WhatsApp Icon

Berita Terkini

Bantu Solusi Kekeringan, BAZNAS Lumajang Distribusikan Air Bersih ke Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial di 2 Kecamatan
Bantu Solusi Kekeringan, BAZNAS Lumajang Distribusikan Air Bersih ke Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial di 2 Kecamatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan musim kemarau di dua kecamatan yaitu Senduro dan Ranuyoso. Penyaluran bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan vital di fasilitas publik dan keagamaan, seperti masjid, musholla, pondok pesantren, serta lembaga sosial masyarakat, 16-18/09/2026. Langkah responsif ini diambil guna memastikan aktivitas peribadatan dan pendidikan keagamaan para santri serta warga sekitar tidak terganggu akibat krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan wujud kepedulian dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan para donatur melalui BAZNAS. Bantuan difokuskan ke sarana peribadatan dan lembaga pendidikan Islam agar kebutuhan untuk bersuci (wudhu), sanitasi santri, dan kegiatan ibadah harian tetap terpenuhi dengan baik. "Musim kemarau berdampak langsung pada surutnya sumber-sumber air warga. Melalui program penanggulangan bencana dan kemanusiaan ini, kami memprioritaskan penampungan air di masjid, musholla, pondok pesantren, dan lembaga sosial agar sarana ibadah dan pembinaan umat tetap berjalan lancar," ujar Arif Rohman Hakim Komandan BTB dan Wakil Ketua IV BAZNAS Lumajang. Sejumlah tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan armada truk tangki diterjunkan secara bertahap menuju titik-titik krisis air di dua kecamatan sasaran diantaranya kecamatan Senduro meliputi desa Bedayutalang 3 dusun dan kecamatan Ranuyoso 5 dusun . Kedatangan armada air bersih tersebut disambut antusias oleh para pengurus tempat ibadah, pengasuh pesantren, dan warga setempat yang sejak beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan suplai air. Masyarakat dan para pengurus lembaga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepedulian BAZNAS Lumajang. Bantuan ini dinilai sangat meragankan beban operasional pesantren dan sarana ibadah di tengah kemarau panjang. BAZNAS Lumajang berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kekeringan dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menyalurkan bantuan lanjutan bagi daerah-daerah lain yang masih membutuhkan.
16/09/2026 | Humas
BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Pembangunan Masjid di Sukodono
BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Pembangunan Masjid di Sukodono
BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Sukodono pada Selasa (15/09/2026). Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah. Wakil Ketua BAZNAS kabupaten H. Suharyo AP, SH menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di kecamatan Sukodono kabupaten Lumajang Rincian Bantuan yang Disalurkan Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 3 orang mahasiswa/i atas nama Hikmatur Rohmawati (STIT Miftahul Midad) senilai Rp. 1.950.000,-, Ratu Aulia Chelomita Putri senilai Rp. 3.500.000,- an Davita Eka Nur Elisia (Universitas Jember) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 1.900.000,- . Bantuan Renovasi Masjid: Diberikan kepada pengurus Masjid Pondok Pesantren Manarul Qur'an Desa Kutorenon Sukodono sebesar Rp. 5.000.000,-. Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ghozali Selokgondang. Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.
15/09/2026 | Humas
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026. Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama. “Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya. Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar. “Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya. Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. “Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya. Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS . “Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah. “Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya. Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi. “Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya. Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang
10/09/2026 | Lukman Hakim