Berita Terkini
BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Pembangunan Masjid di Sukodono
BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Sukodono pada Selasa (15/09/2026).
Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah.
Wakil Ketua BAZNAS kabupaten H. Suharyo AP, SH menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di kecamatan Sukodono kabupaten Lumajang
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 3 orang mahasiswa/i atas nama Hikmatur Rohmawati (STIT Miftahul Midad) senilai Rp. 1.950.000,-, Ratu Aulia Chelomita Putri senilai Rp. 3.500.000,- an Davita Eka Nur Elisia (Universitas Jember) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 1.900.000,- .
Bantuan Renovasi Masjid: Diberikan kepada pengurus Masjid Pondok Pesantren Manarul Qur'an Desa Kutorenon Sukodono sebesar Rp. 5.000.000,-.
Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ghozali Selokgondang.
Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.
15/09/2026 | Humas
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026.
Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama.
“Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya.
Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar.
“Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya.
Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
“Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya.
Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS .
“Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah.
“Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya.
Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi.
“Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya.
Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang
10/09/2026 | Lukman Hakim
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
Dandim Anton: “Siap Kolaborasi Demi Masyarakat Lumajang Sejahtera”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus melakukan berbagai gebrakan untuk meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang.
Salah satunya melalui rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kodim 0821 Lumajang. Untuk membahas hal tersebut, jajaran pimpinan BAZNAS Lumajang melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dandim 0821 Lumajang menerima langsung lima pimpinan BAZNAS Lumajang. Mereka terdiri dari Ketua BAZNAS Lumajang Drs. H. M. Nursjahid, MA Wakil Ketua I Ahmad Lukman Hakim, S.E., Wakil Ketua II H. Suharyo, A.P., Wakil Ketua III Drs. H. Aminudi, dan Wakil Ketua IV Arif Rohman Hakim, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Lumajang, H. Nursahid, dalam kesempatan tersebut memaparkan lima program unggulan BAZNAS yang selama ini berjalan di tengah masyarakat. Kelima program tersebut meliputi Lumajang Peduli, Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Taqwa, dan Lumajang Sehat.
“Lima program BAZNAS ini sudah populer di tengah masyarakat. Semua program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nursahid.
Sementara itu, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyambut baik kedatangan pimpinan BAZNAS Lumajang. Ia menyatakan siap menindaklanjuti berbagai hal yang telah disampaikan, termasuk rencana kolaborasi melalui pembentukan UPZ di lingkungan Kodim.
“Kami sangat respect dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan BAZNAS. Kami siap menindaklanjutinya,” kata Anton.
Menurut Anton, berbagai program yang disampaikan BAZNAS memiliki kesamaan dengan sejumlah program yang selama ini rutin dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0821 Lumajang.
“Program-program BAZNAS ada kemiripan dengan apa yang selama ini kami kerjakan. Karena itu, saya kira sangat memungkinkan untuk dilakukan kolaborasi,” jelasnya.
Anton juga menilai BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang memiliki peran penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
“Kalau bisa kerja sama seperti ini, kok tidak dari dulu dilakukan,” selorohnya.
Audiensi berlangsung sekitar satu jam dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara pimpinan BAZNAS Lumajang dan jajaran Kodim 0821 Lumajang.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat penghimpunan dan pengelolaan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Lumajang.
08/09/2026 | Lukman Hakim
