WhatsApp Icon
Berharap Sinergi Antar-BAZNAS Kabupaten dan Provinsi

Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sudah sepatutnya dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sebab, amanah tersebut bukan sekadar tuntutan dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Meski hasil audit eksternal BAZNAS Lumajang memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan secara umum mendapatkan penilaian baik dalam pengelolaan dana ZIS di Jawa Timur, ikhtiar untuk terus melakukan perbaikan tetap dilakukan.

Selasa (29/9/2026), lima pimpinan BAZNAS Lumajang bersilaturahmi ke BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Kunjungan tersebut bertujuan ngasuh kaweruh atau menambah wawasan terkait pengelolaan ZIS agar semakin amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. Nursahid, M.A., berharap adanya standar operasional prosedur (SOP) yang semakin baik sehingga pengelolaan ZIS di Lumajang dapat dilakukan secara optimal.

“Kami sangat berharap pengelolaan ZIS di Lumajang akan terus menjadi lebih baik,” harap Nursahid.»

Menurutnya, silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendapatkan masukan dan metode pengelolaan ZIS yang lebih baik, baik dalam hal pengumpulan maupun pentasyarufan.

“Karena itu, kami secara resmi bersilaturahmi ke BAZNAS Provinsi guna mendapatkan metode yang lebih baik tentang pengelolaan ZIS. Baik soal pengumpulan maupun terkait pentasyarufannya,” imbuh pria yang kini berusia 74 tahun tersebut.»

Kunjungan lima pimpinan BAZNAS Lumajang itu diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Gus Ghofirin, bersama jajaran pimpinan lainnya.

Ghofirin menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam kepemimpinan yang baru mengalami sejumlah perubahan, termasuk penyempurnaan SOP kerja. Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah digitalisasi pengelolaan ZIS.

“Kami berupaya mendigitalisasikan pengelolaan ZIS di sini. Saat ini kami masih membuat aplikasinya. Progresnya sekitar 80%, belum 100 persen,” ungkap Ghofirin.»

Ia menegaskan, proses penyempurnaan sistem digital tersebut akan terus dipercepat. Setelah aplikasi dinyatakan siap, BAZNAS Provinsi Jawa Timur akan memperkenalkannya kepada BAZNAS di daerah.

“Jika sudah sempurna 100 persen, maka akan kami launching ke daerah,” imbuhnya.»

Ghofirin juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS daerah kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota harus diarahkan pada tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

Dalam pendistribusian ZIS, kata Ghofirin, aspek ketepatan sasaran dan manfaat harus menjadi perhatian utama agar dana umat benar-benar memberikan dampak bagi penerima manfaat.

“Tepat sasaran, tepat manfaat, dan berdampak itu sangat perlu kita perhatikan dalam pendistribusian ZIS,” pungkasnya.

30/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
BAZNAS Lumajang, Gagas Gerakan Lumajang Bersedekah Demi Keberlangsungan Kesejahteraan Masyarakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus berinovasi dalam memperkuat jejaring kebaikan di tengah masyarakat. Kali ini, BAZNAS  berkolaborasi bersama Pemerintah, HIPMI, KADIN, G-KRAF's dan HKTI menggagas sebuah gerakan filantropi baru bertajuk "Lumajang Bersedekah".

Gagasan mulia ini secara resmi digelorakan langsung di tengah-tengah ribuan jamaah yang hadir dalam acara Lumajang Bersholawat di Stadion Semeru malam ini, Ahad 20/9/2026

Momentum religius ini sebagai titik awal memperkuat kepedulian sosial dan berbagi rezeki bagi sesama.

Gerakan ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga individu, agar bersama-sama membangun budaya berbagi yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: memperluas jangkauan kesejahteraan sosial dan mengentaskan berbagai persoalan kemiskinan di Kabupaten Lumajang. 

"Gerakan 'Lumajang Bersedekah' bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi tentang bagaimana kita merajut kepedulian sosial secara kolektif. Ketika sedekah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka keberlangsungan kesejahteraan masyarakat Lumajang yang mandiri dan bermartabat akan lebih cepat terwujud," ujar A. Luqman Hakim di hadapan para jamaah di Stadion Semeru.

Fokus Utama Gerakan "Lumajang Bersedekah":

- Pemberdayaan Ekonomi Umat: Mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) melalui program modal usaha produktif dan pendampingan UMKM.

- Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Mempercepat penanganan kantong-kantong kemiskinan melalui bantuan tepat sasaran yang bersinergi dengan program pemerintah daerah.

- Akses Layanan Dasar: Mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang pendidikan (beasiswa dhuafa) dan kesehatan (bantuan berobat bagi warga kurang mampu).

- Penguatan Solidaritas Sosial: Membangun budaya gotong royong dan kepedulian antarsesama warga Lumajang melalui kampanye sedekah harian yang mudah dan inklusif.

Melalui peluncuran gagasan di tengah lautan jamaah sholawat ini, BAZNAS Lumajang mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, komunitas, serta dunia usaha untuk berpartisipasi aktif. Diharapkan, gerakan "Lumajang Bersedekah" dapat menjadi motor penggerak kebaikan yang membawa berkah dan kemajuan bagi seluruh warga Kabupaten Lumajang.

Diterangkan pribynag akatan  Lukman ini, BAZNAS sendiri merupakan lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kesejahteraan umat." Senyum para Mustahik, adalah kebahagian bagi kita," tegas Pimpinan BAZNAS Lumajang bidang pengumpulan ini

20/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim
Bantu Solusi Kekeringan, BAZNAS Lumajang Distribusikan Air Bersih ke Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial di 2 Kecamatan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan musim kemarau di dua kecamatan yaitu Senduro dan Ranuyoso. Penyaluran bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan vital di fasilitas publik dan keagamaan, seperti masjid, musholla, pondok pesantren, serta lembaga sosial masyarakat, 16-18/09/2026.

Langkah responsif ini diambil guna memastikan aktivitas peribadatan dan pendidikan keagamaan para santri serta warga sekitar tidak terganggu akibat krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut.

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan wujud kepedulian dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan para donatur melalui BAZNAS. Bantuan difokuskan ke sarana peribadatan dan lembaga pendidikan Islam agar kebutuhan untuk bersuci (wudhu), sanitasi santri, dan kegiatan ibadah harian tetap terpenuhi dengan baik.

"Musim kemarau berdampak langsung pada surutnya sumber-sumber air warga. Melalui program penanggulangan bencana dan kemanusiaan ini, kami memprioritaskan penampungan air di masjid, musholla, pondok pesantren, dan lembaga sosial agar sarana ibadah dan pembinaan umat tetap berjalan lancar," ujar Arif Rohman Hakim Komandan BTB dan Wakil Ketua IV BAZNAS Lumajang.

Sejumlah tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan armada truk tangki diterjunkan secara bertahap menuju titik-titik krisis air di dua kecamatan sasaran diantaranya kecamatan Senduro meliputi desa Bedayutalang 3 dusun dan kecamatan Ranuyoso 5 dusun . Kedatangan armada air bersih tersebut disambut antusias oleh para pengurus tempat ibadah, pengasuh pesantren, dan warga setempat yang sejak beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan suplai air.

Masyarakat dan para pengurus lembaga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepedulian BAZNAS Lumajang. Bantuan ini dinilai sangat meragankan beban operasional pesantren dan sarana ibadah di tengah kemarau panjang.

BAZNAS Lumajang berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kekeringan dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menyalurkan bantuan lanjutan bagi daerah-daerah lain yang masih membutuhkan.

16/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Lumajang Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Pembangunan Masjid di Sukodono

BAZNAS Kabupaten Lumajang menyalurkan sejumlah bantuan program pendayagunaan dan pendistribusian dalam sinergi kegiatan Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang di Kecamatan Sukodono pada Selasa (15/09/2026).

Bantuan yang diserahkan meliputi program Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, hingga bantuan sepatu siswa Madrasah Ibtidaiyah.

Wakil Ketua BAZNAS kabupaten H. Suharyo AP, SH menyampaikan bahwa program distribusi ini bagian dari penyaluran terbaik kami yang disinergikan dengan kegiatan Pemkab sekaligus menjadi media komunikasi untuk lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat yang ada di kecamatan Sukodono kabupaten Lumajang

Rincian Bantuan yang Disalurkan

  • Beasiswa Perguruan Tinggi: Diserahkan kepada 3 orang mahasiswa/i atas nama Hikmatur Rohmawati  (STIT Miftahul Midad) senilai Rp. 1.950.000,-, Ratu Aulia Chelomita Putri senilai Rp. 3.500.000,- an Davita Eka Nur Elisia (Universitas Jember) senilai masing-masing memperoleh bantuan Rp. 1.900.000,- .

  • Bantuan Renovasi Masjid: Diberikan kepada pengurus Masjid Pondok Pesantren Manarul Qur'an Desa Kutorenon Sukodono sebesar Rp. 5.000.000,-. 

  • Bantuan Perlengkapan Sekolah: Penyerahan 20 pasang sepatu untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ghozali Selokgondang.

Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun.

15/09/2026 | Kontributor: Humas
Gerakan “Lumajang Bersedekah” Hadirkan Kepedulian hingga Desa Terpencil

Gerakan “Lumajang Bersedekah” yang digagas untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat mulai merambah hingga ke desa-desa terpencil. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang terus mengkampanyekan gerakan tersebut sebagai upaya membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Salah satunya dilakukan di Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang. Gerakan “Lumajang Bersedekah” disosialisasikan di sela-sela kegiatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa dianataranya Bulurejo, Kaliuling, Pundungsari, Purorejo, Tegalrejo, Tempurejo, Tempursarisekaligus pendistribusian bantuan modal bagi pelaku UMKM di aula kecamatan Tempursari, 09/09/2026.

Sosialisasi tersebut diikuti para penerima bantuan modal UMKM serta pengurus UPZ Desa. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Lumajang, H. Suharyo, AP, mengatakan gerakan “Lumajang Bersedekah” sebelumnya telah diluncurkan oleh Bupati Lumajang. Karena itu, gerakan tersebut harus menjadi simbol kepedulian masyarakat Lumajang terhadap sesama.

“Gerakan ini harus menjadi gerakan masif dan menjadi salah satu ikon Lumajang,” katanya.

Suharyo berharap, gerakan “Lumajang Bersedekah” dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi harus tumbuh di tengah masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar.

“Selain kita menerima, tapi juga harus mau menyumbang manfaat kepada yang lain. Walaupun hanya sebagian kecil,” ujarnya.

Suharyo juga menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki peran membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Hampir tidak ada proposal yang kami tolak,” tuturnya.

Namun, lanjut Suharyo, jumlah proposal bantuan yang masuk terkadang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang berhasil dihimpun BAZNAS Lumajang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat, berinfak, dan minimal bersedekah melalui BAZNAS .

“Doakan kami kuat dan amanah untuk menghimpun dan mendistribusikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lumajang, Lukman Hakim, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pembangunan sosial suatu daerah.

“Bila masyarakat sadar akan bersedekah, maka masalah kesenjangan di tengah masyarakat akan teratasi,” katanya.

Menurut Lukman, semangat gotong royong dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial juga telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam sudah sepatutnya meneladani ajaran tersebut dengan membangun kepedulian dan kebiasaan berbagi.

“Kita sebagai umat Islam, sudah sepatutnya meniru teladan beliau,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan, Apara penerima. dan pengurus UPZ desa yang hadiri diacara sosialisasi tersebut secara bergantian terlihat  mengisi kotak sedekah yang disediakan BAZNAS. Di akhir acara terhitung nominal sedekah yang terkumpul kurang lebih 600 ribu." Di desa terpencil sekalipun, masyarakat memiliki rasa empati kepada sesama," ujar Lukman Waka I BAZNAS Lumajang

10/09/2026 | Kontributor: Lukman Hakim