WhatsApp Icon

Berita Terkini

Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang akan diwarnai dengan kegiatan “Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM”. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menghidupkan semangat religius, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM lokal. Acara yang rencananya akan digelar Ahad (20/9/ 2026) tersebut akan diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur, yakni Pemerintah, BAZNAS, HIPMI, KADIN, G’Kraf, dan HKTI. Sejumlah tokoh penting diperkirakan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031 KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh PP Putri Tebuireng Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Lumajang Indah Amperawati. Sementara itu, lantunan sholawat dalam kegiatan utama akan dipandu oleh Majelis MRM yang diasuh oleh Gus Khoir. Gebyar UMKM Digelar H-1 Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Gebyar UMKM yang digelar satu hari sebelum acara Lumajang Bersholawat. Para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopindag) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk unggulan UMKM lokal Lumajang akan ditampilkan sehingga masyarakat dapat mengenal sekaligus membeli produk-produk lokal. Ketua Panitia Lumajang Bersholawat, Bagus Azizi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas. “Lebih spesial, acara ini bertujuan mengagungkan sholawat demi kedamaian dan kesejahteraan Bumi Arya Wiraraja, Lumajang tercinta,” tegas Azizi. Gerakan Lumajang Bersedekah Selain sholawat dan Gebyar UMKM, panitia juga akan menyisipkan gerakan sosial bertajuk “Gerakan Lumajang Bersedekah” di tengah rangkaian acara. Menurut Azizi, gerakan tersebut akan mengajak seluruh undangan dan masyarakat yang hadir untuk secara simbolis menyisihkan sebagian rezekinya melalui sedekah yang nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Lumajang. “Kami akan mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama secara simbolis menyisihkan uangnya untuk bersedekah demi kepentingan masyarakat Lumajang. Nah, di sini BAZNAS yang menjadi wadahnya,” imbuhnya. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, dunia usaha, komunitas, dan pelaku UMKM, Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM diharapkan menjadi momentum yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.
08/09/2026 | Lukman Hakim
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi komitmen utama BAZNAS. Melalui Satuan Audit Internal (SAI), audit berkala terus dilakukan guna memastikan seluruh rantai pentasyarufan berjalan sesuai aturan, baik secara administratif maupun realisasi di lapangan. Dalam rapat evaluasi yang dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS dan tim auditor internal, SAI menyampaikan sejumlah catatan penting yang memerlukan pembenahan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi penyempurnaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta evaluasi ketepatan sasaran pada program pendistribusian hewan kurban. “Ini yang menjadi temuan kami dan harus segera diperbaiki,” tegas Perwakilan SAI, Umi Suswati Risnaeni, MM. Selain urusan administratif dan distribusi bantuan, SAI menggarisbawahi pentingnya penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa serta optimalisasi program Kaleng UMKM ZIS. Menurut Umi, pendekatan yang lebih aktif dan proaktif sangat dibutuhkan agar potensi ZIS di tingkat akar rumput dapat tergarap maksimal. “Keberadaan UPZ dan kaleng ZIS perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Kalau perlu, ada sentuhan langsung dan jemput bola,” jelasnya. Sektor lain yang tak kalah krusial adalah revisi Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya pada bidang program pemberian bantuan. Penyempurnaan SOP dinilai menjadi fondasi utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) yang terarah dan terukur. “SOP diperbaiki, insyaallah RKAT-nya akan baik,” tambah Umi. Melalui evaluasi berkala ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus membenahi sistem tata kelola internal demi meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memastikan manfaat dana ZIS benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
08/09/2026 | Lukman Hakim
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City
Kantor perwakilan Bank Indonesia cabang Jember menyelenggarakan Dulur Sekarkijang X Road To Fesyar Samara 2026 kabupaten Lumajang dengan kegiatan Seminar Nasional bersama Anggota DPR RI komisi XI, Bupati Lumajang, Dinas Lingkungan Hidup, BAZNAS Lumajang, CEO Digital Perbankan dan Duta Putri Indonesia Jawa Timur di pendopo Aryawiraraja pada sabtu-minggu, 5-6 September 2026. Dulur Sekarkijang adalah program Digitalisasi Untuk Karesidenan Besuki dan Lumajang merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah eks Karesidenan Besuki (yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kabupaten Lumajang. Melalui kolaborasi lintas sektor, Dulur Sekarkijang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat, nah BAZNAS kabupaten Lumajang berkesempatan menjadi salah satu narasumber evant ini dengan tema Digitalisasi Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dalam perspektif sosial dan kemanusiaan. Kepala Bank Indonesia cabang Jember M. Iqbal Reza Nugaraha memaparkan bahwa trend di Jawa Timur pertumbuhan ekonominya sedikit melambat namun pertumbuhan di kabupaten Lumajang masih berpotensi lebih tinggi. Sebab ada sektor pertanian sebagai pondasi perekonomian daerah dengan transformasi digital yang salah satu indikasinya adalah pemanfaatan QRIS (metode pembayaran digital), jumlah penggunaan saat ini di sekarkijang mencapai volume 7.7138 user, indeks TTPD yang diatas wajar, termasuk pada tahun 2026 data wakaf tercatat sebesar 30 Trilyun, maka program yang dinisiasi Bank Indonesia perwakilan Jember menggagas percepatan smart city dan green city sebagai kegiatan bersama stakeholder terkait. Semoga seminar Sekarkijang ini menjadi kolaborasi dan aksi bersama. Sementara itu Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyambut baik event rutin ini yang memiliki dampak bagi warga Lumajang beliau juga menyampaikan berterimakasih kepada BI cabang Jember telah membuat acara luar bisa khususnya untuk UMKM di Lumajang, berdampk positif dimana pertumbuhan ékonomi mencapai 5,89 pada triwulan I, dan dirasakan masyarkat secara riil. Sedangkan H. Amin Ak., MM anggota komisi XI DPR RI : menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dalam menggagas kegiatan seminar merajut Sekar Kijang oleh Kepala perwakilan BI Jember. Sebab sebagai penghubung para tani di seluruh indonesia beliau memikirkan paradigma lama parapenghasil komoditas, rantai pasok sangat panjang dan merugikan petani, sehingga perlu kita ubah menjadi lebih modern ada transformasi dari arus digital menjadi ekonomi hijau yang dibarengi ekonomi syariah. Sektor ekonomi Indonesia berada di profesi 90% di UMKM. Aksi nyata petani Lumajang memutus marai rantai pasok tengkulak, ada pisang Kirana, tumpak sewu, teras Semeru. Komisi XI memastikan literasi dan inklusi keuangan digital menjangkau daerah pelosok serta selalu merangkul masyarakat kecil. sebagai salah satu contoh kabupaten Lumajang memiliki lebih dari 40.000 hektar tutupan hutan dengan potensi perdagangan karbon 10-20 Milyar per tahun. Sedangkan Putri Indonésia Jawa timur 2026 Rayuan Nurrizqina Haq sebagai seorang fresh graduated bidang ilmu komunikasi, memiliki perspektif tersendiri sebagai generasi muda dalam membawa pesan positif dalam digitalilasi. Gagasan Digitalisasi smart city, misalnya retribusi parkir dan lokasi pariwisata masih menggunakan transaksi berbentuk uang kertas yang dapat mempengaruhi economic green city berkelanjutan, maka penggunaan paperless, akan lebih memudahkan masyarakat dan mempercepat antrian loket menuju lokasi wisata serta mengedukasi literasi uang digital secara masih terstruktur.. Dalam akhir diskusi seminar nasional ketua BAZNAS Lumajang menghimbau pada seluruh warga Lumajang dukung dan bangun UMKM dengan investasi zakat, infaq dan sedekah melalui BAZNAS kabupaten Lumajang bisa melalui QRIS maupun transfer via BSI dan Bank Jatim Syariah sebagai wujud implementasi pengembangan perekonomian yang berkelanjutan.
05/09/2026 | Humas