Kisah Puluhan Pelaku Usaha Mikro Siap Menjadi UPZ
22/06/2026 | Penulis: Lukman Hakim
Lumajang Makmur
Suasana hangat menyelimuti Teras Cafe Nusantara di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT) Lumajang, Selasa (22/6/2026). Sore itu, kepulan asap kopi berpadu dengan obrolan penuh semangat dari puluhan pelaku usaha ekonomi mikro. Mereka yang sehari-hari bergelut dengan peluh di jalanan—mulai dari penjual kopi gendong yang biasa mangkal di seputaran Alun-Alun, pedagang di Jalan Abu Bakar, kawasan sirip Imam Suja'i dan Sultan Agung, hingga para penjual mainan anak-anak—berkumpul dengan satu tekad: naik kelas dalam urusan berbagi.
Di bawah bendera Paguyuban UMKM Teras Nusantara, sekitar 40 pelaku usaha mikro ini sengaja mengundang pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang. Agendanya bukan untuk meminta bantuan modal, melainkan sebaliknya: mereka ingin bersosialisasi dan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara resmi. sebuah langkah nyata untuk mengubah posisi, dari penerima manfaat menjadi pemberi keberkahan.
"Kami sadar, bila sesuatu dilakukan secara bergotong royong, semuanya akan berjalan dengan baik," ujar Guntur, Koordinator Paguyuban UMKM Teras Nusantara dengan nada optimis.
Sinergi Tanpa Ribet
Keputusan para pedagang kecil ini untuk bergotong-royong lewat jalur Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) bukanlah tanpa alasan. Guntur kemudian berkisah tentang pengalaman pribadinya yang menyentuh hati. Suatu ketika, ia dihadapkan pada kesulitan saat mencoba menolong seorang warga yang membutuhkan biaya pengobatan darurat. Dalam kondisi buntu, ia mencoba "sambat" (mengadu) ke BAZNAS Lumajang.
"Waktu itu saya menolong orang berobat. Saya langsung bersinergi dengan BAZNAS, dan ternyata prosesnya sama sekali tidak ribet. Langsung dibantu," kenang Guntur singkat namun sarat emosi.
Pengalaman nyata itulah yang menghapus keraguan di hati para anggota paguyuban. Ketika BAZNAS menyarankan pembentukan UPZ sebagai perpanjangan tangan dalam menghimpun dana sosial keagamaan, para pelaku usaha mikro ini langsung menyambutnya dengan tangan terbuka. "Kami sangat siap untuk bersedekah atau berinfaq dengan menyisihkan sebagian keuntungan hasil berdagang kami," tegas Guntur.
Legalitas untuk Usaha Kecil
Langkah progresif dari para pedagang kecil ini mendapat apresiasi tinggi dari BAZNAS Lumajang. Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, SE., menjelaskan bahwa pembentukan UPZ di tingkat UMKM merupakan strategi penting dalam optimalisasi pengumpulan dana ZIS. Lebih dari itu, langkah ini memberikan payung hukum bagi gerakan sosial di akar rumput.
"Pembentukan UPZ untuk usaha kecil ini bertujuan membantu para pelaku usaha agar bisa mengelola dana zakat, infak, dan sedekah mereka secara legal di bawah naungan resmi BAZNAS," papar pria yang akrab disapa Lukman ini.
Namun, untuk mengesahkan gerakan ini, ada beberapa syarat administratif yang harus dipenuhi oleh Paguyuban Teras Nusantara. Mulai dari mengajukan surat permohonan resmi, menyusun struktur kepengurusan (yang terdiri dari Penasihat, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara), hingga mencantumkan estimasi skala potensi ZIS serta jumlah anggota. "Jika semua syarat itu sudah terkonfirmasi dan valid, maka SK UPZ akan segera kami terbitkan," tambahnya.
Magnet Akademis
Gerakan unik di mana para pedagang kecil berinisiatif mendirikan lembaga filantropi ini ternyata menarik perhatian dunia akademis. Siang itu, selain dihadiri oleh tiga pimpinan BAZNAS Lumajang, acara sosialisasi juga dihadiri oleh dua orang utusan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Gama Lumajang.
Kehadiran para akademisi ini bukan tanpa tujuan. Mereka datang untuk mengamati langsung sebuah fenomena sosial-ekonomi yang menarik: bagaimana sebuah lembaga besar seperti BAZNAS mampu membangun sinergi yang begitu cair dan menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat mikro.
Dari secangkir kopi gendong dan mainan anak-anak di sudut Alun-Alun, para pelaku usaha mikro di Lumajang ini sedang menulis cerita baru. Mereka membuktikan bahwa kemiskinan atau keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk menjadi pahlawan bagi sesama. Melalui UPZ Teras Nusantara, mereka siap membuktikan bahwa tangan di atas, selamanya jauh lebih baik.
Berita Lainnya
Hangatnya Silaturahmi Halal Bihalal Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Lumajang
Secercah Harap di Tengah Prahara: Kala BAZNAS Lumajang Membasuh Luka Tauhid dan Fahreza
Hewan Qurban Di Lumajang mencapai Rp. 48,2 Milyar
Terkatung-katung di Jalur Rantau: Kisah Tiga Pemuda Jabar yang Dibantu BAZNAS Lumajang
Senyum Baru untuk Rumah Sahrul: Tangis Haru Sang Tulang Punggung Muda
Air Mata Syukur Seorang Ibu: Senyum Baru Adi di Atas Kursi Roda
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang Periode 2026-2031
Menutup Ramadhan dengan Kepedulian, BAZNAS Lumajang Santuni Abang Becak di Dua Kelurahan
Secercah Harapan di Jogoyudan: Kala Baznas Lumajang Membasuh Luka Sang Guru Ngaji
Aksi Heroik Wahyu: Si Mungil Penakluk Tiang Bendera yang Curi Perhatian Bunda Indah
Sinergi Tiga Pilar: Upaya Lumajang Mengangkat Martabat Ekonomi Ummat
Nestapa di Bawah Gunung Penawungan: Perjuangan Buruh Serabutan Besarkan 3 Anak di Rumah Tak Layak
Sinergi Zakat dan Pemberdayaan: Jalan Terang UMKM Lewat UPZ Desa
Antusias Warga Ikuti Skrining Telinga, Wakil Bupati Jadi Sasaran Selfi
Santunan Berkah Ramadhan 1447 H, BAZNAS Lumajang Distribusikan Sembako 21 UPZ Masjid

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lumajang.
Lihat Daftar Rekening →