Dicoret PKH, Sambat BAZNAS
13/05/2026 | Penulis: Lukman Hakim
Lumajang Makmur
Di sebuah sudut Dusun Sukorame, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, hidup seorang wanita tangguh bernama Siti Nur Aminah. Di usianya yang menginjak 53 tahun, Siti—begitu ia akrab disapa—harus menjalani hari-harinya dengan perjuangan ekstra. Sejak namanya dicoret dari daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), beban hidup yang dipikulnya terasa kian menghimpit.
Banting Tulang demi Sesuap Nasi
Kehilangan bantuan sosial pemerintah bukanlah perkara mudah bagi Siti. Ia terpaksa memutar otak dan membanting tulang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memotong pisang, menggoreng kripik, hingga pergi ke sawah untuk ngasak (mengais sisa panenan padi atau palawijo) dilakukan seorang diri.
"Semua saya kerjakan sendiri. Potong pisang sendiri, goreng sendiri, sampai ngasak pun sendiri," ungkap Siti dengan nada tegar saat ditemui tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) BAZNAS Lumajang, Rabu (13/5).
Perjuangan Siti makin berat lantaran kondisi fisiknya yang tak lagi bugar. Penyakit vertigo seringkali kambuh di saat ia tengah bekerja di depan wajan panas. Agar produksi kripiknya tidak terhenti, Siti terpaksa bergantung pada obat-obatan setiap hari demi meredam rasa sakitnya.
Hadirnya BAZNAS sebagai Juru Selamat
Melihat kondisi Siti yang pantang menyerah meski dalam keterbatasan, BAZNAS Kabupaten Lumajang hadir membawa angin segar melalui program Lumajang Makmur. Siti pun terpilih sebagai penerima bantuan modal usaha sebesar Rp. 2.000.000,-
Senyum haru terpancar dari wajah Siti saat menerima kunjungan tim di rumah mungilnya. Baginya, bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan nyawa baru bagi usaha kripik pisangnya yang sempat tersendat.
"Alhamdulillah, untung ada BAZNAS hadir. Saya sangat terbantu," tuturnya penuh syukur.
Tak Sekadar Modal
BAZNAS tidak melepaskan Siti begitu saja. Selain bantuan uang tunai, lembaga ini berkomitmen untuk memberikan:
-
Pendampingan Usaha: Memastikan modal digunakan secara efektif.
-
Pembinaan: Memberikan arahan agar usaha kripik Siti bisa berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kisah Siti Nur Aminah adalah potret nyata bahwa di tengah sulitnya akses bantuan formal, solidaritas melalui dana zakat, infak, dan shodaqoh mampu menjadi jembatan bagi kaum dhuafa untuk kembali mandiri dan berdaya.
Berita Lainnya
Aplikasi HalloBAZ Hadirkan Kemudahan di BAZNAS Se Jawa Timur
Marbot dan Muazin se-Jatim Bakal Dapat Jaminan Sosial, BAZNAS Siapkan Kolaborasi dengan DMI dan BPJS
Bukan Sekadar Audit Rutin: Upaya SAI Memperketat Tata Kelola dan Pentasyarufan BAZNAS
Berharap Sinergi Antar-BAZNAS Kabupaten dan Provinsi
Audensi Pembentukan UPZ Kodim 0821 Lumajang
BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Pembangunan Masjid di Sukodono
Bank Indonesia Cabang Jember Gandeng BAZNAS Lumajang Jadi Narasumber Seminar Nasional Smart Dan Green City
Senyum Kemerdekaan: 8 Siswa Jatiroto Terima Bantuan Sepeda dari BAZNAS Lumajang
Berharap Sinergi Antar-BAZNAS Kabupaten dan Provinsi
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil
Respons Cepat Kekeringan di Jatim, 1,2 Juta Liter Air Bersih BAZNAS Mulai Mengalir
BAZNAS Lumajang, Gagas Gerakan Lumajang Bersedekah Demi Keberlangsungan Kesejahteraan Masyarakat
UPZ Lokakarya Candipuro Adakan Pelatihan Ternak Puyuh
Sinergi Kuatkan Pengelolaan Zakat, Pimpinan BAZNAS Lumajang Audiensi dengan Kapolres Baru
Mengetuk Pintu Langit, Menggerakkan Ekonomi Rakyat di Lumajang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.
Lihat Daftar Rekening →