WhatsApp Icon
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City

Kantor perwakilan Bank Indonesia cabang Jember menyelenggarakan Dulur Sekarkijang X Road To Fesyar Samara 2026 kabupaten Lumajang dengan kegiatan Seminar Nasional bersama Anggota DPR RI komisi XI, Bupati Lumajang, Dinas Lingkungan Hidup, BAZNAS Lumajang, CEO Digital Perbankan dan Duta Putri Indonesia Jawa Timur di pendopo Aryawiraraja pada sabtu-minggu, 5-6 September 2026.

Dulur Sekarkijang adalah program Digitalisasi Untuk Karesidenan Besuki dan Lumajang merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah eks Karesidenan Besuki (yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kabupaten Lumajang.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Dulur Sekarkijang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat, nah BAZNAS kabupaten Lumajang berkesempatan menjadi salah satu narasumber evant ini dengan tema Digitalisasi Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dalam perspektif sosial dan kemanusiaan.

Kepala Bank Indonesia cabang Jember M. Iqbal Reza Nugaraha memaparkan bahwa trend di Jawa Timur pertumbuhan ekonominya sedikit melambat namun pertumbuhan di kabupaten Lumajang masih berpotensi lebih tinggi. Sebab ada sektor pertanian sebagai pondasi perekonomian daerah dengan transformasi digital yang salah satu indikasinya adalah pemanfaatan QRIS (metode pembayaran digital), jumlah penggunaan saat ini di sekarkijang mencapai volume 7.7138 user, indeks TTPD yang diatas wajar, termasuk pada tahun 2026 data wakaf tercatat sebesar 30 Trilyun, maka program yang dinisiasi Bank Indonesia perwakilan Jember menggagas percepatan smart city dan green city sebagai kegiatan bersama stakeholder terkait. Semoga seminar Sekarkijang ini menjadi kolaborasi dan aksi bersama.

Sementara itu Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyambut baik event rutin ini yang memiliki dampak bagi warga Lumajang beliau juga menyampaikan berterimakasih kepada BI cabang Jember telah membuat acara luar bisa khususnya untuk UMKM  di Lumajang, berdampk positif dimana pertumbuhan ékonomi mencapai 5,89 pada triwulan I, dan dirasakan masyarkat secara riil. 

Sedangkan H. Amin Ak., MM anggota komisi XI DPR RI : menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dalam menggagas kegiatan seminar merajut Sekar Kijang oleh Kepala perwakilan BI Jember. Sebab sebagai penghubung para tani di seluruh indonesia beliau memikirkan paradigma lama parapenghasil komoditas, rantai pasok sangat panjang dan merugikan petani, sehingga perlu kita ubah menjadi lebih modern ada transformasi dari arus digital menjadi ekonomi hijau yang dibarengi ekonomi syariah. Sektor ekonomi Indonesia berada di profesi 90% di UMKM.

Aksi nyata petani Lumajang memutus marai rantai pasok tengkulak, ada pisang Kirana, tumpak sewu, teras Semeru. Komisi XI memastikan literasi dan inklusi keuangan digital menjangkau daerah pelosok serta selalu merangkul masyarakat kecil. sebagai salah satu contoh kabupaten Lumajang memiliki lebih dari 40.000 hektar tutupan hutan dengan potensi perdagangan karbon 10-20 Milyar per tahun. 

Sedangkan Putri Indonésia Jawa timur 2026 Rayuan Nurrizqina Haq sebagai seorang fresh graduated bidang ilmu komunikasi, memiliki perspektif tersendiri sebagai generasi muda dalam membawa pesan positif dalam digitalilasi. Gagasan Digitalisasi smart city, misalnya retribusi parkir dan lokasi pariwisata masih menggunakan transaksi berbentuk uang kertas yang dapat mempengaruhi economic green city berkelanjutan, maka penggunaan paperless, akan lebih memudahkan masyarakat dan mempercepat antrian loket menuju lokasi wisata serta mengedukasi literasi uang digital secara masih terstruktur.. 

Dalam akhir diskusi seminar nasional ketua BAZNAS Lumajang menghimbau pada seluruh warga Lumajang dukung dan bangun UMKM dengan investasi zakat, infaq dan sedekah melalui BAZNAS kabupaten Lumajang bisa melalui QRIS maupun transfer via BSI dan Bank Jatim Syariah sebagai wujud implementasi pengembangan perekonomian yang berkelanjutan.

05/09/2026 | Kontributor: Humas
Pertama Di Lumajang, Disnaker Latih Warga Disabilitas Siap Kerja

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Timur, Disnaker Kabupaten Lumajang, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan program pelatihan kompetensi khusus dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.

Program pelatihan inklusif berbasis digitalisasi pemasaran (digital marketing) dan penyuntingan video (video editing) ini dibuka di Gedung PKK Kabupaten Lumajang pada Rabu (2/9/2026). Sebanyak 16 peserta difabel mengikuti program pioneer yang menjadi pelatihan kompetensi disabilitas pertama di Kabupaten Lumajang.

Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, S.E., M.M.I., menyatakan bahwa program ini bertujuan membekali kelompok disabilitas dengan keahlian praktis agar mampu bersaing di sektor formal maupun mandiri di sektor informal.

"Pelatihan ini tidak hanya sebatas memberikan pembekalan keahlian, tetapi juga berfokus pada kesiapan penempatan kerja para peserta," ujar Budi Raharjo dalam sambutannya. Ia turut mengapresiasi respons cepat Disnaker Kabupaten Lumajang dalam menginisiasi kolaborasi dan inovasi pengelolaan anggaran program tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat undang-undang untuk menyamaratakan kesejahteraan seluruh warga negara.

"Hal terpenting pasca pelatihan adalah kepastian adanya perusahaan yang dapat menyerap para tenaga kerja terlatih ini, sehingga tidak timbul kebingungan mengenai penempatan kerja mereka," tegas Agus.

Agus juga mengharapkan perluasan cakupan program pelatihan di masa mendatang untuk berbagai sektor keahlian lainnya, termasuk peningkatan kompetensi teknis bagi para pekerja konstruksi lokal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kemnaker RI dan BAZNAS RI. Pihaknya mengimbau pelaku industri dan perusahaan di Kabupaten Lumajang untuk dapat membuka kesempatan kerja serta menyerap tenaga kerja disabilitas yang telah dibekali keterampilan tersebut.

02/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
Sinergi Kuatkan Pengelolaan Zakat, Pimpinan BAZNAS Lumajang Audiensi dengan Kapolres Baru

Jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang melangsungkan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Kapolres Lumajang yang baru dilantik pada awal bulan agustus 2026 lalu, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., pada Selasa (1/9/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut digelar di ruang lobby Mapolres Lumajang.

Kehadiran 5 Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang periode 2026-2031

- Ketua BAZNAS Lumajang: Drs. H.M. Nur Sjahid, M.A.

- Waka I BAZNAS Lumajang: Ahmad Lukman Hakim, S.E.

- Waka II BAZNAS Lumajang: H. Suharyo, S.H.

- Waka III BAZNAS Lumajang: Drs. Aminuddin

- Waka IV BAZNAS Lumajang: Arif Rohman Hakim, S.Pd.I

diterima langsung oleh AKBP Riki Yariandi. Audiensi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi intar lembaga, serta menyelaraskan berbagai program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) demi kemaslahatan masyarakat Lumajang.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BAZNAS menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan AKBP Riki Yariandi sebagai Kapolres Lumajang yang baru. Selain itu, dipaparkan pula berbagai capaian program unggulan BAZNAS Lumajang—seperti Lumajang Makmur, Lumajang Cerdas, Lumajang Sehat, Lumajang Taqwa, Lumajang Peduli hingga pendampingan bencana—yang selama ini berjalan beriringan dengan jajaran kepolisian, ungkap Drs. H. M. Nur Sjahid, MA.

Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran aktif BAZNAS dalam membantu kesejahteraan sosial warga. Pihaknya menyatakan kesiapan Polres Lumajang untuk terus mendukung kelancaran program-program kebaikan BAZNAS, khususnya dalam menjaga transparansi, keamanan, dan ketertiban penyaluran bantuan di wilayah hukum Kabupaten Lumajang, ungkap mantan Kapolres Pekalongan.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap kolaborasi antara Polres Lumajang dan BAZNAS dapat semakin solid dalam membangun Lumajang yang lebih sejahtera dan kondusif.

01/09/2026 | Kontributor: Humas
Perkuat Ekonomi Usaha Mikro, BAZNAS Resmikan UPZ Desa di Kecamatan Sukodono

BAZNAS Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat perekonomian masyarakat akar rumput. Melalui program unggulan Lumajang Makmur, bantuan modal usaha dan pendampingan ekonomi disalurkan kepada 30 warga penerima manfaat di kantor Kecamatan Sukodono, Kamis 27/08/2026.

Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan modal sekaligus napas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat agar mampu mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Sedangkan 28 pelaku UMKM  yang hadir hari ini berasal dari desa Bondoyudo, Karangsari, Dawuhan Lor, Kebonagung, Klanting, Kutorenon, Selokbesuki, Selokgondang, Sumberejo, dan Uranggantung yang setiap desa terpilih 3 orang dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,-.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang H. Suharyo, SH menyampaikan bahwa program Lumajang Makmur tidak hanya berfokus pada penyaluran dana bantuan, tetapi juga pada upaya penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan.

"Kami ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Melalui bantuan modal bagi 30 warga di Sukodono ini, kami berharap dapat mengangkat martabat ekonomi keluarga penerima manfaat sehingga mereka kelak bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki ataupun munfiq," ujarnya.

 

Senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Sukodono H. Joko Sambang, S.Pd., MM bahwa kegiatan distribusi bantuan UMKM untuk warga yang berdomisili di kecamatan Sukodono sangat bermanfaat dan membuat senyum merekah bagi pelaku usaha kecil warga kami, sebab stimulus yang diberikan melalui BAZNAS Lumajang termasuk bagian dari pemberdayaan ekonomi yang sangat ditungu warga kami, mudah-mudahan kedepannya menjadikan stimulus ini bagian dari edukasi pemberdayaan ekonomi yang akan menjadi indikasi perjalanan mandiri sekaligus menjadi penerima manfaat yang dapat menunaikan infaqnya bagi kemaslahatan warga lain yang belum dapat bantuan seperti program ini, pungkasnya.

Para penerima manfaat yang terdiri dari pedagang kecil, pengrajin, dan pelaku usaha rumahan menyambut antusias bantuan tersebut. Bantuan modal usaha ini dinilai sangat tepat dalam membantu keterbatasan modal yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan usaha mereka di desa.

Disamping itu kegiatan ini juga dibekali sosialisasi bagi unit pengumpul zakat (UPZ) Desa oleh wakil ketua I bidang pengumpulan Ahmad Lukman Hakim, SE sebagai amunisi bagi para pengurus di tingkat desa dalam optimalisasi ZIS serta informasi mekanisme kerjanya agar lebih maksimal.

Melalui sinergi yang terus dibangun antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program Lumajang Makmur diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Lumajang.

27/08/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Lumajang Salurkan Beasiswa, Bantuan UMKM, Renovasi Rumah, dan Sepatu Sekolah di Yosowilangun

BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Yosowilangun pada Rabu (26/08/2026).

Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Peduli hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah.

Wakil Ketua BAZNAS kabupaten Lumajang Ahmad Lukman Hakim, SE menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di ujung timur wilayah kabupaten Lumajang

Rincian Bantuan yang Disalurkan

  • Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 2 orang mahasiswa/i atas nama Dini Nur Hafifah (Universitas Negeri Malang) dan Samsul Arifin (STIT Muhammadiyah Lumajang) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 3.000.000,- .

  • Bantuan Modal UMKM: Diberikan kepada 1 orang pelaku usaha mikro usaha bambu atas nama Moch. Khoiri warga Yosowilangun Lor senilai Rp. 2.000.000,- untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga.

  • Bantuan Renovasi Rumah Terbakar: Diberikan kepada 1 kepala keluarga penerima manfaat atas nama Kasmanu warga dusun kebonan desa Krai Yosowilangun senilai Rp. 8.000.000,- yang terdampak musibah kebakaran.

  • Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hasyim Asy'ari Yosowilangun Kidul.

Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.

27/08/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Menjaring Jiwa Kemanusiaan: 18 Calon Relawan BTB Ikuti Seleksi Wawancara di BAZNAS Lumajang
Menjaring Jiwa Kemanusiaan: 18 Calon Relawan BTB Ikuti Seleksi Wawancara di BAZNAS Lumajang
Setelah periode tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lumajang berakhir bulan april 2026 lalu, maka rekrutmen calon relawan BTB kabupaten Lumajang telah melalui tahapan seleksi administrasi mulai pendaftaran tanggal 2-9 Juni 2026, dilanjutkan tes wawancara 11 Juni 2026 dan akan diumumkan hasil tes wawancara seleksi calon relawan BTB kabupaten Lumajang pada hari jum'at 12 Juni 2026. Langkah kaki penuh kemantapan berderap menuju Kantor BAZNAS Kabupaten Lumajang. Hari ini, suasana kantor terasa berbeda dari biasanya. Ada energi muda yang meluap, sarat akan semangat pengabdian dan solidaritas sosial. Sebanyak 18 pemuda-pemudi terpilih berkumpul untuk mengikuti tahapan krusial: tes wawancara calon relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), kamis, 11 Juni 2026. Bukan sekadar formalitas di atas kertas, seleksi wawancara ini merupakan jembatan untuk menguji ketangguhan mental, komitmen, serta kesiapan fisik para calon garda terdepan kemanusiaan. Mengingat geografis Kabupaten Lumajang yang akrab dengan potensi bencana alam, kehadiran relawan yang cakap dan berintegritas menjadi sebuah kebutuhan mutlak. Menggali Komitmen di Ruang Penguji Satu per satu peserta dipanggil memasuki ruang wawancara. Di hadapan para penguji dari jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Lumajang, para calon relawan ini dicecar dengan berbagai pertanyaan strategis. Mulai dari motivasi personal, pemahaman dasar manajemen bencana, hingga simulasi psikologis saat menghadapi situasi darurat di lapangan. "Kami tidak hanya mencari mereka yang sekadar mau bergerak, tetapi yang memiliki ketahanan mental dan ketulusan hati yang siap diuji dalam kondisi paling ekstrem sekalipun," ujar salah satu tim penguji di sela-sela kegiatan. Ketegangan yang sempat menyelimuti ruangan perlahan mencair, berganti dengan paparan visi-visi kemanusiaan yang luar biasa dari para peserta. Ragam latar belakang peserta—mulai dari mahasiswa, aktivis organisasi, hingga pemuda lokal—memperkaya warna kesiapan BTB Lumajang ke depan. Menuju Garis Depan Kemanusiaan Setelah melewati tahapan wawancara intensif ini, para peserta yang lolos nantinya akan dibekali dengan berbagai pelatihan khusus (diklat) kebencanaan, mulai dari teknik evakuasi, pertolongan pertama, hingga manajemen logistik dan trauma healing. Melalui proses seleksi yang ketat ini, BAZNAS Kabupaten Lumajang berharap 18 calon relawan ini dapat bertransformasi menjadi personel BTB yang responsif, profesional, dan berjiwa santun. Ketika bencana memanggil, mereka adalah senyum pertama yang hadir untuk meringankan beban sesama.
BERITA11/06/2026 | Humas
Hewan Qurban Di Lumajang mencapai Rp. 48,2 Milyar
Hewan Qurban Di Lumajang mencapai Rp. 48,2 Milyar
Geliat Syiar Qurban di Lumajang, menembus batas nominal, mengetuk berkah Kepedulian masyarakat di kabupaten Lumajang dalam menunaikan syariat agama kembali menorehkan cerita membanggakan. Di tengah bayang-bayang fluktuasi ekonomi dan lonjakan nilai tukar dolar yang sempat menyentuh angka Rp. 18.000,- semangat berkorban warga Bumi Semeru ini justru tak mengendur sedikit pun. Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi geliat dan ketahanan ekonomi masyarakat setempat. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, tercatat sebanyak 9.571 ekor hewan kurban berhasil disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah lalu. "Data klasifikasi yang kami terima menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat, yakni terdiri dari 4.444 ekor domba, 3.631 ekor kambing, dan 1.496 ekor sapi," ungkap Imtihanah, salah satu amil kabid pengumpulan BAZNAS Kabupaten Lumajang. Nilai Perputaran Ekonomi yang Fantastis Tidak sekadar angka statistik, jika dikonversikan ke dalam jumlah rupiah, nominal kurban di Lumajang pada musim tersebut terbilang sangat masif. "Jika dirupiahkan secara keseluruhan, angkanya bisa mencapai Rp. 48,2 Miliar," tegas wanita berhijab yang akrab disapa mbak Hana ini. Lonjakan nilai ini juga dipicu oleh sedikit kenaikan harga jual hewan ternak di pasaran menjelang Idul Adha. Untuk rata-rata hewan kurban yang memenuhi syarat dan layak sembelih, harga domba berada di kisaran Rp. 2.500.000 per ekor, kambing Rp. 2.000.000 per ekor, sedangkan untuk sapi menyentuh angka Rp. 20.000.000 per ekor. Tingginya angka partisipasi kurban ini menjadi bukti nyata bahwa bagi masyarakat Lumajang, ibadah dan kepedulian sosial adalah prioritas yang bergerak selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
BERITA11/06/2026 | Lukman Hakim
Nestapa di Bawah Gunung Penawungan: Perjuangan Buruh Serabutan Besarkan 3 Anak di Rumah Tak Layak
Nestapa di Bawah Gunung Penawungan: Perjuangan Buruh Serabutan Besarkan 3 Anak di Rumah Tak Layak
Program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan hunian layak masih menjadi tantangan nyata di pelosok Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil survei lapangan terbaru mengenai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Curah Windu RT.08 RW.03 Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, ditemukan kondisi salah satu warga yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan segera, Selasa (08/06/2026). Adalah Nursiman Ali Rahman (36), seorang ayah yang harus berjuang menghidupi tiga anaknya yang masih kecil di tengah keterbatasan ekonomi yang menghimpit. Bertahan di Rumah Bambu yang Rapuh Tim surveyor diantaranya wakil ketua I dan wakil ketua II BAZNAS Lumajang, kepala amil pelaksana dan tim Program Lumajang Peduli yang mendatangi lokasi menyampaikan bahwa kondisi kediaman keluarga kecil ini jauh dari kata layak dan sehat. Rumah yang mereka tinggali hanya beralaskan tanah liat yang kering dan berdebu saat kemarau, namun berubah menjadi lembap dan becek ketika musim hujan tiba. Dinding rumah mereka terbuat dari anyaman bambu (gedek) dipenuhi lubang di berbagai sudut. Saat malam hari, angin kencang khas kawasan perbukitan Ranuyoso langsung menembus ke dalam rumah, memaksa ketiga anak Pak Ali tidur dengan mendekap rasa dingin. Perjuangan Yatim Sejak Balita Kehidupan keras seolah sudah akrab bagi Pak Ali. Berdasarkan profil yang dihimpun, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini sudah pernah berstatus sebagai anak Piatu sejak dirinya masih berusia 2 tahun, lalu diasuh oleh kakek neneknya. Kehilangan figur ibu sejak balita membuatnya tumbuh mandiri tanpa sempat merasakan fasilitas pendidikan dan ekonomi yang mumpuni. Kini, sejarah keprihatinan itu seolah membayangi anak-anaknya, Sejak berpisah dengan ayah sepeninggal ibunya, Pak Ali harus berperan lebih keras bagi ketiga buah hatinya. "Kalau hujan, bagian belakang bocor semua. Saya cuma bisa memeluk anak-anak di sudut yang agak kering supaya tidak kedinginan. Mau memperbaiki rumah, jangankan buat beli semen, untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah anak saja saya harus cari utangan kalau tidak ada yang menyuruh kerja," ungkap Pak Ali dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai tim survei. Menanti Uluran Tangan dan Respon Cepat Hasil survei RTLH ini menegaskan perlunya intervensi cepat dari pihak-pihak terkait. Jarak Desa Penawungan yang berada di wilayah utara Lumajang tidak boleh menjadi hambatan bagi hadirnya keadilan sosial. Kondisi Pak Ali telah masuk ke dalam daftar prioritas usulan bantuan program renovasi rumah, baik melalui program pemerintah daerah maupun lembaga filantropi eksternal. Diharapkan ada sinergi cepat dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, Desa Penawungan serta lembaga sosial seperti BAZNAS Lumajang untuk segera menyalurkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH). Sebab, bantuan untuk Pak Ali bukan sekadar tentang membangun dinding kokoh atau menyemen lantai yang rapuh, melainkan tentang mengembalikan hak anak piatu tersebut untuk tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat.
BERITA08/06/2026 | Humas
Komitmen Tanpa Henti: Catatan Filantropi April 2026 BAZNAS Kabupaten Lumajang
Komitmen Tanpa Henti: Catatan Filantropi April 2026 BAZNAS Kabupaten Lumajang
Kesenjangan sosial seolah menjadi potret abadi dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. Namun, bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang, realita ini bukanlah alasan untuk berdiam diri. Melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS), lembaga ini terus bergerak menebar manfaat sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap sesama. Capaian Kuartal Pertama Berdasarkan rilis data terbaru untuk periode Januari hingga April 2026, BAZNAS Lumajang mencatat telah menyalurkan bantuan kepada 4.367 Mustahik. Ida Santi Yuliana, S.AK., Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Lumajang, mengonfirmasi angka tersebut merupakan akumulasi pendistribusian hingga bulan April tahun ini. "Hingga semester ini, sudah ada 4.367 penerima manfaat yang merasakan dampak dari dana ZIS yang dikelola BAZNAS," ungkapnya penuh optimis. Lima Pilar Program Unggulan Penyaluran bantuan tersebut tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui lima program strategis yang menyasar berbagai sektor kebutuhan masyarakat: Lumajang Peduli: Menjadi pilar terbesar dengan jangkauan 3.618 penerima manfaat. Lumajang Taqwa: Menyentuh 287 penerima manfaat di sektor keagamaan. Lumajang Cerdas: Memberikan akses pendidikan bagi 280 jiwa. Lumajang Makmur: Mendorong kemandirian ekonomi bagi 111 orang. Lumajang Sehat: Membantu layanan kesehatan bagi 71 penerima manfaat. Target besar pun telah dicanangkan. Dalam satu tahun anggaran, BAZNAS Lumajang memproyeksikan mampu menjangkau hingga 10.000 Mustahik. Lebih dari Sekadar Bantuan Finansial Namun, BAZNAS Lumajang tidak ingin berhenti pada angka-angka statistik. Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian, Suharyo AP, menegaskan bahwa aspek pembinaan dan pendampingan menjadi kunci utama dalam setiap program. Fokus utama pendampingan saat ini diarahkan pada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BAZNAS Lumajang memberikan edukasi mengenai tata cara berdagang yang benar dan sesuai syariat (halal). "Kami tidak hanya mendistribusikan anggaran, juga ingin membekali mereka dengan kemandirian. Harapan besarnya adalah transformasi status; dari mereka yang semula menerima (Mustahik), kelak bisa menjadi pemberi (Munfiq atau Muzaki)," pungkas Suharyo optimis.
BERITA26/05/2026 | Lukman Hakim
Senyum Baru untuk Rumah Sahrul: Tangis Haru Sang Tulang Punggung Muda
Senyum Baru untuk Rumah Sahrul: Tangis Haru Sang Tulang Punggung Muda
Di usianya yang masih sangat muda, Sahrul Hidayatullah harus melipat gandakan kekuatannya. Perpisahan kedua orang tuanya memaksa Sahrul berdiri tegak menjadi kepala keluarga sekaligus tulang punggung utama. Bukan perkara mudah, ia harus berjuang keringat demi menghidupi dan memastikan dua adiknya yang masih usia sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan demi masa depan mereka. Beban berat itu kini sedikit terangkat. BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir menyalurkan program Bantuan Renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) sebesar Rp. 15.000.000,- untuk Sahrul dan adik-adiknya di Dusun Uranggantung RT.90 RW.13 Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Rumah yang dulunya retak dan rapuh, kini berganti menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak. Bantuan ini bukan sekadar tentang dinding yang kokoh atau atap yang teduh, melainkan tentang ruang harapan baru bagi tiga bersaudara ini untuk terus merajut impian. "Terima kasih kepada para mudzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Lumajang. Bantuan Anda telah menghadirkan senyum dan menyalakan kembali harapan di rumah Sahrul." Mari terus bentangkan kebaikan dan peduli sesama bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang.
BERITA25/05/2026 | Humas
Sinergi Tiga Pilar: Upaya Lumajang Mengangkat Martabat Ekonomi Ummat
Sinergi Tiga Pilar: Upaya Lumajang Mengangkat Martabat Ekonomi Ummat
Masalah kesenjangan sosial dan ekonomi masih menjadi tantangan besar yang menuntut solusi nyata. Berangkat dari amanat UUD 1945 dan nilai luhur agama untuk menyejahterakan masyarakat, Kabupaten Lumajang kini mengambil langkah konkret. Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag), BAZNAS, dan 11 Lembaga Amil Zakat (LAZ) setempat, sebuah gerakan strategis untuk penguatan ekonomi ummat resmi dicanangkan. Satu Visi untuk Kesejahteraan Dalam pertemuan yang berlangsung penuh khidmat pada Jumat (22/5/2026), Sri Wanti, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, menegaskan pentingnya kesatuan langkah. Menurutnya, ego sektoral harus ditepikan demi satu tujuan mulia: pengentasan kemiskinan. "Kemenag, BAZNAS, dan LAZ harus memiliki tekad yang sama. Mari kita bersinergi, khususnya di Lumajang, untuk mengangkat harkat ekonomi ummat," ujar Sri Wanti. Kemenag sendiri telah menggulirkan program Pemberdayaan Ekonomi Ummat (PEU) yang dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat bawah secara berkelanjutan. Transformasi: Dari Mustahik Menjadi Muzaki Gayung bersambut, BAZNAS Lumajang menyatakan bahwa sinergi ini selaras dengan peta jalan (roadmap) lembaga mereka. Saat ini, BAZNAS tengah gencar melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa se kabupaten. Salah satu target ambisius dari program ini adalah aspek transformasi spiritual dan ekonomi. BAZNAS berkomitmen untuk tidak sekadar memberi bantuan konsumtif, tetapi juga membina para Mustahik (penerima bantuan) agar kelak mampu mandiri secara finansial. "Target kita adalah mengubah profil mereka. Dari Mustahik menjadi Munfiq (pemberi infak), dan pada akhirnya naik kelas menjadi Muzaki (orang yang berzakat)," ungkap salah satu wakil ketua BAZNAS Lumajang dengan optimisme tinggi. Langkah Lanjutan Kesepahaman ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Kemenag, BAZNAS, dan seluruh LAZ di Lumajang telah sepakat untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi ke dalam aksi nyata di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam memadukan potensi zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan tepat sasaran. Dengan semangat kebersamaan ini, harapan untuk melihat masyarakat Lumajang yang lebih sejahtera dan mandiri bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang kian dekat untuk dicapai.
BERITA22/05/2026 | Lukman Hakim
Sinergi Zakat dan Pemberdayaan: Jalan Terang UMKM Lewat UPZ Desa
Sinergi Zakat dan Pemberdayaan: Jalan Terang UMKM Lewat UPZ Desa
Belum genap sebulan dilantik, nakhoda baru BAZNAS Lumajang periode 2026-2031 langsung tancap gas. Lewat pembentukan UPZ Desa dan penguatan modal UMKM, mereka membawa misi besar: mengubah tangan di bawah menjadi tangan di atas. Udara pagi di Kecamatan Sumbersuko, Rabu (20/5/2026), terasa berbeda. Di antara deretan wajah para pelaku usaha mikro, terselip harapan baru. Hari itu bukan sekadar seremoni sosialisasi, melainkan babak awal dari gerakan masif BAZNAS Lumajang dalam mendesentralisasi kebaikan hingga ke tingkat desa. Ujung Tombak di Tingkat Desa Menyadari bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersebar di gang-gang desa, BAZNAS Lumajang resmi membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Inisiatif ini adalah "jemput bola" agar pengelolaan dana umat lebih dekat, transparan, dan tepat sasaran. "UPZ Desa adalah ujung tombak kami. Dengan struktur yang jelas—ketua, sekretaris, dan bendahara di tiap desa—kami ingin memastikan amanah umat terkelola dengan profesional sejak dari akarnya," ungkap Ketua BAZNAS Lumajang, Nursahid, dengan nada optimis. Bukan Sekadar Modal, Tapi Pendampingan Ritual Ada yang berbeda dalam penyaluran bantuan modal kali ini. Sebanyak 8 desa di Sumbersuko menjadi pilot project, di mana masing-masing UMKM terpilih menerima suntikan modal sebesar Rp2 juta. Namun, Nursahid menegaskan bahwa bantuan ini bukanlah titik akhir. "Kami tidak ingin melepas mereka begitu saja setelah menerima dana. Kami akan dampingi, kami bina, dan kami ajari cara berdagang yang benar serta Islami," tegasnya. Visi besar BAZNAS kali ini adalah transformasi spiritual dan ekonomi. Melalui kaleng BAZNAS yang disediakan di tiap lapak, para pelaku usaha diajak untuk konsisten bersedekah, meski hanya Rp 1.000,- atau Rp 2.000,- dari sisa keuntungan mereka. Targetnya jelas: mengubah status mereka dari Mustahiq (penerima) menjadi Munfiq (pemberi sedekah). Sinergi Menuju Kesejahteraan Langkah cepat BAZNAS ini mendapat apresiasi hangat dari Camat Sumbersuko, Hj. Luluk Azizah, M.Kes. Baginya, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat adalah oase yang membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. "Hari ini saya benar-benar merasakan indahnya kolaborasi. BAZNAS tidak hanya membantu kesejahteraan warga kami secara materi, tapi juga memberikan edukasi bermakna tentang indahnya berbagi," ujar Luluk. Senada dengan sang Camat, Sekcam Sumbersuko, Hafid Fuad, berjanji akan mengawal serius pembentukan UPZ ini hingga ke meja para Kepala Desa. Hasilnya pun nyata; di penghujung acara, Fitri Andriyani, staf BAZNAS Lumajang, mengonfirmasi bahwa 8 kepengurusan UPZ desa dan koordinator paguyuban UMKM di Sumbersuko telah resmi terbentuk.
BERITA20/05/2026 | Lukman Hakim
Terkatung-katung di Jalur Rantau: Kisah Tiga Pemuda Jabar yang Dibantu BAZNAS Lumajang
Terkatung-katung di Jalur Rantau: Kisah Tiga Pemuda Jabar yang Dibantu BAZNAS Lumajang
Niat hati merajut asa di Pulau Dewata, apa daya nasib justru membawa duka di tanah Jawa. Itulah yang dialami oleh Trisno (38) asal Bogor, serta dua rekannya, Somad (39) dan Sarjono (39) asal Bandung. Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, ketiga pemuda ini justru terlantar tanpa sisa harta di wilayah Kabupaten Lumajang. Janji Manis yang Berujung Pahit Kisah ini bermula dari janji manis seseorang yang menawarkan pekerjaan sebagai penjaga kebun di Bali. Tergiur dengan prospek tersebut, mereka pun berangkat membawa modal seadanya. Namun, perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk saat mereka tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. "Belum sempat menyeberang ke Bali, kami justru ditinggal begitu saja," keluh Trisno saat ditemui di kantor BAZNAS Lumajang, Selasa (19/5/2026). Tak hanya ditinggal, mereka juga mengaku diperas selama perjalanan dengan dalih ongkos kendaraan yang tidak masuk akal. Trisno sendiri harus merogoh kocek hingga Rp500 ribu. Akibatnya, uang saku yang seharusnya menjadi bekal awal di Bali ludes tak bersisa. Lima Hari Berteman Masjid Tanpa uang sepeser pun, ketiga pria ini terpaksa berjalan dan menumpang dari satu masjid ke masjid lainnya untuk sekadar beristirahat. Selama lima hari di Lumajang, masjid menjadi satu-satunya tempat berlindung mereka. Titik terang muncul saat seorang Takmir masjid di Lumajang menyarankan mereka untuk meminta bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. "Alhamdulillah, pihak BAZNAS menyambut kami dengan baik. Kami sangat berterima kasih karena akhirnya bisa pulang ke Jawa Barat," ungkap Trisno penuh syukur. Penyaluran yang Selektif dan Terukur Menanggapi laporan tersebut, BAZNAS Lumajang bergerak cepat memberikan bantuan berupa ongkos kepulangan. Namun, pihak BAZNAS menegaskan bahwa prosedur tetap dijalankan secara ketat guna menghindari penyalahgunaan bantuan. Imron Baidowi, salah satu staf BAZNAS Lumajang, menjelaskan bahwa bantuan diberikan setelah para mustahik (penerima bantuan) melampirkan surat keterangan dari kepolisian setempat. "Kami harus tetap hati-hati karena sering terjadi modus serupa. Apalagi mereka bukan warga asli Lumajang, jadi verifikasi dari pihak berwajib sangat penting sebagai dasar penyaluran bantuan," terang Imron. Kini, Trisno dan kawan-kawan bisa bernapas lega. Meski pulang dengan tangan hampa, setidaknya mereka bisa kembali ke pelukan keluarga di Jawa Barat berkat kepedulian para muzakki melalui BAZNAS Lumajang.
BERITA19/05/2026 | Lukman Hakim
Dicoret PKH, Sambat BAZNAS
Dicoret PKH, Sambat BAZNAS
Di sebuah sudut Dusun Sukorame, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, hidup seorang wanita tangguh bernama Siti Nur Aminah. Di usianya yang menginjak 53 tahun, Siti—begitu ia akrab disapa—harus menjalani hari-harinya dengan perjuangan ekstra. Sejak namanya dicoret dari daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), beban hidup yang dipikulnya terasa kian menghimpit. Banting Tulang demi Sesuap Nasi Kehilangan bantuan sosial pemerintah bukanlah perkara mudah bagi Siti. Ia terpaksa memutar otak dan membanting tulang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memotong pisang, menggoreng kripik, hingga pergi ke sawah untuk ngasak (mengais sisa panenan padi atau palawijo) dilakukan seorang diri. "Semua saya kerjakan sendiri. Potong pisang sendiri, goreng sendiri, sampai ngasak pun sendiri," ungkap Siti dengan nada tegar saat ditemui tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) BAZNAS Lumajang, Rabu (13/5). Perjuangan Siti makin berat lantaran kondisi fisiknya yang tak lagi bugar. Penyakit vertigo seringkali kambuh di saat ia tengah bekerja di depan wajan panas. Agar produksi kripiknya tidak terhenti, Siti terpaksa bergantung pada obat-obatan setiap hari demi meredam rasa sakitnya. Hadirnya BAZNAS sebagai Juru Selamat Melihat kondisi Siti yang pantang menyerah meski dalam keterbatasan, BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir membawa angin segar melalui program Lumajang Makmur. Siti pun terpilih sebagai penerima bantuan modal usaha sebesar Rp. 2.000.000,- Senyum haru terpancar dari wajah Siti saat menerima kunjungan tim di rumah mungilnya. Baginya, bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan nyawa baru bagi usaha kripik pisangnya yang sempat tersendat. "Alhamdulillah, untung ada BAZNAS hadir. Saya sangat terbantu," tuturnya penuh syukur. Tak Sekadar Modal BAZNAS tidak melepaskan Siti begitu saja. Selain bantuan uang tunai, lembaga ini berkomitmen untuk memberikan: Pendampingan Usaha: Memastikan modal digunakan secara efektif. Pembinaan: Memberikan arahan agar usaha kripik Siti bisa berkembang lebih profesional dan berkelanjutan. Kisah Siti Nur Aminah adalah potret nyata bahwa di tengah sulitnya akses bantuan formal, solidaritas melalui dana zakat, infak, dan shodaqoh mampu menjadi jembatan bagi kaum dhuafa untuk kembali mandiri dan berdaya.
BERITA13/05/2026 | Lukman Hakim
Aksi Heroik Wahyu: Si Mungil Penakluk Tiang Bendera yang Curi Perhatian Bunda Indah
Aksi Heroik Wahyu: Si Mungil Penakluk Tiang Bendera yang Curi Perhatian Bunda Indah
Semangat patriotisme tidak mengenal usia maupun ukuran tubuh. Hal inilah yang dibuktikan oleh Wahyu, siswa kelas 2 SDN Blukon kecamatan Lumajang, Lumajang. Sosok mungil ini mendadak viral setelah aksi beraninya memanjat tiang bendera setinggi 10 meter demi menyambung tali yang putus saat upacara Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026 lalu. Keberanian Wahyu rupanya sampai ke telinga pemerintah daerah. Pada Selasa (12/5/2026) siang, suasana SDN Blukon yang terletak di ujung timur Kecamatan Lumajang berubah riuh. Bupati Lumajang, Bunda Indah, bersama Wakil Bupati Yudha Ajikusuma (Mas Wabup), secara khusus menyambangi sekolah tersebut dalam rangkaian kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu). Momen Spontan yang Mengharukan Pertemuan antara orang nomor satu di Lumajang dengan sang pahlawan cilik terjadi secara spontan. Di tengah kerumunan siswa, Bunda Indah langsung mengenali sosok Wahyu. "Oh, ini toh yang memanjat tiang bendera. Kecil, mungil, tapi sangat pemberani," ujar Bunda Indah sembari memeluk hangat dan mengelus kepala Wahyu dengan penuh bangga. Tak hanya pemberani, Wahyu juga menunjukkan sisi jenakanya. Saat Bunda Indah dan Mas Wabup hendak berpamitan, Wahyu bersama rekan-rekannya menahan mereka untuk membacakan pantun. Dengan logat Madura yang kental, Wahyu melontarkan pantun yang mengundang tawa sekaligus pujian: “Ubur-ubur ikan lele, Bunda Indah radin Sarah Lee (cantik sekali).” Banjir Berkah di SDN Blukon Kunjungan ini juga bertepatan dengan momen istimewa, yakni ulang tahun Bunda Indah yang ke-60. Kepala Sekolah SDN Blukon, Bu Hamidah, mengungkapkan bahwa para siswa telah menyiapkan kejutan berupa lantunan shalawat, pembacaan puisi, hingga ucapan selamat ulang tahun yang meriah. Selain apresiasi moral, kunjungan ini membawa berbagai bantuan nyata bagi warga sekolah tersebut berupa: Sepatu Baru: Sebanyak 12 murid terpilih mendapatkan sepatu baru yang dipasangkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati. Rehabilitasi Musholla: Melalui program Baznas Kabupaten Lumajang, SDN Blukon menerima bantuan dana sebesar Rp. 5.000.000,- untuk perbaikan fasilitas ibadah. "Berkat kunjungan Bunda, sekolah kami benar-benar mendapat berkah," ungkap Pak Ibad, guru PAI SDN Blukon, menutup suasana penuh kegembiraan tersebut. Sementara itu, Hamidah Rakhmawati, S.Pd.SD menyampaikan syukur dan terima kasih atas bantuan BAZNAS Lumajang membantu rehab Musholla SDN Blukon yang terlihat atap dan dinding yang sudah rapuh dan retak, agar pembelajaran kerohanian anak didik kami menjadi lebih mudah dan lancar, ungkap kepala SDN Blukon.
BERITA12/05/2026 | Lukman Hakim
Secercah Harap di Tengah Prahara: Kala BAZNAS Lumajang Membasuh Luka Tauhid dan Fahreza
Secercah Harap di Tengah Prahara: Kala BAZNAS Lumajang Membasuh Luka Tauhid dan Fahreza
Hari ini BAZNAS Kabupaten Lumajang berkesempatan menyalurkan bantuan program kesehatan untuk 2 orang mustahik atas nama Tauhid (67 tahun) seorang penderita jantung yang menjalani kontrol rutin warga dusun perjuangan RT.11 RW.03 Desa Petahunan kecamatan Sumbersuko dengan menerima bantuan akomodasi sebesar Rp. 1.500.000,- dan muhammad mukhvikal fahreza (17 tahun) penderita gegar otak warga dusun jatiagung RT.29 RW.06 Desa Jatirejo kecamatan Kunir kabupaten Lumajang menerima bantuan sebesar Rp. 2.000.000,-, jumat 08/05/2026. Takdir memang rahasia Ilahi yang tak tertebak. Muhammad Mufikal Fareza, remaja yang dikenal pendiam, kini harus berjuang melewati ujian hidup yang teramat berat. Kecelakaan adu banteng di Jalan Suwandak Timur sebulan silam mengubah segalanya dalam sekejap. Siswa kelas 2 SMAN Tempeh ini tak hanya kehilangan keceriaannya, tapi juga sebagian dari dirinya. Benturan Keras dan Vonis Medis Luka yang dialami Fahreza bukan sekadar lecet biasa. Setelah sempat koma selama delapan hari di RS Wijaya Kusuma Lumajang, tim dokter mengambil keputusan medis yang krusial: separuh tempurung otak bagian depannya terpaksa diangkat sementara, kisah Slamet Riyadi ayah Fahreza. Saat dikunjungi di kediamannya di Desa Jatirejo, Kunir, kondisi Fahreza tampak memprihatinkan. Ia duduk di kursi dengan keterbatasan gerak pada tangan dan kemampuan komunikasi yang belum pulih. Sebuah alat bantu pernapasan masih terpasang setia di lehernya, saksi bisu betapa hebatnya perjuangan remaja ini untuk tetap bertahan hidup. "Sekarang tempurung otak bagian depan cucu saya itu tidak ada, Pak. Sudah diangkat saat operasi kemarin," ujar Karsidi, sang kakek, dengan nada lirih saat berbincang dengan pimpinan BAZNAS Lumajang. Ekonomi yang Terhimpit Ujian fisik Fahreza kian terasa menyesakkan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang "sengkurat" atau morat-marit. Di rumah sederhana seluas 70 meter persegi itu, dua kepala keluarga bertahan hidup bersama. Ayah Fahreza, Slamet, harus merantau jauh ke Bali sebagai tukang bangunan demi mengais rezeki. Di sudut ruang tamu yang tanpa kursi, tampak peralatan tukang yang berserakan—simbol perjuangan keras sang ayah yang jauh di mata. "Ekonomi kami pas-pangan, kebutuhan keluarga harus digotong bersama," imbuh Karsidi. Ia mengaku hanya bisa pasrah dan berdoa, karena sebagai kakek, ia merasa tak berdaya secara finansial untuk menanggung biaya pengobatan cucunya yang selangit. Kehadiran Muzaki Lewat BAZNAS Melihat penderitaan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang hadir membawa angin segar. Setelah melalui permohonan pengajuan yang disampaikan keluarga fahreza dan menimbang hasil survey kesehatan tim BAZNAS Lumajang, bantuan yang disalurkan menjadi oase di tengah gurun kesulitan. Ucapan syukur tak henti-hentinya mengalir dari bibir Karsidi. Wakil Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, H. Suharyo, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki (orang yang membayar zakat) ke BAZNAS Lumajang. "Tugas kami adalah mengumpulkan dan menyalurkan titipan uang para muzaki kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ini adalah bentuk tasharruf yang nyata," jelasnya. Sebelum berpamitan, doa tulus dipanjatkan agar Fahreza diberikan kesembuhan yang sempurna, sehingga suatu hari nanti ia bisa kembali menyandang tas sekolah dan mengejar cita-citanya yang sempat tertunda. Bagi keluarga Fahreza, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bukti bahwa Allah menghadirkan tangan-tangan baik untuk menopang mereka yang sedang terjatuh.
BERITA08/05/2026 | Lukman Hakim
Secercah Harapan di Jogoyudan: Kala Baznas Lumajang Membasuh Luka Sang Guru Ngaji
Secercah Harapan di Jogoyudan: Kala Baznas Lumajang Membasuh Luka Sang Guru Ngaji
Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Jogoyudan. Air mata Mislawati suaminya, Kiai Hasan Syafi’i tak terbendung saat menyambut kedatangan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan membawa misi kemanusiaan pada Selasa, (5/5/2026) siang. Lumpuh, Sang Penuntun Umat Terbaring Lemah Kiai Hasan Syafi’i, sosok guru ngaji yang biasanya lantang menggaungkan ayat-ayat suci dan memimpin salat berjamaah di musholla samping rumahnya, kini hanya bisa terbaring tak berdaya. Kelumpuhan merenggut aktivitasnya. Selang pembuangan urine yang masih terpasang menjadi saksi betapa berat perjuangan fisik yang beliau hadapi. "Beliau nyaris tidak pernah turun dari kasur. Bahkan untuk urusan buang air pun harus dibantu sepenuhnya," ungkap Mislawati, atau yang akrab disapa Iis, dengan suara bergetar. Sebagai tulang punggung keluarga, kondisi Kiai Hasan membawa dampak ekonomi yang nyata. Iis kini harus mengambil alih peran mencari nafkah sembari telaten merawat sang suami. Kepedulian yang Menembus Dinding Rumah Kedatangan tim Baznas Lumajang membawa angin segar berupa dana santunan reguler. Bantuan sebesar Rp. 300.000,- setiap bulan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok keluarganya. "Saya sangat terharu dengan bantuan ini. Syukur Alhamdulillah, kepedulian BAZNAS Lumajang sangat membantu kehidupan kami ditengah ujian ini," ungkap Iis penuh syukur. Sinergi Pemerintah dan Lembaga Sosial Langkah BAZNAS ini melengkapi perhatian yang sebelumnya telah diberikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sepekan sebelumnya, Bupati Lumajang, Indah Amperawati—yang akrab disapa Bunda Indah—telah melakukan kunjungan langsung. Meski sempat tak bertemu di rumah, karena Kiai Hasan sedang menjalani rawat inap, Bunda Indah menunjukkan komitmennya dengan langsung menjenguk ke Rumah Sakit Umum Daerah dokter Haryoto Lumajang. Dalam kunjungan tersebut ikut mendampingi dari Dinas Sosial, Camat Lumajang, serta Lurah Jogoyudan, bantuan berupa kursi roda dan santunan pribadi juga telah diserahkan. Kisah Kiai Hasan Syafi’i adalah potret nyata bagaimana dana zakat yang dihimpun dari para pegawai negeri sipil di lingkungan pemkab Lumajang mampu menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa mereka yang telah berjasa bagi umat tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulitnya.
BERITA05/05/2026 | Lukman Hakim
PERKUAT SINERGI, PIMPINAN BAZNAS LUMAJANG AUDIENSI KE BAZNAS PROVINSI JAWA TIMUR
PERKUAT SINERGI, PIMPINAN BAZNAS LUMAJANG AUDIENSI KE BAZNAS PROVINSI JAWA TIMUR
Sepekan pasca dilantik oleh Bupati Lumajang, pimpinan baru BAZNAS kabupaten Lumajang periode 2026-2031 melaksanakan audiensi resmi dengan pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur di kantor BAZNAS provinsi Jawa Timur Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, 29/04/2026. Dalam upaya meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menjadikan momen strategis ini untuk menyelaraskan program, membahas tantangan di lapangan, serta menyusun langkah kerja bersama demi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dana zakat. Hadir pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ketua Prof. Dr. KH. Ali Maschan Mousa, M.Si, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. KH. Masnuh M.Pd., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I, Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si, dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi SDA dan Umum Dr. KH. Khusnul Khuluq, MM. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan selamat kepada pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Lumajang periode 2026-2031 dan menekankan pentingnya kualitas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS berperan sebagai operator sekaligus supervisor, dengan penyelesaian masalah melalui management 4.0, serta tidak mendapat pendanaan dari APBN, hanya dukungan operasional Sementara itu ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. M. Nur Sahid, MA menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan wujud komitmen lembaga untuk terus berbenah dan berkolaborasi dengan pihak yang lebih tinggi. “Kami hadir untuk menyampaikan capaian yang telah kami raih sekaligus menyampaikan berbagai kendala yang kami hadapi di Lumajang, baik dalam hal penghimpunan maupun pendistribusian dana zakat. Kami juga membutuhkan arahan dan dukungan dari BAZNAS Provinsi agar program-program kami semakin luas dan tepat sasaran,” ujarnya. Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran BAZNAS Lumajang. “Kami melihat bahwa BAZNAS Lumajang memiliki potensi yang besar untuk berkembang lebih baik lagi. Potensi zakat di daerah ini cukup signifikan, sehingga dengan pengelolaan yang tepat, manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga Lumajang yang membutuhkan,” tegasnya. Pihak BAZNAS Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan komitmen untuk selalu sharing program khususnya bidang pendistribusian dan pendayagunaan sebagaimana dilakukan dengan BAZNAS kabupaten/kota di Jawa Timur, dibahas pula rencana penyelenggaraan kegiatan bersama yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang zakat, serta penyamaan sistem pelaporan agar pengelolaan dana menjadi lebih transparan dan akuntabel. Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk mempererat komunikasi secara berkelanjutan, di mana BAZNAS Provinsi akan secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja di tingkat kabupaten, sementara BAZNAS Lumajang akan terus menyampaikan laporan perkembangan dan kebutuhan yang ada. Semua langkah ini diharapkan dapat menjadikan zakat sebagai instrumen yang semakin efektif dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur pada umumnya, dan Kabupaten Lumajang pada khususnya.
BERITA29/04/2026 | Humas
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang Periode 2026-2031
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang Periode 2026-2031
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang resmi menggelar acara pelantikan dan serah terima jabatan pimpinan untuk periode baru. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat komitmen pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel dilaksanakan di gedung PKK kabupaten Lumajang, 21/04/2026. Pimpinan yang terpilih adalah sebagai berikut, Ketua Drs. H. M. Nur Sjahid, MA, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H. Ahmad Lukman Hakim, SE., Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Drs. H. Suharyo AP, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Drs. H. Aminuddin, dan Wakil Ketua IV Bidang Administrasi Sumber Daya Amil dan Umum H. Arif Rohman Hakim, S.Pd.I Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh Bupati Lumajang, Ketua Komisi D DPRD kabupaten Lumajang, kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kementerian Agama, tokoh agama, serta para undangan dari berbagai instansi dan lembaga terkait. Prosesi pelantikan dilakukan secara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari pimpinan lama kepada pimpinan baru. Dalam sambutannya, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi pimpinan periode sebelumnya yang telah berkontribusi banyak dalam mengembangkan program-program zakat di Kabupaten Lumajang. Ia juga berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih, khususnya dalam menggali potensi zakat serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat. Pimpinan BAZNAS yang baru dilantik menyampaikan akan melaksanakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Fokus utama ke depan adalah optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat, pungkas Drs. HM. Nur Sjahid, MA ketua petahana. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, serah terima jabatan pimpinan lama ke pimpinan baru diselenggarakan di kantor BAZNAS kabupaten Lumajang dengan disaksikan asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setda kab. Lumajang, dalam sambutannya dr. H. Halimi Maksum, MMRS menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah mensukseskan rangkaian acara kegiatan ini. Beliau berharap kepengurusan baru dapat membawa BAZNAS Kabupaten Lumajang menjadi lembaga yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat, ungkap mantan direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang Dengan dilaksanakannya pelantikan dan serah terima jabatan ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Lumajang dapat terus berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat, serta menjadi garda terdepan dalam mengelola potensi zakat secara optimal di Kabupaten Lumajang.
BERITA21/04/2026 | Humas
Hangatnya Silaturahmi Halal Bihalal Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Lumajang
Hangatnya Silaturahmi Halal Bihalal Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Lumajang
Hari Raya Idulfitri merupakan momentum yang sarat makna bagi seluruh umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, Idulfitri hadir sebagai hari kemenangan, sekaligus titik kembali kepada fitrah yang suci. Nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial yang telah ditempa selama Ramadan diharapkan terus hidup dalam setiap langkah kehidupan. Dalam suasana penuh kebahagiaan tersebut, tradisi halal bihalal menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Lebih dari sekadar saling bermaafan, halal bihalal merupakan sarana mempererat tali silaturahmi, menghapus sekat, serta membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang. Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Lumajang turut memaknai momen ini dengan menggelar kegiatan halal bihalal yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Seluruh pimpinan, satuan audit internal, para amil pelaksana serta tim baznas tanggap bencana (BTB) berkumpul dengan pasangan dan keluarga dalam suasana kekeluargaan, saling bermaafan, dan menguatkan komitmen untuk terus mengemban amanah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah di kantor BAZNAS Lumajang (05/04/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam sambutannya, ketua BAZNAS kabupaten Lumajang Drs. H. M. Nur Sjahid, MA berharap semangat Ramadan hendaknya tidak berhenti pada satu bulan saja, melainkan menjadi energi yang terus menggerakkan kerja-kerja kebaikan sepanjang tahun. Halal bihalal juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh elemen lembaga. Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, diharapkan tercipta sinergi yang semakin solid dalam mewujudkan program-program kemaslahatan umat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. Sebagai lembaga yang mengemban amanah umat, BAZNAS Kabupaten Lumajang terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat. Semangat Idulfitri dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang diambil harus dilandasi oleh keikhlasan dan tanggung jawab. Akhirnya, melalui momentum Idulfitri dan halal bihalal ini, diharapkan seluruh keluarga besar BAZNAS Kabupaten Lumajang semakin solid, harmonis, dan siap melangkah bersama dalam menebar kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat. Semoga semangat kemenangan ini senantiasa terjaga dan membawa keberkahan bagi semua.
BERITA05/04/2026 | Humas
Menutup Ramadhan dengan Kepedulian, BAZNAS Lumajang Santuni Abang Becak di Dua Kelurahan
Menutup Ramadhan dengan Kepedulian, BAZNAS Lumajang Santuni Abang Becak di Dua Kelurahan
Menjelang akhir bulan Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang kembali melaksanakan program santunan bagi para abang becak. Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026, di kelurahan Rogotrunan dan kelurahan Ditotrunan Kabupaten Lumajang. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, H. M. Nur Sjahid, menyampaikan bahwa para abang becak menjalankan tugas yang sangat mulia. Menurutnya, mereka mengais rezeki dengan tenaga fisik walaupun sebagian besar telah memasuki usia uzur namun sesungguhnya tengah menjalankan amanah besar bagi keluarganya. Pada bulan ini, BAZNAS kabupaten Lumajang telah mendistribusikan santunan abang becak kepada 200 penerima manfaat dengan nominal @Rp. 150.000,-/orang dari program santunan tersebut. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat serta membantu meringankan kebutuhan mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri. Disamping itu program khusus BAZNAS Lumajang di bulan ramadhan 1447 H dengan rangkaian kegiatan diantaranya santunan 1000 anak yatim, santunan 2100 sembako untuk jamaah masjid di 21 kecamatan se kabupaten Lumajang, pemberdayaan 25 warung pracangan (umkm), pemberdayaan 25 warung makan (warung kecil) dan santunan 200 orang abang becak, ungkap panitia ramadhan 1447 H, Drs. Moh. Khoyum, MM. Salah satu penerima santunan tukang becak, Mohammad Ikrom, warga jl. Cut Nyak Dien RT.02 RW.05 Kelurahan Rogotrunan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Lumajang atas perhatian yang diberikan kepadanya. Ia telah menjadi abang becak sejak masih belim berkeluarga, ujarnya bahagia. Menurutnya, perhatian dari BAZNAS menjadi salah satu bukti bahwa para abang becak tetap mendapat tempat dan dukungan khususnya dari lembaga pemerintah, walaupun memang secara kuantitas masih terbatas pada setiap kelurahan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Lumajang yang terus memperhatikan kesejahteraan para abang becak. Program abang becak ini menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS dalam memperkuat sinergi sosial melalui dana zakat, infak, dan sedekah, terutama di wilayah kelurahan yang masih berada di sekitar kantor BAZNAS Lumajang. Turut hadir dalam acara ini, Camat Lumajang, Pimpinan BAZNAS Lumajang, Lurah, Bhabinkabtimas dan Babinsa.
BERITA16/03/2026 | Humas
Santunan Berkah Ramadhan 1447 H, BAZNAS Lumajang Distribusikan Sembako 21 UPZ Masjid
Santunan Berkah Ramadhan 1447 H, BAZNAS Lumajang Distribusikan Sembako 21 UPZ Masjid
Kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Lumajang di bulan ramadhan 1447 Hijriyah lebih meningkat dibanding hari sebelumnya, mengingat kebutuhan primer para mustahik menjadi fokus utama baznas, pada kegiatan satu bulan ini BAZNAS telah membuat program konsumtif produktif dalam bentuk pemberdayaan warung kecil nasi kotak untuk takjil dan buka bersama, program pemberdayaan warung pracangan paket sembako ringan. Adapun kegiatan santunan dhu'afa ramadhan 1447 H telah diselenggarakan di 21 masjid se kabupaten Lumajang yang telah menjadi unit pengumpul zakat (UPZ) BAZNAS Kabupaten Lumajang dan dilaksanakan serentak mulai tanggal 02-09 maret 2026 dengan dibentuk 5 tim setiap hari agar durasi pendistribusiannya lebih singkat. Sebanyak 2100 penerima manfaat khususnya dhu'afa yang menjadi jama'ah masjid telah menerima paket sembako dari BAZNAS Lumajang, hal ini menjadi bagian dari kegiatan pendayagunaan program pendistribusian BAZNAS Lumajang, sebab model pendistribusian yang bekerjasama dengan UPZ masjid telah dijalankan sejak 3 tahun lalu ini menjadi atensi tersendiri bagi pengurus takmir masjid yang sekaligus upaya pemberdayaan jama'ah masjid dan menambah lebih antusias warga dengan kegiatan di masjidnya, jelas ketua BAZNAS Lumajang. Semantara itu 21 UPZ Masjid yang sinergi program dengan BAZNAS diantaranya, Masjid Darussalam Labruk Lor, Masjid Besar Ar Raudhoh Labruk Kidul Sumbersuko, Masjid Al Barokah Tempeh Lor, Masjid Al Hikmah Kedungmoro Kunir, Masjid Nurul Fuad Munder Yosowilangun, Masjid Nurul Amin Dapsulur Ranuyoso, Masjid Baitul Mukminin Sawaran Lor Klakah, Masjid Baitussalam Sidomakmur Gucialit, Masjid Istiqlaal Timur Pasar Randuagung, Masjid Nurul Hidayah Bedayu Senduro, Masjid An Nur Sumberurip Pronojiwo, Masjid Sabilil Muttaqin Sidorejo Rowokangkung, Masjid Al Mujahidin Selok Awar-awar Pasirian, Masjid Al Falah Desa Sumberwuluh Candipuro, Masjid Roudlotul Jannah Pagowan Pasrujambe, Masjid Raudlotul Muttaqin Jatiroto, Masjid Masjid Baitussalam Grobogan Kedungjajang, Masjid Baitul Muttaqin Karangsari Sukodono, dan Masjid At Taqwa Tempursari. Ketua takmir masjid Roudotul Jannah desa Pagowan kecamatan Pasrujambe Kyai Mambaul Jinan menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Lumajang yang telah mengamanahkan masjidnya untuk menjadi tempat pendistribusian program santunan ramadhan pada tahun 1447 Hijriyah / 2026 sebab sangat bermanfaat bagi warga jamaahnya mengingat baru tahun ini memperoleh program yang sangat bagus di desa kami, ungkapnya penuh syukur dan bahagia. Sesuai dengan taggar kegiatan ramadhan tahun ini, Cahaya Zakat keajaiban bagi muzaki dan mustahik. aamiin
BERITA03/03/2026 | Humas
Safari Ramadhan 1447 H: BAZNAS Lumajang Berbagi Kebahagiaan dengan 1.000 Anak Yatim
Safari Ramadhan 1447 H: BAZNAS Lumajang Berbagi Kebahagiaan dengan 1.000 Anak Yatim
Dalam rangka Safari Ramadhan 1447 Hijriah, BAZNAS Lumajang menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dari 21 kecamatan se Kabupaten Lumajang, di pendopo Aryawiraraja pada Rabu, 25/02/2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Lumajang Peduli yang bersinergi dengan program BAZNAS provinsi Jawa Timur selama bulan suci Ramadhan. Santunan yang diberikan berupa uang tunai total senilai Rp. 200.000.000,- dan 1000 tas sekolah beserta alat tulis untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim selama Ramadhan. Penyaluran santunan dilaksanakan di pendopo Aryawiraraja sebagai icon kabupaten Lumajang sekaligus sarana pendekatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, yang pesertanya berasal dari 21 kecamatan dan 24 lembaga kesejahteraan sosial dan anak (LKSA) agar dapat menjangkau penerima manfaat secara merata. Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nur Sjahid, MA menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi anak-anak yatim dan keluarganya, sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan penuh berkah. Program ini juga menjadi wujud nyata pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan tepat sasaran, ungkapnya. Selain itu sumber anggaran santunan ini adalah hasil penghimpunan dana zakat, infak, dan shadaqah dari kalangan PNS dan PPPK di lingkungan pemerintah daerah yang menyalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasiobal (BAZNAS) kabupaten Lumajang yang kemudian diwujudkan dalam program santunan 1000 anak yatim sinergitas antara BAZNAS Lumajang dengan BAZNAS provinsi jawa timur. Sementara itu, Ketua BAZNAS provinsi jawa timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Mousa, M.Si berharap program sinergi ini semoga bukan yang awal maupun terakhir namun akan diselenggarakan setiap tahun dengan BAZNAS kabupaten/kota di jawa timur, hal ini menjadi salah satu bentuk komunikasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten, hadirnya peran pemerintah di tengah kebahagiaan masyarakat khususnya anak yatim di bulan ramadhan, semoga kabupaten Lumajang menjadi kabupaten baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur, pungkasnya. Hal senada disampaikan Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si bahwa kegiatan santunan 1000 anak yatim dapat diselenggarakan setiap tahun di pendopo aryawiraraja, atas nama pemkab menyampaikan terima kasih kolaborasi program santunan 1000 anak yatim BAZNAS provinsi jawa timur, BAZNAS Lumajang dan pemkab Lumajang, semoga program ini menjadi berkah bagi kita semua dan semoga anak-anak menjadi calon pemimpin bangsa yang hebat, tangguh dan berakhlakul karimah, pesannya penuh antusias. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Lumajang berharap semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
BERITA25/02/2026 | Humas
Seperempat Abad BAZNAS: Khotmil Qur’an dan Tasyakuran Wujud Syukur Pengabdian
Seperempat Abad BAZNAS: Khotmil Qur’an dan Tasyakuran Wujud Syukur Pengabdian
Tanggal 17 Januari 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Tepat di usia seperempat abad, BAZNAS meneguhkan kembali komitmennya sebagai lembaga negara yang mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat serta pembangunan bangsa, yang diwujudkan dalam kegiatan khotmil quran dan potong tumpeng di kantor BAZNAS kabupaten Lumajang, Senin 19/01/2026. Perjalanan 25 tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejak berdiri, BAZNAS terus tumbuh dan bertransformasi menjadi lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan terpercaya. Berlandaskan nilai-nilai syariat dan tata kelola yang akuntabel, BAZNAS hadir sebagai penghubung kebaikan antara para muzakki dan mustahik di seluruh penjuru negeri. BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas Milad ke-25 BAZNAS RI. Tonggak usia ini mencerminkan konsistensi dan dedikasi panjang dalam memperkuat solidaritas sosial, mengurangi kesenjangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Beragam ikhtiar telah dijalankan, mulai dari bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, hingga respons kebencanaan. Program-program tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menumbuhkan harapan dan kemandirian umat. Memasuki usia yang semakin matang, BAZNAS terus dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Inovasi layanan, penguatan digitalisasi, serta perluasan jangkauan manfaat menjadi bagian dari langkah strategis agar zakat dapat dikelola secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Momentum Milad ke-25 ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguat tekad seluruh insan BAZNAS untuk terus menjaga amanah umat. Dengan semangat melayani dan nilai keberkahan sebagai fondasi, BAZNAS optimistis melangkah maju dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban. Turut hadir dalam kegiatan Milad ke 25 BAZNAS diantaranya perwakilan kantor kementerian agama kabupaten Lumajang, pengurus majelis ulama indonesia kabupaten Lumajang, Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Lumajang, peserta program SKSS dari perguruan tinggi se kabupaten Lumajang dan Mitra BAZNAS dari Bank Jatim Syariah Cabang Jember serta Bank Syariah Indonesia cabang S. Parman Lumajang.
BERITA19/01/2026 | Humas
Menebar Manfaat di Pengujung Tahun 2025, BAZNAS Lumajang Gelar Khitan Massal
Menebar Manfaat di Pengujung Tahun 2025, BAZNAS Lumajang Gelar Khitan Massal
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial akhir tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Lumajang menyelenggarakan program khitan massal bagi masyarakat di kecamatan Rowokangkung, Yosowilangun, Jatiroto dan Randuagung serentak pada hari selasa, 23/12/2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan layanan kesehatan sekaligus meringankan beban keluarga mustahik. Melalui program ini, BAZNAS Lumajang menegaskan komitmennya dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan shodaqah secara tepat sasaran, serta terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, peserta yang mengikuti khitan massal di 4 puskesmas mencapai 154 anak dengan rincian sebagai berikut : 1. Kecamatan Yosowilangun diselenggarakan oleh Masjid Al Istiqomah sebanyak 84 anak 2. Puskesmas Rowokangkung : 22 anak 3. Puskesmas Randuagung : 25 anak dan 4. Puskesmas Randuagung sebanyak 23 anak. Momen khitan BAZNAS bersamaan dengan libur sekolah akhir tahun, ini menjadi kegiatan rutin diselenggarakan setiap tahun sekaligus memberi kesempatan bagi para peserta khitan untuk melewati tahap perawatan, kontrol ke dokter bila terjadi keterlambatan penyembuhan luka sehingga ketika awal masuk pembelajaran sekolah tahun 2026 nanti telah sembuh total, ungkap Moh. Khoyum wakil ketua BAZNAS Lumajang sekaligus panitia khitan massal BAZNAS 2025. Kegiatan khitan BAZNAS turut hadir Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Lurah dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing sekaligus menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Lumajang yang telah menyelenggarakan khitan untuk membantu warga masyarakatnya, semoga kegiatan sinergi ini dapat dilaksanakan kembali di tahun berikutnya.
BERITA23/12/2025 | Fuad
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.

Lihat Daftar Rekening →