), dan pada akhirnya naik kelas menjadi Muzaki (orang yang berzakat)," ungkap salah satu wakil ketua BAZNAS Lumajang dengan optimisme tinggi.
Langkah Lanjutan
Kesepahaman ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Kemenag, BAZNAS, dan seluruh LAZ di Lumajang telah sepakat untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi ke dalam aksi nyata di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam memadukan potensi zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan tepat sasaran.
Dengan semangat kebersamaan ini, harapan untuk melihat masyarakat Lumajang yang lebih sejahtera dan mandiri bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang kian dekat untuk dicapai.
BERITA22/05/2026 | Lukman Hakim
Sinergi Zakat dan Pemberdayaan: Jalan Terang UMKM Lewat UPZ Desa
Belum genap sebulan dilantik, nakhoda baru BAZNAS Lumajang periode 2026-2031 langsung tancap gas. Lewat pembentukan UPZ Desa dan penguatan modal UMKM, mereka membawa misi besar: mengubah tangan di bawah menjadi tangan di atas.
Udara pagi di Kecamatan Sumbersuko, Rabu (20/5/2026), terasa berbeda. Di antara deretan wajah para pelaku usaha mikro, terselip harapan baru. Hari itu bukan sekadar seremoni sosialisasi, melainkan babak awal dari gerakan masif BAZNAS Lumajang dalam mendesentralisasi kebaikan hingga ke tingkat desa.
Ujung Tombak di Tingkat Desa
Menyadari bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersebar di gang-gang desa, BAZNAS Lumajang resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Inisiatif ini adalah "jemput bola" agar pengelolaan dana umat lebih dekat, transparan, dan tepat sasaran.
"UPZ Desa adalah ujung tombak kami. Dengan struktur yang jelas—ketua, sekretaris, dan bendahara di tiap desa—kami ingin memastikan amanah umat terkelola dengan profesional sejak dari akarnya," ungkap Ketua BAZNAS Lumajang, Nursahid, dengan nada optimis.
Bukan Sekadar Modal, Tapi Pendampingan Ritual
Ada yang berbeda dalam penyaluran bantuan modal kali ini. Sebanyak 8 desa di Sumbersuko menjadi pilot project, di mana masing-masing UMKM terpilih menerima suntikan modal sebesar Rp2 juta. Namun, Nursahid menegaskan bahwa bantuan ini bukanlah titik akhir.
"Kami tidak ingin melepas mereka begitu saja setelah menerima dana. Kami akan dampingi, kami bina, dan kami ajari cara berdagang yang benar serta Islami," tegasnya.
Visi besar BAZNAS kali ini adalah transformasi spiritual dan ekonomi. Melalui kaleng BAZNAS yang disediakan di tiap lapak, para pelaku usaha diajak untuk konsisten bersedekah, meski hanya Rp 1.000,- atau Rp 2.000,- dari sisa keuntungan mereka. Targetnya jelas: mengubah status mereka dari Mustahiq (penerima) menjadi Munfiq (pemberi sedekah).
Sinergi Menuju Kesejahteraan
Langkah cepat BAZNAS ini mendapat apresiasi hangat dari Camat Sumbersuko, Hj. Luluk Azizah, M.Kes. Baginya, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat adalah oase yang membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
"Hari ini saya benar-benar merasakan indahnya kolaborasi. BAZNAS tidak hanya membantu kesejahteraan warga kami secara materi, tapi juga memberikan edukasi bermakna tentang indahnya berbagi," ujar Luluk.
Senada dengan sang Camat, Sekcam Sumbersuko, Hafid Fuad, berjanji akan mengawal serius pembentukan UPZ ini hingga ke meja para Kepala Desa. Hasilnya pun nyata; di penghujung acara, Fitri Andriyani, staf BAZNAS Lumajang, mengonfirmasi bahwa 8 kepengurusan UPZ desa dan koordinator paguyuban UMKM di Sumbersuko telah resmi terbentuk.
BERITA20/05/2026 | Lukman Hakim
Terkatung-katung di Jalur Rantau: Kisah Tiga Pemuda Jabar yang Dibantu BAZNAS Lumajang
Niat hati merajut asa di Pulau Dewata, apa daya nasib justru membawa duka di tanah Jawa. Itulah yang dialami oleh Trisno (38) asal Bogor, serta dua rekannya, Somad (39) dan Sarjono (39) asal Bandung. Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, ketiga pemuda ini justru terlantar tanpa sisa harta di wilayah Kabupaten Lumajang.
Janji Manis yang Berujung Pahit
Kisah ini bermula dari janji manis seseorang yang menawarkan pekerjaan sebagai penjaga kebun di Bali. Tergiur dengan prospek tersebut, mereka pun berangkat membawa modal seadanya. Namun, perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk saat mereka tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
"Belum sempat menyeberang ke Bali, kami justru ditinggal begitu saja," keluh Trisno saat ditemui di kantor BAZNAS Lumajang, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya ditinggal, mereka juga mengaku diperas selama perjalanan dengan dalih ongkos kendaraan yang tidak masuk akal. Trisno sendiri harus merogoh kocek hingga Rp500 ribu. Akibatnya, uang saku yang seharusnya menjadi bekal awal di Bali ludes tak bersisa.
Lima Hari Berteman Masjid
Tanpa uang sepeser pun, ketiga pria ini terpaksa berjalan dan menumpang dari satu masjid ke masjid lainnya untuk sekadar beristirahat. Selama lima hari di Lumajang, masjid menjadi satu-satunya tempat berlindung mereka.
Titik terang muncul saat seorang Takmir masjid di Lumajang menyarankan mereka untuk meminta bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang.
"Alhamdulillah, pihak BAZNAS menyambut kami dengan baik. Kami sangat berterima kasih karena akhirnya bisa pulang ke Jawa Barat," ungkap Trisno penuh syukur.
Penyaluran yang Selektif dan Terukur
Menanggapi laporan tersebut, BAZNAS Lumajang bergerak cepat memberikan bantuan berupa ongkos kepulangan. Namun, pihak BAZNAS menegaskan bahwa prosedur tetap dijalankan secara ketat guna menghindari penyalahgunaan bantuan.
Imron Baidowi, salah satu staf BAZNAS Lumajang, menjelaskan bahwa bantuan diberikan setelah para mustahik (penerima bantuan) melampirkan surat keterangan dari kepolisian setempat.
"Kami harus tetap hati-hati karena sering terjadi modus serupa. Apalagi mereka bukan warga asli Lumajang, jadi verifikasi dari pihak berwajib sangat penting sebagai dasar penyaluran bantuan," terang Imron.
Kini, Trisno dan kawan-kawan bisa bernapas lega. Meski pulang dengan tangan hampa, setidaknya mereka bisa kembali ke pelukan keluarga di Jawa Barat berkat kepedulian para muzakki melalui BAZNAS Lumajang.
BERITA19/05/2026 | Lukman Hakim
Dicoret PKH, Sambat BAZNAS
Di sebuah sudut Dusun Sukorame, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, hidup seorang wanita tangguh bernama Siti Nur Aminah. Di usianya yang menginjak 53 tahun, Siti—begitu ia akrab disapa—harus menjalani hari-harinya dengan perjuangan ekstra. Sejak namanya dicoret dari daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), beban hidup yang dipikulnya terasa kian menghimpit.
Banting Tulang demi Sesuap Nasi
Kehilangan bantuan sosial pemerintah bukanlah perkara mudah bagi Siti. Ia terpaksa memutar otak dan membanting tulang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memotong pisang, menggoreng kripik, hingga pergi ke sawah untuk ngasak (mengais sisa panenan padi atau palawijo) dilakukan seorang diri.
"Semua saya kerjakan sendiri. Potong pisang sendiri, goreng sendiri, sampai ngasak pun sendiri," ungkap Siti dengan nada tegar saat ditemui tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) BAZNAS Lumajang, Rabu (13/5).
Perjuangan Siti makin berat lantaran kondisi fisiknya yang tak lagi bugar. Penyakit vertigo seringkali kambuh di saat ia tengah bekerja di depan wajan panas. Agar produksi kripiknya tidak terhenti, Siti terpaksa bergantung pada obat-obatan setiap hari demi meredam rasa sakitnya.
Hadirnya BAZNAS sebagai Juru Selamat
Melihat kondisi Siti yang pantang menyerah meski dalam keterbatasan, BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir membawa angin segar melalui program Lumajang Makmur. Siti pun terpilih sebagai penerima bantuan modal usaha sebesar Rp. 2.000.000,-
Senyum haru terpancar dari wajah Siti saat menerima kunjungan tim di rumah mungilnya. Baginya, bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan nyawa baru bagi usaha kripik pisangnya yang sempat tersendat.
"Alhamdulillah, untung ada BAZNAS hadir. Saya sangat terbantu," tuturnya penuh syukur.
Tak Sekadar Modal
BAZNAS tidak melepaskan Siti begitu saja. Selain bantuan uang tunai, lembaga ini berkomitmen untuk memberikan:
Pendampingan Usaha: Memastikan modal digunakan secara efektif.
Pembinaan: Memberikan arahan agar usaha kripik Siti bisa berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kisah Siti Nur Aminah adalah potret nyata bahwa di tengah sulitnya akses bantuan formal, solidaritas melalui dana zakat, infak, dan shodaqoh mampu menjadi jembatan bagi kaum dhuafa untuk kembali mandiri dan berdaya.
BERITA13/05/2026 | Lukman Hakim
Aksi Heroik Wahyu: Si Mungil Penakluk Tiang Bendera yang Curi Perhatian Bunda Indah
Semangat patriotisme tidak mengenal usia maupun ukuran tubuh. Hal inilah yang dibuktikan oleh Wahyu, siswa kelas 2 SDN Blukon kecamatan Lumajang, Lumajang. Sosok mungil ini mendadak viral setelah aksi beraninya memanjat tiang bendera setinggi 10 meter demi menyambung tali yang putus saat upacara Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026 lalu.
Keberanian Wahyu rupanya sampai ke telinga pemerintah daerah. Pada Selasa (12/5/2026) siang, suasana SDN Blukon yang terletak di ujung timur Kecamatan Lumajang berubah riuh. Bupati Lumajang, Bunda Indah, bersama Wakil Bupati Yudha Ajikusuma (Mas Wabup), secara khusus menyambangi sekolah tersebut dalam rangkaian kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu).
Momen Spontan yang Mengharukan
Pertemuan antara orang nomor satu di Lumajang dengan sang pahlawan cilik terjadi secara spontan. Di tengah kerumunan siswa, Bunda Indah langsung mengenali sosok Wahyu.
"Oh, ini toh yang memanjat tiang bendera. Kecil, mungil, tapi sangat pemberani," ujar Bunda Indah sembari memeluk hangat dan mengelus kepala Wahyu dengan penuh bangga.
Tak hanya pemberani, Wahyu juga menunjukkan sisi jenakanya. Saat Bunda Indah dan Mas Wabup hendak berpamitan, Wahyu bersama rekan-rekannya menahan mereka untuk membacakan pantun. Dengan logat Madura yang kental, Wahyu melontarkan pantun yang mengundang tawa sekaligus pujian: “Ubur-ubur ikan lele, Bunda Indah radin Sarah Lee (cantik sekali).”
Banjir Berkah di SDN Blukon
Kunjungan ini juga bertepatan dengan momen istimewa, yakni ulang tahun Bunda Indah yang ke-60. Kepala Sekolah SDN Blukon, Bu Hamidah, mengungkapkan bahwa para siswa telah menyiapkan kejutan berupa lantunan shalawat, pembacaan puisi, hingga ucapan selamat ulang tahun yang meriah.
Selain apresiasi moral, kunjungan ini membawa berbagai bantuan nyata bagi warga sekolah tersebut berupa:
Sepatu Baru: Sebanyak 12 murid terpilih mendapatkan sepatu baru yang dipasangkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.
Rehabilitasi Musholla: Melalui program Baznas Kabupaten Lumajang, SDN Blukon menerima bantuan dana sebesar Rp. 5.000.000,- untuk perbaikan fasilitas ibadah.
"Berkat kunjungan Bunda, sekolah kami benar-benar mendapat berkah," ungkap Pak Ibad, guru PAI SDN Blukon, menutup suasana penuh kegembiraan tersebut.
Sementara itu, Hamidah Rakhmawati, S.Pd.SD menyampaikan syukur dan terima kasih atas bantuan BAZNAS Lumajang membantu rehab Musholla SDN Blukon yang terlihat atap dan dinding yang sudah rapuh dan retak, agar pembelajaran kerohanian anak didik kami menjadi lebih mudah dan lancar, ungkap kepala SDN Blukon.
BERITA12/05/2026 | Lukman Hakim
Secercah Harap di Tengah Prahara: Kala BAZNAS Lumajang Membasuh Luka Tauhid dan Fahreza
Hari ini BAZNAS Kabupaten Lumajang berkesempatan menyalurkan bantuan program kesehatan untuk 2 orang mustahik atas nama Tauhid (67 tahun) seorang penderita jantung yang menjalani kontrol rutin warga dusun perjuangan RT.11 RW.03 Desa Petahunan kecamatan Sumbersuko dengan menerima bantuan akomodasi sebesar Rp. 1.500.000,- dan muhammad mukhvikal fahreza (17 tahun) penderita gegar otak warga dusun jatiagung RT.29 RW.06 Desa Jatirejo kecamatan Kunir kabupaten Lumajang menerima bantuan sebesar Rp. 2.000.000,-, jumat 08/05/2026.
Takdir memang rahasia Ilahi yang tak tertebak. Muhammad Mufikal Fareza, remaja yang dikenal pendiam, kini harus berjuang melewati ujian hidup yang teramat berat. Kecelakaan adu banteng di Jalan Suwandak Timur sebulan silam mengubah segalanya dalam sekejap. Siswa kelas 2 SMAN Tempeh ini tak hanya kehilangan keceriaannya, tapi juga sebagian dari dirinya.
Benturan Keras dan Vonis Medis
Luka yang dialami Fahreza bukan sekadar lecet biasa. Setelah sempat koma selama delapan hari di RS Wijaya Kusuma Lumajang, tim dokter mengambil keputusan medis yang krusial: separuh tempurung otak bagian depannya terpaksa diangkat sementara, kisah Slamet Riyadi ayah Fahreza.
Saat dikunjungi di kediamannya di Desa Jatirejo, Kunir, kondisi Fahreza tampak memprihatinkan. Ia duduk di kursi dengan keterbatasan gerak pada tangan dan kemampuan komunikasi yang belum pulih. Sebuah alat bantu pernapasan masih terpasang setia di lehernya, saksi bisu betapa hebatnya perjuangan remaja ini untuk tetap bertahan hidup.
"Sekarang tempurung otak bagian depan cucu saya itu tidak ada, Pak. Sudah diangkat saat operasi kemarin," ujar Karsidi, sang kakek, dengan nada lirih saat berbincang dengan pimpinan BAZNAS Lumajang.
Ekonomi yang Terhimpit
Ujian fisik Fahreza kian terasa menyesakkan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang "sengkurat" atau morat-marit. Di rumah sederhana seluas 70 meter persegi itu, dua kepala keluarga bertahan hidup bersama. Ayah Fahreza, Slamet, harus merantau jauh ke Bali sebagai tukang bangunan demi mengais rezeki. Di sudut ruang tamu yang tanpa kursi, tampak peralatan tukang yang berserakan—simbol perjuangan keras sang ayah yang jauh di mata.
"Ekonomi kami pas-pangan, kebutuhan keluarga harus digotong bersama," imbuh Karsidi. Ia mengaku hanya bisa pasrah dan berdoa, karena sebagai kakek, ia merasa tak berdaya secara finansial untuk menanggung biaya pengobatan cucunya yang selangit.
Kehadiran Muzaki Lewat BAZNAS
Melihat penderitaan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang hadir membawa angin segar. Setelah melalui permohonan pengajuan yang disampaikan keluarga fahreza dan menimbang hasil survey kesehatan tim BAZNAS Lumajang, bantuan yang disalurkan menjadi oase di tengah gurun kesulitan. Ucapan syukur tak henti-hentinya mengalir dari bibir Karsidi.
Wakil Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, H. Suharyo, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki (orang yang membayar zakat) ke BAZNAS Lumajang.
"Tugas kami adalah mengumpulkan dan menyalurkan titipan uang para muzaki kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ini adalah bentuk tasharruf yang nyata," jelasnya.
Sebelum berpamitan, doa tulus dipanjatkan agar Fahreza diberikan kesembuhan yang sempurna, sehingga suatu hari nanti ia bisa kembali menyandang tas sekolah dan mengejar cita-citanya yang sempat tertunda. Bagi keluarga Fahreza, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bukti bahwa Allah menghadirkan tangan-tangan baik untuk menopang mereka yang sedang terjatuh.
BERITA08/05/2026 | Lukman Hakim
Secercah Harapan di Jogoyudan: Kala Baznas Lumajang Membasuh Luka Sang Guru Ngaji
Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Jogoyudan. Air mata Mislawati suaminya, Kiai Hasan Syafi’i tak terbendung saat menyambut kedatangan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan membawa misi kemanusiaan pada Selasa, (5/5/2026) siang.
Lumpuh, Sang Penuntun Umat Terbaring Lemah
Kiai Hasan Syafi’i, sosok guru ngaji yang biasanya lantang menggaungkan ayat-ayat suci dan memimpin salat berjamaah di musholla samping rumahnya, kini hanya bisa terbaring tak berdaya. Kelumpuhan merenggut aktivitasnya. Selang pembuangan urine yang masih terpasang menjadi saksi betapa berat perjuangan fisik yang beliau hadapi.
"Beliau nyaris tidak pernah turun dari kasur. Bahkan untuk urusan buang air pun harus dibantu sepenuhnya," ungkap Mislawati, atau yang akrab disapa Iis, dengan suara bergetar.
Sebagai tulang punggung keluarga, kondisi Kiai Hasan membawa dampak ekonomi yang nyata. Iis kini harus mengambil alih peran mencari nafkah sembari telaten merawat sang suami.
Kepedulian yang Menembus Dinding Rumah
Kedatangan tim Baznas Lumajang membawa angin segar berupa dana santunan reguler. Bantuan sebesar Rp. 300.000,- setiap bulan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok keluarganya.
"Saya sangat terharu dengan bantuan ini. Syukur Alhamdulillah, kepedulian BAZNAS Lumajang sangat membantu kehidupan kami ditengah ujian ini," ungkap Iis penuh syukur.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Sosial
Langkah BAZNAS ini melengkapi perhatian yang sebelumnya telah diberikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sepekan sebelumnya, Bupati Lumajang, Indah Amperawati—yang akrab disapa Bunda Indah—telah melakukan kunjungan langsung.
Meski sempat tak bertemu di rumah, karena Kiai Hasan sedang menjalani rawat inap, Bunda Indah menunjukkan komitmennya dengan langsung menjenguk ke Rumah Sakit Umum Daerah dokter Haryoto Lumajang. Dalam kunjungan tersebut ikut mendampingi dari Dinas Sosial, Camat Lumajang, serta Lurah Jogoyudan, bantuan berupa kursi roda dan santunan pribadi juga telah diserahkan.
Kisah Kiai Hasan Syafi’i adalah potret nyata bagaimana dana zakat yang dihimpun dari para pegawai negeri sipil di lingkungan pemkab Lumajang mampu menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa mereka yang telah berjasa bagi umat tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulitnya.
BERITA05/05/2026 | Lukman Hakim
PERKUAT SINERGI, PIMPINAN BAZNAS LUMAJANG AUDIENSI KE BAZNAS PROVINSI JAWA TIMUR
Sepekan pasca dilantik oleh Bupati Lumajang, pimpinan baru BAZNAS kabupaten Lumajang periode 2026-2031 melaksanakan audiensi resmi dengan pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur di kantor BAZNAS provinsi Jawa Timur Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, 29/04/2026.
Dalam upaya meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menjadikan momen strategis ini untuk menyelaraskan program, membahas tantangan di lapangan, serta menyusun langkah kerja bersama demi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dana zakat.
Hadir pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ketua Prof. Dr. KH. Ali Maschan Mousa, M.Si, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. KH. Masnuh M.Pd., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I, Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si, dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi SDA dan Umum Dr. KH. Khusnul Khuluq, MM.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan selamat kepada pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Lumajang periode 2026-2031 dan menekankan pentingnya kualitas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS berperan sebagai operator sekaligus supervisor, dengan penyelesaian masalah melalui management 4.0, serta tidak mendapat pendanaan dari APBN, hanya dukungan operasional
Sementara itu ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. M. Nur Sahid, MA menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan wujud komitmen lembaga untuk terus berbenah dan berkolaborasi dengan pihak yang lebih tinggi. “Kami hadir untuk menyampaikan capaian yang telah kami raih sekaligus menyampaikan berbagai kendala yang kami hadapi di Lumajang, baik dalam hal penghimpunan maupun pendistribusian dana zakat. Kami juga membutuhkan arahan dan dukungan dari BAZNAS Provinsi agar program-program kami semakin luas dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran BAZNAS Lumajang. “Kami melihat bahwa BAZNAS Lumajang memiliki potensi yang besar untuk berkembang lebih baik lagi. Potensi zakat di daerah ini cukup signifikan, sehingga dengan pengelolaan yang tepat, manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga Lumajang yang membutuhkan,” tegasnya.
Pihak BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan komitmen untuk selalu sharing program khususnya bidang pendistribusian dan pendayagunaan sebagaimana dilakukan dengan BAZNAS kabupaten/kota di Jawa Timur, dibahas pula rencana penyelenggaraan kegiatan bersama yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang zakat, serta penyamaan sistem pelaporan agar pengelolaan dana menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk mempererat komunikasi secara berkelanjutan, di mana BAZNAS Provinsi akan secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja di tingkat kabupaten, sementara BAZNAS Lumajang akan terus menyampaikan laporan perkembangan dan kebutuhan yang ada. Semua langkah ini diharapkan dapat menjadikan zakat sebagai instrumen yang semakin efektif dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur pada umumnya, dan Kabupaten Lumajang pada khususnya.
BERITA29/04/2026 | Humas
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang Periode 2026-2031
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang resmi menggelar acara pelantikan dan serah terima jabatan pimpinan untuk periode baru. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat komitmen pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel dilaksanakan di gedung PKK kabupaten Lumajang, 21/04/2026.
Pimpinan yang terpilih adalah sebagai berikut, Ketua Drs. H. M. Nur Sjahid, MA, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H. Ahmad Lukman Hakim, SE., Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Drs. H. Suharyo AP, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Drs. H. Aminuddin, dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi Sumber Daya Amil dan Umum H. Arif Rohman Hakim, S.Pd.I
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh Bupati Lumajang, Ketua Komisi D DPRD kabupaten Lumajang, kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kementerian Agama, tokoh agama, serta para undangan dari berbagai instansi dan lembaga terkait. Prosesi pelantikan dilakukan secara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari pimpinan lama kepada pimpinan baru.
Dalam sambutannya, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi pimpinan periode sebelumnya yang telah berkontribusi banyak dalam mengembangkan program-program zakat di Kabupaten Lumajang. Ia juga berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih, khususnya dalam menggali potensi zakat serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Pimpinan BAZNAS yang baru dilantik menyampaikan akan melaksanakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Fokus utama ke depan adalah optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat, pungkas Drs. HM. Nur Sjahid, MA ketua petahana.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, serah terima jabatan pimpinan lama ke pimpinan baru diselenggarakan di kantor BAZNAS kabupaten Lumajang dengan disaksikan asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setda kab. Lumajang, dalam sambutannya dr. H. Halimi Maksum, MMRS menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah mensukseskan rangkaian acara kegiatan ini. Beliau berharap kepengurusan baru dapat membawa BAZNAS Kabupaten Lumajang menjadi lembaga yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat, ungkap mantan direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang
Dengan dilaksanakannya pelantikan dan serah terima jabatan ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Lumajang dapat terus berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat, serta menjadi garda terdepan dalam mengelola potensi zakat secara optimal di Kabupaten Lumajang.
BERITA21/04/2026 | Humas
Hangatnya Silaturahmi Halal Bihalal Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Lumajang
Hari Raya Idulfitri merupakan momentum yang sarat makna bagi seluruh umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, Idulfitri hadir sebagai hari kemenangan, sekaligus titik kembali kepada fitrah yang suci. Nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial yang telah ditempa selama Ramadan diharapkan terus hidup dalam setiap langkah kehidupan.
Dalam suasana penuh kebahagiaan tersebut, tradisi halal bihalal menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Lebih dari sekadar saling bermaafan, halal bihalal merupakan sarana mempererat tali silaturahmi, menghapus sekat, serta membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.
Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Lumajang turut memaknai momen ini dengan menggelar kegiatan halal bihalal yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Seluruh pimpinan, satuan audit internal, para amil pelaksana serta tim baznas tanggap bencana (BTB) berkumpul dengan pasangan dan keluarga dalam suasana kekeluargaan, saling bermaafan, dan menguatkan komitmen untuk terus mengemban amanah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah di kantor BAZNAS Lumajang (05/04/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam sambutannya, ketua BAZNAS kabupaten Lumajang Drs. H. M. Nur Sjahid, MA berharap semangat Ramadan hendaknya tidak berhenti pada satu bulan saja, melainkan menjadi energi yang terus menggerakkan kerja-kerja kebaikan sepanjang tahun.
Halal bihalal juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh elemen lembaga. Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, diharapkan tercipta sinergi yang semakin solid dalam mewujudkan program-program kemaslahatan umat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lumajang.
Sebagai lembaga yang mengemban amanah umat, BAZNAS Kabupaten Lumajang terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat. Semangat Idulfitri dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang diambil harus dilandasi oleh keikhlasan dan tanggung jawab.
Akhirnya, melalui momentum Idulfitri dan halal bihalal ini, diharapkan seluruh keluarga besar BAZNAS Kabupaten Lumajang semakin solid, harmonis, dan siap melangkah bersama dalam menebar kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat. Semoga semangat kemenangan ini senantiasa terjaga dan membawa keberkahan bagi semua.
BERITA05/04/2026 | Humas
Menutup Ramadhan dengan Kepedulian, BAZNAS Lumajang Santuni Abang Becak di Dua Kelurahan
Menjelang akhir bulan Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang kembali melaksanakan program santunan bagi para abang becak. Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026, di kelurahan Rogotrunan dan kelurahan Ditotrunan Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, H. M. Nur Sjahid, menyampaikan bahwa para abang becak menjalankan tugas yang sangat mulia. Menurutnya, mereka mengais rezeki dengan tenaga fisik walaupun sebagian besar telah memasuki usia uzur namun sesungguhnya tengah menjalankan amanah besar bagi keluarganya.
Pada bulan ini, BAZNAS kabupaten Lumajang telah mendistribusikan santunan abang becak kepada 200 penerima manfaat dengan nominal @Rp. 150.000,-/orang dari program santunan tersebut. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat serta membantu meringankan kebutuhan mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Disamping itu program khusus BAZNAS Lumajang di bulan ramadhan 1447 H dengan rangkaian kegiatan diantaranya santunan 1000 anak yatim, santunan 2100 sembako untuk jamaah masjid di 21 kecamatan se kabupaten Lumajang, pemberdayaan 25 warung pracangan (umkm), pemberdayaan 25 warung makan (warung kecil) dan santunan 200 orang abang becak, ungkap panitia ramadhan 1447 H, Drs. Moh. Khoyum, MM.
Salah satu penerima santunan tukang becak, Mohammad Ikrom, warga jl. Cut Nyak Dien RT.02 RW.05 Kelurahan Rogotrunan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Lumajang atas perhatian yang diberikan kepadanya. Ia telah menjadi abang becak sejak masih belim berkeluarga, ujarnya bahagia.
Menurutnya, perhatian dari BAZNAS menjadi salah satu bukti bahwa para abang becak tetap mendapat tempat dan dukungan khususnya dari lembaga pemerintah, walaupun memang secara kuantitas masih terbatas pada setiap kelurahan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Lumajang yang terus memperhatikan kesejahteraan para abang becak.
Program abang becak ini menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS dalam memperkuat sinergi sosial melalui dana zakat, infak, dan sedekah, terutama di wilayah kelurahan yang masih berada di sekitar kantor BAZNAS Lumajang.
Turut hadir dalam acara ini, Camat Lumajang, Pimpinan BAZNAS Lumajang, Lurah, Bhabinkabtimas dan Babinsa.
BERITA16/03/2026 | Humas
Santunan Berkah Ramadhan 1447 H, BAZNAS Lumajang Distribusikan Sembako 21 UPZ Masjid
Kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Lumajang di bulan ramadhan 1447 Hijriyah lebih meningkat dibanding hari sebelumnya, mengingat kebutuhan primer para mustahik menjadi fokus utama baznas, pada kegiatan satu bulan ini BAZNAS telah membuat program konsumtif produktif dalam bentuk pemberdayaan warung kecil nasi kotak untuk takjil dan buka bersama, program pemberdayaan warung pracangan paket sembako ringan.
Adapun kegiatan santunan dhu'afa ramadhan 1447 H telah diselenggarakan di 21 masjid se kabupaten Lumajang yang telah menjadi unit pengumpul zakat (UPZ) BAZNAS Kabupaten Lumajang dan dilaksanakan serentak mulai tanggal 02-09 maret 2026 dengan dibentuk 5 tim setiap hari agar durasi pendistribusiannya lebih singkat.
Sebanyak 2100 penerima manfaat khususnya dhu'afa yang menjadi jama'ah masjid telah menerima paket sembako dari BAZNAS Lumajang, hal ini menjadi bagian dari kegiatan pendayagunaan program pendistribusian BAZNAS Lumajang, sebab model pendistribusian yang bekerjasama dengan UPZ masjid telah dijalankan sejak 3 tahun lalu ini menjadi atensi tersendiri bagi pengurus takmir masjid yang sekaligus upaya pemberdayaan jama'ah masjid dan menambah lebih antusias warga dengan kegiatan di masjidnya, jelas ketua BAZNAS Lumajang.
Semantara itu 21 UPZ Masjid yang sinergi program dengan BAZNAS diantaranya, Masjid Darussalam Labruk Lor, Masjid Besar Ar Raudhoh Labruk Kidul Sumbersuko, Masjid Al Barokah Tempeh Lor, Masjid Al Hikmah Kedungmoro Kunir, Masjid Nurul Fuad Munder Yosowilangun, Masjid Nurul Amin Dapsulur Ranuyoso, Masjid Baitul Mukminin Sawaran Lor Klakah, Masjid Baitussalam Sidomakmur Gucialit, Masjid Istiqlaal Timur Pasar Randuagung, Masjid Nurul Hidayah Bedayu Senduro, Masjid An Nur Sumberurip Pronojiwo, Masjid Sabilil Muttaqin Sidorejo Rowokangkung, Masjid Al Mujahidin Selok Awar-awar Pasirian, Masjid Al Falah Desa Sumberwuluh Candipuro, Masjid Roudlotul Jannah Pagowan Pasrujambe, Masjid Raudlotul Muttaqin Jatiroto, Masjid Masjid Baitussalam Grobogan Kedungjajang, Masjid Baitul Muttaqin Karangsari Sukodono, dan Masjid At Taqwa Tempursari.
Ketua takmir masjid Roudotul Jannah desa Pagowan kecamatan Pasrujambe Kyai Mambaul Jinan menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Lumajang yang telah mengamanahkan masjidnya untuk menjadi tempat pendistribusian program santunan ramadhan pada tahun 1447 Hijriyah / 2026 sebab sangat bermanfaat bagi warga jamaahnya mengingat baru tahun ini memperoleh program yang sangat bagus di desa kami, ungkapnya penuh syukur dan bahagia.
Sesuai dengan taggar kegiatan ramadhan tahun ini, Cahaya Zakat keajaiban bagi muzaki dan mustahik. aamiin
BERITA03/03/2026 | Humas
Safari Ramadhan 1447 H: BAZNAS Lumajang Berbagi Kebahagiaan dengan 1.000 Anak Yatim
Dalam rangka Safari Ramadhan 1447 Hijriah, BAZNAS Lumajang menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dari 21 kecamatan se Kabupaten Lumajang, di pendopo Aryawiraraja pada Rabu, 25/02/2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Lumajang Peduli yang bersinergi dengan program BAZNAS provinsi Jawa Timur selama bulan suci Ramadhan.
Santunan yang diberikan berupa uang tunai total senilai Rp. 200.000.000,- dan 1000 tas sekolah beserta alat tulis untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim selama Ramadhan.
Penyaluran santunan dilaksanakan di pendopo Aryawiraraja sebagai icon kabupaten Lumajang sekaligus sarana pendekatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, yang pesertanya berasal dari 21 kecamatan dan 24 lembaga kesejahteraan sosial dan anak (LKSA) agar dapat menjangkau penerima manfaat secara merata.
Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nur Sjahid, MA menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi anak-anak yatim dan keluarganya, sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan penuh berkah. Program ini juga menjadi wujud nyata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran, ungkapnya.
Selain itu sumber anggaran santunan ini adalah hasil penghimpunan dana zakat, infak, dan shadaqah dari kalangan PNS dan PPPK di lingkungan pemerintah daerah yang menyalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasiobal (BAZNAS) kabupaten Lumajang yang kemudian diwujudkan dalam program santunan 1000 anak yatim sinergitas antara BAZNAS Lumajang dengan BAZNAS provinsi jawa timur.
Sementara itu, Ketua BAZNAS provinsi jawa timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Mousa, M.Si berharap program sinergi ini semoga bukan yang awal maupun terakhir namun akan diselenggarakan setiap tahun dengan BAZNAS kabupaten/kota di jawa timur, hal ini menjadi salah satu bentuk komunikasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten, hadirnya peran pemerintah di tengah kebahagiaan masyarakat khususnya anak yatim di bulan ramadhan, semoga kabupaten Lumajang menjadi kabupaten baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur, pungkasnya.
Hal senada disampaikan Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si bahwa kegiatan santunan 1000 anak yatim dapat diselenggarakan setiap tahun di pendopo aryawiraraja, atas nama pemkab menyampaikan terima kasih kolaborasi program santunan 1000 anak yatim BAZNAS provinsi jawa timur, BAZNAS Lumajang dan pemkab Lumajang, semoga program ini menjadi berkah bagi kita semua dan semoga anak-anak menjadi calon pemimpin bangsa yang hebat, tangguh dan berakhlakul karimah, pesannya penuh antusias.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Lumajang berharap semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
BERITA25/02/2026 | Humas
Seperempat Abad BAZNAS: Khotmil Qur’an dan Tasyakuran Wujud Syukur Pengabdian
Tanggal 17 Januari 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Tepat di usia seperempat abad, BAZNAS meneguhkan kembali komitmennya sebagai lembaga negara yang mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat serta pembangunan bangsa, yang diwujudkan dalam kegiatan khotmil quran dan potong tumpeng di kantor BAZNAS kabupaten Lumajang, Senin 19/01/2026.
Perjalanan 25 tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejak berdiri, BAZNAS terus tumbuh dan bertransformasi menjadi lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan terpercaya. Berlandaskan nilai-nilai syariat dan tata kelola yang akuntabel, BAZNAS hadir sebagai penghubung kebaikan antara para muzakki dan mustahik di seluruh penjuru negeri.
BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas Milad ke-25 BAZNAS RI. Tonggak usia ini mencerminkan konsistensi dan dedikasi panjang dalam memperkuat solidaritas sosial, mengurangi kesenjangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
Beragam ikhtiar telah dijalankan, mulai dari bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, hingga respons kebencanaan. Program-program tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menumbuhkan harapan dan kemandirian umat.
Memasuki usia yang semakin matang, BAZNAS terus dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Inovasi layanan, penguatan digitalisasi, serta perluasan jangkauan manfaat menjadi bagian dari langkah strategis agar zakat dapat dikelola secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Momentum Milad ke-25 ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguat tekad seluruh insan BAZNAS untuk terus menjaga amanah umat. Dengan semangat melayani dan nilai keberkahan sebagai fondasi, BAZNAS optimistis melangkah maju dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban.
Turut hadir dalam kegiatan Milad ke 25 BAZNAS diantaranya perwakilan kantor kementerian agama kabupaten Lumajang, pengurus majelis ulama indonesia kabupaten Lumajang, Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Lumajang, peserta program SKSS dari perguruan tinggi se kabupaten Lumajang dan Mitra BAZNAS dari Bank Jatim Syariah Cabang Jember serta Bank Syariah Indonesia cabang S. Parman Lumajang.
BERITA19/01/2026 | Humas
Menebar Manfaat di Pengujung Tahun 2025, BAZNAS Lumajang Gelar Khitan Massal
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial akhir tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Lumajang menyelenggarakan program khitan massal bagi masyarakat di kecamatan Rowokangkung, Yosowilangun, Jatiroto dan Randuagung serentak pada hari selasa, 23/12/2025.
Kegiatan ini bertujuan memberikan layanan kesehatan sekaligus meringankan beban keluarga mustahik. Melalui program ini, BAZNAS Lumajang menegaskan komitmennya dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan shodaqah secara tepat sasaran, serta terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, peserta yang mengikuti khitan massal di 4 puskesmas mencapai 154 anak dengan rincian sebagai berikut : 1. Kecamatan Yosowilangun diselenggarakan oleh Masjid Al Istiqomah sebanyak 84 anak 2. Puskesmas Rowokangkung : 22 anak 3. Puskesmas Randuagung : 25 anak dan 4. Puskesmas Randuagung sebanyak 23 anak.
Momen khitan BAZNAS bersamaan dengan libur sekolah akhir tahun, ini menjadi kegiatan rutin diselenggarakan setiap tahun sekaligus memberi kesempatan bagi para peserta khitan untuk melewati tahap perawatan, kontrol ke dokter bila terjadi keterlambatan penyembuhan luka sehingga ketika awal masuk pembelajaran sekolah tahun 2026 nanti telah sembuh total, ungkap Moh. Khoyum wakil ketua BAZNAS Lumajang sekaligus panitia khitan massal BAZNAS 2025.
Kegiatan khitan BAZNAS turut hadir Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Lurah dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing sekaligus menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Lumajang yang telah menyelenggarakan khitan untuk membantu warga masyarakatnya, semoga kegiatan sinergi ini dapat dilaksanakan kembali di tahun berikutnya.
BERITA23/12/2025 | Fuad
Dari Kepedulian Menjadi Harapan : BAZNAS Lumajang Bantu Tas Siswa MI Miftahul Ulum Supiturang
Senyum merekah siswa siswi madrasah ibtidaiyah Miftahul Ulum desa Supiturang kecamatan Pronojiwo saat menerima bantuan paket tas BAZNAS Lumajang di lantai II ruang kelas MI pada Rabu, 17/12/2025.
Paket tas beserta isinya berupa alat tulis sebanyak 58 telah diterima oleh kepala madrasah ibtidaiyah Miftahul Ulum Supiturang, dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih luar biasa kepada BAZNAS Lumajang yang sangat peduli pada nasib siswa siswi kami yang sangat terdampak erupsi gunung Semeru yang terjadi pada 19 november lalu, ucapnya Zumari, S.Pd.
Sementara itu, Kepala Amil Pelaksana Chusnul Fuad, SQ didampingi kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan Fitri Andiani, S.Ak dan tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kabupaten Lumajang menyerahkan bantuan tas MI berharap, bantuan ini bagian dari kepedulian BAZNAS Lumajang bagi warga pendidikan yang terdampak erupsi Semeru bulan lalu, sekaligus menjadi semangat baru atas dampak yang dirasakan siswa siswi di madrasah, semoga bantuan ini tidak mengendurkan semangat belajar mereka.
Turut hadir pula Sekretaris Desa Supiturang, Ahmad Muriyanto yang membantu koordinasi data para siswa terdampak di desa Supiturang, termasuk penyaluran bantuan tas bagi siswa siswi SDN Supiturang 02, MTs Miftahul Ulum Supiturang dan SDN Supiturang 01 pada pekan lalu.
BERITA17/12/2025 | Fuad
Ringankan Dampak Bencana BAZNAS Pusat Bagikan 135 Paket Tas Sekolah untuk Siswa di Desa Supiturang Pronojiwo
Setelah melalui proses asesmen oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Lumajang sehari pasca erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 lalu, BAZNAS Republik Indonesia menyalurkan bantuan pendidikan berupa tas sekolah dan alat tulis kepada 135 siswa yang terdampak bencana. Penyaluran dilakukan di tiga titik pendidikan darurat di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pada Selasa (09/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Lumajang Drs. H.M. Khoyum, MM; Wakil Ketua Bidang Pendistribusian H. Pudjiardi, SH; Camat Pronojiwo Hani Pujianto, SH; Koordinator Pos Pengungsian Pronojiwo Yadin Iwan Setiawan; serta Kepala Desa Supiturang Nurul Yakin. Bantuan diserahkan kepada siswa di lokasi sekolah darurat SDN Supiturang 02, MTs Miftahul Ulum Pronojiwo, dan SDN Supiturang 01.
Tiga titik sekolah tersebut merupakan siswa siswi yang berdomisili di dusun gumukmas, sumbersari dan kamar A sehingga mereka hanya mengungsi dengan pakaian dan peralatan seadanya, maka Direktur Pendistribusian BAZNAS Pusat Ahmad Fikri M.d., NLP menginstruksikan pemberian bantuan bidang pendidikan untuk memulihkan semangat belajarnya.
Para kepala sekolah dari SDN Supiturang 02, SDN Supiturang 01 dan MTs Miftahul Ulum Pronojiwo menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang tinggi kepada BAZNAS RI atas perhatian yang diberikan kepada peserta didik mereka. Mereka berharap pemberian tas dan alat tulis ini dapat memulihkan semangat belajar siswa yang terdampak langsung erupsi gunung Semeru khususnya di desa Supiturang Pronojiwo.
Sementara itu data penerima paket tas dan alat tulis BAZNAS Pusat diberikan kepada SDN Supiturang 02 sebanyak 94 tas, MTs Miftahul Ulum 19 tas dan 22 paket tas untuk SDN Supiturang 01.
“Semoga dukungan ini dapat menambah motivasi anak-anak untuk tetap bersekolah dan bangkit setelah musibah,” ujar salah satu kepala sekolah.
BERITA09/12/2025 | Fuad
BAZNAS Pasuruan Hadirkan Layanan Dapur Air untuk Pengungsi di SMPN 02 Pronojiwo
Rasa empati terhadap warga terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru kembali mengalir, kali ini dari BAZNAS Kabupaten Pasuruan bersama tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Bantuan lagistik berupa stand dapur air pengungsian di SMP Negeri 02 Pronojiwo, Jumat (28/11/2025).
Tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Lumajang langsung menuju titik pengungsian tersebut mengingat jumlah warga yang mengungsi meningkat menjadi 400 jiwa hingga malam ini. Selain itu, stand dapur air menjadi menjadi pelengkap kebutuhan warga pengungsian
“Kami melihat kebutuhan air menjadi paling urgen untuk penyintas seperti air panas untuk kebutuhan susu balita, teh dan kopi hangat untuk melawan hawa dingin pronojiwo, serta membuat makanan siap saji yang menggunakan rebusan air” ungkap Agus dari tim BTB Pasuruan.
Selain itu, wakil ketua I bidang pendistribusian BAZNAS Kabupaten Pasuruan, Gus Muh. Mundzir, menyatakan bantuan yang diberikan dalam bentuk logistik dapur air adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam situasi kebencanaan yang dialami warga pengungsian, tentu dengan keterbatasan sarana khususnya dapur air yang ada, akan mampu meringankan kebutuhan konsumsi air untuk kegiatan sehari-hari khususnya di pos SMPN 02 Pronojiwo. Dan bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan tim BTB Lumajang untuk memastikan kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak.
“Menurut pertimbangan kami setelah berkoordinasi dengan tim BAZNAS Tanggap Bencana kabupaten Lumajang, stand dapur air juga paling dibutuhkan warga. Selain bermanfaat, juga dapat langsung dikonsumsi, sambil melihat antusias warga penyintas mendapat pelayanan kebutuhan minum air dalam bentuk kopi, teh, energen, susu dan pop mie,” jelasnya.
Di sela- sela menyajikan permintaan kopi hangat, para relawan BAZNAS Tanggap Bencana kabupaten Pasurun yang berjumlah 10 personil ini turut menyempatkan diri berkomunikasi dan memberikan dukungan moril kepada warga terdampak APG Semeru. Mereka mengajak para penyintas untuk tetap sabar dan berikhtiar menghadapi musibah yang menyebabkan harta benda mereka tidak sempat diselamatkan.
“Kami berusaha memberi semangat agar warga tetap tegar menghadapi ujian ini,” tutur Agus.
BERITA28/11/2025 | Fuad

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.
Lihat Daftar Rekening →