WhatsApp Icon

Berita Terkini

Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
Dandim Anton: “Siap Kolaborasi Demi Masyarakat Lumajang Sejahtera” Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus melakukan berbagai gebrakan untuk meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang. Salah satunya melalui rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0821 Lumajang. Untuk membahas hal tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS Lumajang melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Selasa (8/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Dandim 0821 Lumajang menerima langsung lima pimpinan BAZNAS Lumajang. Mereka terdiri dari Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nursjahid, MA Wakil Ketua I Ahmad Lukman Hakim, S.E., Wakil Ketua II H. Suharyo, A.P., Wakil Ketua III Drs. H. Aminudi, dan Wakil Ketua IV Arif Rohman Hakim, S.Pd.I. Ketua BAZNAS Lumajang, H. Nursahid, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima program unggulan BAZNAS yang selama ini berjalan di tengah masyarakat. Kelima program tersebut meliputi Lumajang Peduli, Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Taqwa, dan Lumajang Sehat. “Lima program BAZNAS ini sudah populer di tengah masyarakat. Semua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nursahid. Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyambut baik kedatangan pimpinan BAZNAS Lumajang. Ia menyatakan siap menindaklanjuti berbagai hal yang telah disampaikan, termasuk rencana kolaborasi melalui pembentukan UPZ di lingkungan Kodim. “Kami sangat respect dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan BAZNAS. Kami siap menindaklanjutinya,” kata Anton. Menurut Anton, berbagai program yang disampaikan BAZNAS memiliki kesamaan dengan sejumlah program yang selama ini rutin dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0821 Lumajang. “Program-program BAZNAS ada kemiripan dengan apa yang selama ini kami kerjakan. Karena itu, saya kira sangat memungkinkan untuk dilakukan kolaborasi,” jelasnya. Anton juga menilai BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. “Kalau bisa kerja sama seperti ini, kok tidak dari dulu dilakukan,” selorohnya. Audiensi berlangsung sekitar satu jam dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara pimpinan BAZNAS Lumajang dan jajaran Kodim 0821 Lumajang. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat penghimpunan dan pengelolaan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Lumajang.
08/09/2026 | Lukman Hakim
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang
Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang akan diwarnai dengan kegiatan “Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM”. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum memperkuat kebersamaan, menghidupkan semangat religius, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM lokal. Acara yang rencananya akan digelar Ahad (20/9/ 2026) tersebut akan diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai unsur, yakni Pemerintah, BAZNAS, HIPMI, KADIN, G’Kraf, dan HKTI. Sejumlah tokoh penting diperkirakan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031 KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh PP Putri Tebuireng Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Lumajang Indah Amperawati. Sementara itu, lantunan sholawat dalam kegiatan utama akan dipandu oleh Majelis MRM yang diasuh oleh Gus Khoir. Gebyar UMKM Digelar H-1 Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Gebyar UMKM yang digelar satu hari sebelum acara Lumajang Bersholawat. Para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopindag) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk unggulan UMKM lokal Lumajang akan ditampilkan sehingga masyarakat dapat mengenal sekaligus membeli produk-produk lokal. Ketua Panitia Lumajang Bersholawat, Bagus Azizi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas. “Lebih spesial, acara ini bertujuan mengagungkan sholawat demi kedamaian dan kesejahteraan Bumi Arya Wiraraja, Lumajang tercinta,” tegas Azizi. Gerakan Lumajang Bersedekah Selain sholawat dan Gebyar UMKM, panitia juga akan menyisipkan gerakan sosial bertajuk “Gerakan Lumajang Bersedekah” di tengah rangkaian acara. Menurut Azizi, gerakan tersebut akan mengajak seluruh undangan dan masyarakat yang hadir untuk secara simbolis menyisihkan sebagian rezekinya melalui sedekah yang nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat Lumajang. “Kami akan mengajak seluruh undangan untuk bersama-sama secara simbolis menyisihkan uangnya untuk bersedekah demi kepentingan masyarakat Lumajang. Nah, di sini BAZNAS yang menjadi wadahnya,” imbuhnya. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial-keagamaan, dunia usaha, komunitas, dan pelaku UMKM, Lumajang Bersholawat dan Gebyar UMKM diharapkan menjadi momentum yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.
08/09/2026 | Lukman Hakim
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi komitmen utama BAZNAS. Melalui Satuan Audit Internal (SAI), audit berkala terus dilakukan guna memastikan seluruh rantai pentasyarufan berjalan sesuai aturan, baik secara administratif maupun realisasi di lapangan. Dalam rapat evaluasi yang dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS dan tim auditor internal, SAI menyampaikan sejumlah catatan penting yang memerlukan pembenahan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi penyempurnaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta evaluasi ketepatan sasaran pada program pendistribusian hewan kurban. “Ini yang menjadi temuan kami dan harus segera diperbaiki,” tegas Perwakilan SAI, Umi Suswati Risnaeni, MM. Selain urusan administratif dan distribusi bantuan, SAI menggarisbawahi pentingnya penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa serta optimalisasi program Kaleng UMKM ZIS. Menurut Umi, pendekatan yang lebih aktif dan proaktif sangat dibutuhkan agar potensi ZIS di tingkat akar rumput dapat tergarap maksimal. “Keberadaan UPZ dan kaleng ZIS perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Kalau perlu, ada sentuhan langsung dan jemput bola,” jelasnya. Sektor lain yang tak kalah krusial adalah revisi Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya pada bidang program pemberian bantuan. Penyempurnaan SOP dinilai menjadi fondasi utama dalam menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) yang terarah dan terukur. “SOP diperbaiki, insyaallah RKAT-nya akan baik,” tambah Umi. Melalui evaluasi berkala ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus membenahi sistem tata kelola internal demi meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memastikan manfaat dana ZIS benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
08/09/2026 | Lukman Hakim